<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanda Sesalkan Penyebaran Film 'Fitna'</title><description>Pemerintah Belanda mengutuk penyebarluasan film 'Fitna' garapan Geert Wilders. Pernyataan resmi yang disampaikan PM Belanda Jan Pieter Balkenende juga menyesalkan penyebaran film tersebut di internet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/29/1/95677/belanda-sesalkan-penyebaran-film-fitna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/29/1/95677/belanda-sesalkan-penyebaran-film-fitna"/><item><title>Belanda Sesalkan Penyebaran Film 'Fitna'</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/29/1/95677/belanda-sesalkan-penyebaran-film-fitna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/29/1/95677/belanda-sesalkan-penyebaran-film-fitna</guid><pubDate>Sabtu 29 Maret 2008 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Lamtiur Kristin Natalia Malau</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Belanda mengutuk penyebarluasan film 'Fitna' garapan Geert Wilders. Pernyataan resmi pemerintah Belanda tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Belanda Jan Pieter Balkenende. Pieter menyesalkan pencitraan buruk atas Islam yang digambarkan film ini.&amp;quot;Film ini memperlihatkan gambaran kekerasan dan menyatakan bahwa Islam dan Al Quran bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Pemerintah Belanda mengutuk tindakan ini dan para pelakunya,&amp;quot; demikian dinyatakan Pieter dalam keterangan pers yang diterima okezone, Sabtu (29/3/2008).Pemerintah Belanda menyesalkan penyebaran film tersebut di internet. Pemerintah Belanda menolak penafsiran bahwa Islam identik dengan tindak kekerasan dan ekstrimisme, namun justru melihat Islam sebagai korban dari tindak kekerasan.&amp;quot;Oleh karena itu, kami menyesal bahwa Wilders telah mengeluarkan film ini. Kami tidak melihat manfaat dari film ini kecuali hanya untuk menyinggung perasaan. Namun perasaan tersinggung tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan penyerangan dan ancaman,&amp;quot; ungkapnya. Pieter menyatakan, pemerintah Belanda merasa berbesar hati dengan reaksi awal yang terkendali dari organisasi Islam di Belanda. Dalam keterangannya, Pieter juga menyatakan, penyebaran film 'Fitna' tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan agama untuk menaburkan kebencian dan sikap tanpa toleransi.  </description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Belanda mengutuk penyebarluasan film 'Fitna' garapan Geert Wilders. Pernyataan resmi pemerintah Belanda tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Belanda Jan Pieter Balkenende. Pieter menyesalkan pencitraan buruk atas Islam yang digambarkan film ini.&amp;quot;Film ini memperlihatkan gambaran kekerasan dan menyatakan bahwa Islam dan Al Quran bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Pemerintah Belanda mengutuk tindakan ini dan para pelakunya,&amp;quot; demikian dinyatakan Pieter dalam keterangan pers yang diterima okezone, Sabtu (29/3/2008).Pemerintah Belanda menyesalkan penyebaran film tersebut di internet. Pemerintah Belanda menolak penafsiran bahwa Islam identik dengan tindak kekerasan dan ekstrimisme, namun justru melihat Islam sebagai korban dari tindak kekerasan.&amp;quot;Oleh karena itu, kami menyesal bahwa Wilders telah mengeluarkan film ini. Kami tidak melihat manfaat dari film ini kecuali hanya untuk menyinggung perasaan. Namun perasaan tersinggung tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan penyerangan dan ancaman,&amp;quot; ungkapnya. Pieter menyatakan, pemerintah Belanda merasa berbesar hati dengan reaksi awal yang terkendali dari organisasi Islam di Belanda. Dalam keterangannya, Pieter juga menyatakan, penyebaran film 'Fitna' tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan agama untuk menaburkan kebencian dan sikap tanpa toleransi.  </content:encoded></item></channel></rss>
