<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengawasan UN Daerah Dinilai Longgar</title><description>Pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di daerah dinilai lebih longgar dibandingkan di kota-kota besar, kata anggota Komisi X DPR Anwar Arifin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/04/23/1/103077/pengawasan-un-daerah-dinilai-longgar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/04/23/1/103077/pengawasan-un-daerah-dinilai-longgar"/><item><title>Pengawasan UN Daerah Dinilai Longgar</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/04/23/1/103077/pengawasan-un-daerah-dinilai-longgar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/04/23/1/103077/pengawasan-un-daerah-dinilai-longgar</guid><pubDate>Rabu 23 April 2008 08:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di daerah dinilai lebih longgar dibandingkan di kota-kota besar, kata anggota Komisi X DPR Anwar Arifin.    &amp;quot;Dari segi teknis, pengawasan tidak merata. Kalau di kota diawasi dengan sangat ketat. Tapi kalau ke luar kota, itu pengawasan lemah. Makin jauh dari kota, pengawasan menjadi sangat lemah,&amp;quot; kata Anwar kepada okezone, Rabu (23/4/2008).    Dengan demikian, lanjut Anwar, wajar jika kemudian kualitas siswa lulusan di kota-kota besar, jauh lebih baik dibandingkan dari daerah.         &amp;quot;Tapi, kalau di luar kota, angka memang lebih bagus dari yang ada di kota. Karena memang pengawasannya sangat lemah sehingga ada peluang berbagai pihak membantu murid untuk menjawab soal ujian,&amp;quot; jelas Anwar.Ia memberi contoh daerah Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau. Dengan geografis yang demikian, kata Anwar, tentunya sulit untuk melakukan pengawasan yang ketat. &amp;quot;Siapa yang mau awasi di sana,&amp;quot; kata dia.    Selain itu, untuk mengirimkan hasil ujian dari daerah-daerah di Maluku Utara ke kota, kata Anwar, membutuhkan waktu perjalanan hampir sepekan. &amp;quot;Apa yang akan terjadi selama dalam perjalanan?&amp;quot; tutur Anwar.        Catatan lain yang dikemukakan Anwar adalah walaupun DPR selalu meminta agar penerapan standar nasional pendidikan dipenuhi secara holistik. UN, kata dia, sebenarnya hanya salah satu dari 8 standar kelulusan, misalnya, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan. Hal itu, kata dia, belum merata sampai di seluruh Indonesia. &amp;quot;Jadi, bagaimana kita harapkan output yang sama dari proses yang tidak sama. Jadi, itu satu persoalan,&amp;quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di daerah dinilai lebih longgar dibandingkan di kota-kota besar, kata anggota Komisi X DPR Anwar Arifin.    &amp;quot;Dari segi teknis, pengawasan tidak merata. Kalau di kota diawasi dengan sangat ketat. Tapi kalau ke luar kota, itu pengawasan lemah. Makin jauh dari kota, pengawasan menjadi sangat lemah,&amp;quot; kata Anwar kepada okezone, Rabu (23/4/2008).    Dengan demikian, lanjut Anwar, wajar jika kemudian kualitas siswa lulusan di kota-kota besar, jauh lebih baik dibandingkan dari daerah.         &amp;quot;Tapi, kalau di luar kota, angka memang lebih bagus dari yang ada di kota. Karena memang pengawasannya sangat lemah sehingga ada peluang berbagai pihak membantu murid untuk menjawab soal ujian,&amp;quot; jelas Anwar.Ia memberi contoh daerah Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau. Dengan geografis yang demikian, kata Anwar, tentunya sulit untuk melakukan pengawasan yang ketat. &amp;quot;Siapa yang mau awasi di sana,&amp;quot; kata dia.    Selain itu, untuk mengirimkan hasil ujian dari daerah-daerah di Maluku Utara ke kota, kata Anwar, membutuhkan waktu perjalanan hampir sepekan. &amp;quot;Apa yang akan terjadi selama dalam perjalanan?&amp;quot; tutur Anwar.        Catatan lain yang dikemukakan Anwar adalah walaupun DPR selalu meminta agar penerapan standar nasional pendidikan dipenuhi secara holistik. UN, kata dia, sebenarnya hanya salah satu dari 8 standar kelulusan, misalnya, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan. Hal itu, kata dia, belum merata sampai di seluruh Indonesia. &amp;quot;Jadi, bagaimana kita harapkan output yang sama dari proses yang tidak sama. Jadi, itu satu persoalan,&amp;quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
