<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mabuk Saat Nyepi, Sumada Ditembak</title><description>Mabuk saat Nyepi, Made Sumada (38), warga Banjar Kembang Sari, Badung, Bali, babak belur saat kepergok hendak mencuri. Korban terkapar ditembak senapan angin.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/08/1/90017/mabuk-saat-nyepi-sumada-ditembak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/08/1/90017/mabuk-saat-nyepi-sumada-ditembak"/><item><title>Mabuk Saat Nyepi, Sumada Ditembak</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/08/1/90017/mabuk-saat-nyepi-sumada-ditembak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/08/1/90017/mabuk-saat-nyepi-sumada-ditembak</guid><pubDate>Sabtu 08 Maret 2008 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Suryana</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>DENPASAR - Mabuk saat Nyepi, Made Sumada (38), warga Banjar Kembang Sari, Blah kiuh, Badung, Bali, babak belur saat kepergok hendak mencuri. Korban terkapar ditembak senapan angin.Menurut istri korban yang menolak disebutkan identitasnya itu, dia melihat suaminya masih berada di rumah sesaat sebelum dia tak terkendali dan masuk ke toko Rekan Tani milik Budiana. Toko itu menjual aneka pupuk dan obat-obatan tanaman.&amp;quot;Dia masih sama saya jam 11-an, cuma setelah itu dia keluar nggak tahu ke mana,&amp;quot; akunya saat ditemui, Sabtu (8/3/2008).Karena terlalu banyak minum, diduga Sumada gelap mata hingga berani memanjat atap seng toko tersebut dan menjebolnya. Korban melompat memasuki ruangan yang masih semi permanen itu.Namun sial nasib Sumada, meski kondisi di tempat itu gelap, namun para penjaga toko memergokinya, sesaat setelah korban berada di dalam. Sontak mereka berteriak dan teman-teman mereka yang berjumlah lebih kurang 10 orang datang menghajarnya beramai-ramai.Tidak cuma menghadiahinya dengan bogem mentah, salah satu penjaga yang membawa senapan angin menembaknya dari jarak dekat. Tiga peluru bersarang di kedua tangan korban dan satu lagi menembus punggung bagian kiri korban. Rongga mata sebelah kiri memar akibat pukulan.Semula, korban dikira warga Lombok yang sengaja mencuri di toko yang terletak di ujung perbatasan Banjar Kembang Sari dengan Banjar lain yang masih satu Desa. Namun setelah membalikkan badan korban, beberapa pelaku mengenalinya. Saat itu juga mereka melaporkannya kepada Kelihan Banjar setempat.Wayan Wena Putera, Kelihan Dinas (Kepala Dusun) Banjar Kembang Sari, membenarkan kejadian tersebut. Wena mengaku, kejadian itu berlangsung pukul 00.15 WITA dini hari tadi. Dirinya mendapatkan laporan saat sedang berkeliling bersama para pecalang mengontrol sekitar Banjar.Bapak yang masih memakai pakaian adat ini mengaku segera menyelamatkan korban, sebelum menangkap pelaku penembakan.Wena yang juga bertugas sebagai polisi di Polres Badung menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran besar. Meski korban ditemukan hendak mencuri, sebaiknya tidak melakukan perbuatan di luar hukum.&amp;quot;Bukan berarti saya membela warga, namun kami tetap akan mencari pelaku penganiayaan dan penembakan ini,&amp;quot; ungkapnya.Korban sempat dilarikan ke RS Kapal Badung, namun akhirnya dirujuk ke RS Sanglah. Korban sempat menjalani bedah ringan pengangkatan peluru dari kedua tangannya, namun sempat kesulitan saat mengambil peluru yang ada di punggung.Pagi hari korban menjalani scan dan diobservasi beberapa saat di trige bedah IRD Sanglah. Baru pada pukul 12.00 WITA korban menjalani operasi.Menurut salah satu dokter residen, peluru itu menembus sangat dalam. Bahkan sampai menembus hati. &amp;quot;Kita menunggu hasil operasinya,&amp;quot; pungkas dokter itu.  </description><content:encoded>DENPASAR - Mabuk saat Nyepi, Made Sumada (38), warga Banjar Kembang Sari, Blah kiuh, Badung, Bali, babak belur saat kepergok hendak mencuri. Korban terkapar ditembak senapan angin.Menurut istri korban yang menolak disebutkan identitasnya itu, dia melihat suaminya masih berada di rumah sesaat sebelum dia tak terkendali dan masuk ke toko Rekan Tani milik Budiana. Toko itu menjual aneka pupuk dan obat-obatan tanaman.&amp;quot;Dia masih sama saya jam 11-an, cuma setelah itu dia keluar nggak tahu ke mana,&amp;quot; akunya saat ditemui, Sabtu (8/3/2008).Karena terlalu banyak minum, diduga Sumada gelap mata hingga berani memanjat atap seng toko tersebut dan menjebolnya. Korban melompat memasuki ruangan yang masih semi permanen itu.Namun sial nasib Sumada, meski kondisi di tempat itu gelap, namun para penjaga toko memergokinya, sesaat setelah korban berada di dalam. Sontak mereka berteriak dan teman-teman mereka yang berjumlah lebih kurang 10 orang datang menghajarnya beramai-ramai.Tidak cuma menghadiahinya dengan bogem mentah, salah satu penjaga yang membawa senapan angin menembaknya dari jarak dekat. Tiga peluru bersarang di kedua tangan korban dan satu lagi menembus punggung bagian kiri korban. Rongga mata sebelah kiri memar akibat pukulan.Semula, korban dikira warga Lombok yang sengaja mencuri di toko yang terletak di ujung perbatasan Banjar Kembang Sari dengan Banjar lain yang masih satu Desa. Namun setelah membalikkan badan korban, beberapa pelaku mengenalinya. Saat itu juga mereka melaporkannya kepada Kelihan Banjar setempat.Wayan Wena Putera, Kelihan Dinas (Kepala Dusun) Banjar Kembang Sari, membenarkan kejadian tersebut. Wena mengaku, kejadian itu berlangsung pukul 00.15 WITA dini hari tadi. Dirinya mendapatkan laporan saat sedang berkeliling bersama para pecalang mengontrol sekitar Banjar.Bapak yang masih memakai pakaian adat ini mengaku segera menyelamatkan korban, sebelum menangkap pelaku penembakan.Wena yang juga bertugas sebagai polisi di Polres Badung menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran besar. Meski korban ditemukan hendak mencuri, sebaiknya tidak melakukan perbuatan di luar hukum.&amp;quot;Bukan berarti saya membela warga, namun kami tetap akan mencari pelaku penganiayaan dan penembakan ini,&amp;quot; ungkapnya.Korban sempat dilarikan ke RS Kapal Badung, namun akhirnya dirujuk ke RS Sanglah. Korban sempat menjalani bedah ringan pengangkatan peluru dari kedua tangannya, namun sempat kesulitan saat mengambil peluru yang ada di punggung.Pagi hari korban menjalani scan dan diobservasi beberapa saat di trige bedah IRD Sanglah. Baru pada pukul 12.00 WITA korban menjalani operasi.Menurut salah satu dokter residen, peluru itu menembus sangat dalam. Bahkan sampai menembus hati. &amp;quot;Kita menunggu hasil operasinya,&amp;quot; pungkas dokter itu.  </content:encoded></item></channel></rss>
