<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI AL Buka Tender Perbaikan Kapal Selam </title><description>TNI AL tetap akan melakukan upaya tender untuk perbaikan kapal selam KRI Nanggala 402 secara menyeluruh. Rencananya, tender akan dibuka mulai pertengahan tahun 2008. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/21/1/93430/tni-al-buka-tender-perbaikan-kapal-selam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/21/1/93430/tni-al-buka-tender-perbaikan-kapal-selam"/><item><title>TNI AL Buka Tender Perbaikan Kapal Selam </title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/21/1/93430/tni-al-buka-tender-perbaikan-kapal-selam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/21/1/93430/tni-al-buka-tender-perbaikan-kapal-selam</guid><pubDate>Jum'at 21 Maret 2008 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - TNI AL tetap akan melakukan upaya tender untuk perbaikan kapal selam KRI Nanggala 402 secara menyeluruh. Rencananya, tender akan dibuka mulai pertengahan tahun 2008.&amp;quot;Kita tetap akan melakukan tender terbuka untuk perbaikan kapal selam KRI Nanggala, jadi tidak dengan melalui tunjuk menunjuk atau melalui rekomendasi dari pihak manapun,&amp;quot; ujar Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo di Jakarta, Kamis (20/3/2008).Hal itu, menurut dia, dilakukan berdasarkan Keppres 80/2003, dan juga bertujuan untuk menghindari adanya permainan-permainan dari pihak tertentu. Selain itu, juga untuk menghindari penyalahgunaan kepentingan oleh pihak-pihak tertentu.Dengan melalui tender tersebut, dapat diketahui kualitas dan kredibilitas dari peserta tender tersebut. Dengan demikian, peserta tender harus benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan total kapal selam KRI Nanggala tersebut.Berdasarkan data yang ada, pada 1997 pemerintah Indonesia sudah memutuskan membeli lima kapal selam Tipe 206 eks-Jerman (buatan tahun 1969-1975), yakni yang semula di AL Jerman dinamai U-13, U-14, U-19, U-20, dan U-21. Bahkan, U-20 semula akan dijadikan sebagai sumber suku cadang. Dua unit akan dibayar lunas, yakni U-13 yang akan jadi KRI Nagarangsang (403) dan U-14 jadi KRI Nagabanda (404). &amp;quot;Namun akibat krisis keuangan tahun 1997, nasib pembelian kapal selam Tipe 206 ini jadi tidak jelas,&amp;quot; ujarnya. Sebelumnya, KRI Cakra dioverhaul (pemeriksaan secara keseluruhan) di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME). Sehingga, KRI Cakra yang perangkat teknologinya buatan 1970-an kini tampil lagi dengan teknologi 1990-an. Saat ini, tercatat beberapa pihak yang tertarik dalam program perbaikan itu seperti HDW Jerman dan Daewoo (Korea Selatan). Bahkan untuk PT. PAL sendiri juga tidak tertutup kemungkinan akan dilibatkan. &amp;quot;Mengenai kemungkinan PT PAL diikutsertakan dalam program tersebut, kita lihat nanti. Yang jelas kita punya komitmen untuk memberdayakan BUMNIS industri pertahanan nasional,&amp;quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - TNI AL tetap akan melakukan upaya tender untuk perbaikan kapal selam KRI Nanggala 402 secara menyeluruh. Rencananya, tender akan dibuka mulai pertengahan tahun 2008.&amp;quot;Kita tetap akan melakukan tender terbuka untuk perbaikan kapal selam KRI Nanggala, jadi tidak dengan melalui tunjuk menunjuk atau melalui rekomendasi dari pihak manapun,&amp;quot; ujar Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo di Jakarta, Kamis (20/3/2008).Hal itu, menurut dia, dilakukan berdasarkan Keppres 80/2003, dan juga bertujuan untuk menghindari adanya permainan-permainan dari pihak tertentu. Selain itu, juga untuk menghindari penyalahgunaan kepentingan oleh pihak-pihak tertentu.Dengan melalui tender tersebut, dapat diketahui kualitas dan kredibilitas dari peserta tender tersebut. Dengan demikian, peserta tender harus benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan total kapal selam KRI Nanggala tersebut.Berdasarkan data yang ada, pada 1997 pemerintah Indonesia sudah memutuskan membeli lima kapal selam Tipe 206 eks-Jerman (buatan tahun 1969-1975), yakni yang semula di AL Jerman dinamai U-13, U-14, U-19, U-20, dan U-21. Bahkan, U-20 semula akan dijadikan sebagai sumber suku cadang. Dua unit akan dibayar lunas, yakni U-13 yang akan jadi KRI Nagarangsang (403) dan U-14 jadi KRI Nagabanda (404). &amp;quot;Namun akibat krisis keuangan tahun 1997, nasib pembelian kapal selam Tipe 206 ini jadi tidak jelas,&amp;quot; ujarnya. Sebelumnya, KRI Cakra dioverhaul (pemeriksaan secara keseluruhan) di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME). Sehingga, KRI Cakra yang perangkat teknologinya buatan 1970-an kini tampil lagi dengan teknologi 1990-an. Saat ini, tercatat beberapa pihak yang tertarik dalam program perbaikan itu seperti HDW Jerman dan Daewoo (Korea Selatan). Bahkan untuk PT. PAL sendiri juga tidak tertutup kemungkinan akan dilibatkan. &amp;quot;Mengenai kemungkinan PT PAL diikutsertakan dalam program tersebut, kita lihat nanti. Yang jelas kita punya komitmen untuk memberdayakan BUMNIS industri pertahanan nasional,&amp;quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
