<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Jombang Bakar Perahu Penambang Liar</title><description>Sejumlah warga dari 13 desa di Kecamatan Megaluh, Jombang, hilang kesabaran. Mereka membakar perahu salah satu penambang pasir liar di Sungai Brantas.    </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/16/1/92122/warga-jombang-bakar-perahu-penambang-liar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/16/1/92122/warga-jombang-bakar-perahu-penambang-liar"/><item><title>Warga Jombang Bakar Perahu Penambang Liar</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/16/1/92122/warga-jombang-bakar-perahu-penambang-liar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/16/1/92122/warga-jombang-bakar-perahu-penambang-liar</guid><pubDate>Minggu 16 Maret 2008 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tritus Julan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JOMBANG - Sejumlah warga dari 13 desa di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, hilang kesabaran. Mereka membakar perahu salah satu penambang pasir liar di Sungai Brantas.Aksi anarkis ini dipicu kemarahan warga atas penambangan pasir liar yang marak terjadi di sungai yang melintas di desanya itu. Warga khawatir, jika wilayah mereka akan menuai imbas dari rusaknya ekosistem akibat ulah penambang.Warga yang sebelumnya bersepakat untuk menghalau para penambang, sejak pagi sudah terlihat berkumpul di pinggiran sungai, Minggu (16/3/2008). Warga Desa Balongsari dan Turi Pinggir yang menjadi pelopor gerakan ini mulai menyisir kawasan sungai yang berpenghuni puluhan perahu dan mesin penyedot pasir (ponton) itu.Warga awalnya hanya meminta kepada penambang untuk beralih tempat. Lantaran imbauan warga tak diindahkan, beberapa warga langsung emosi dan melempari perahu dan ponton dengan batu.Bahkan, salah satu dari warga memakai ketepel untuk mengusir para penambang yang sebelumnnya melakukan perlawanan. Kontan, lemparan batu dan ketepel ini menjadi senjata yang jitu untuk mengusir penambang yang telah bertahun-tahun bercokol itu.Puluhan perahu dan awaknya terbirit-birit menghindari lemparan warga. Bahkan karena takut, salah satu perahu terpaksa ditinggalkan pemilik karena warga yang tak memberi ampun.Salah satu perahu yang ditinggal pemiliknya ini lantas menjadi bulan-bulanan kemarahan warga. Dengan menggunakan bensin, salah satu warga langsung membakar perahu yang terbuat dari kayu itu.Tak puas dengan membakar, warga menenggelamkan perahu dengan menggunakan gergaji mesin dan mematahkan badan perahu. Satu perahu bermuatan pasir inipun tenggelam diiringi kegembiraan warga.Danu, salah satu warga Desa Megaluh mengatakan, aksi kali ini menjadi puncak kemarahan warga. Pasalnya, aksi serupa juga pernah dilakukan beberapa kali, namun tak membuat para penambang pasir jera.  </description><content:encoded>JOMBANG - Sejumlah warga dari 13 desa di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, hilang kesabaran. Mereka membakar perahu salah satu penambang pasir liar di Sungai Brantas.Aksi anarkis ini dipicu kemarahan warga atas penambangan pasir liar yang marak terjadi di sungai yang melintas di desanya itu. Warga khawatir, jika wilayah mereka akan menuai imbas dari rusaknya ekosistem akibat ulah penambang.Warga yang sebelumnya bersepakat untuk menghalau para penambang, sejak pagi sudah terlihat berkumpul di pinggiran sungai, Minggu (16/3/2008). Warga Desa Balongsari dan Turi Pinggir yang menjadi pelopor gerakan ini mulai menyisir kawasan sungai yang berpenghuni puluhan perahu dan mesin penyedot pasir (ponton) itu.Warga awalnya hanya meminta kepada penambang untuk beralih tempat. Lantaran imbauan warga tak diindahkan, beberapa warga langsung emosi dan melempari perahu dan ponton dengan batu.Bahkan, salah satu dari warga memakai ketepel untuk mengusir para penambang yang sebelumnnya melakukan perlawanan. Kontan, lemparan batu dan ketepel ini menjadi senjata yang jitu untuk mengusir penambang yang telah bertahun-tahun bercokol itu.Puluhan perahu dan awaknya terbirit-birit menghindari lemparan warga. Bahkan karena takut, salah satu perahu terpaksa ditinggalkan pemilik karena warga yang tak memberi ampun.Salah satu perahu yang ditinggal pemiliknya ini lantas menjadi bulan-bulanan kemarahan warga. Dengan menggunakan bensin, salah satu warga langsung membakar perahu yang terbuat dari kayu itu.Tak puas dengan membakar, warga menenggelamkan perahu dengan menggunakan gergaji mesin dan mematahkan badan perahu. Satu perahu bermuatan pasir inipun tenggelam diiringi kegembiraan warga.Danu, salah satu warga Desa Megaluh mengatakan, aksi kali ini menjadi puncak kemarahan warga. Pasalnya, aksi serupa juga pernah dilakukan beberapa kali, namun tak membuat para penambang pasir jera.  </content:encoded></item></channel></rss>
