<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GAI Tegaskan Berbeda dengan Jemaat Ahmadiyah</title><description>Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) Cabang Banyumas menegaskan berbeda dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). GAI mengklaim memiliki perbedaan yang tegas dengan JAI. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/04/29/1/104820/gai-tegaskan-berbeda-dengan-jemaat-ahmadiyah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/04/29/1/104820/gai-tegaskan-berbeda-dengan-jemaat-ahmadiyah"/><item><title>GAI Tegaskan Berbeda dengan Jemaat Ahmadiyah</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/04/29/1/104820/gai-tegaskan-berbeda-dengan-jemaat-ahmadiyah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/04/29/1/104820/gai-tegaskan-berbeda-dengan-jemaat-ahmadiyah</guid><pubDate>Selasa 29 April 2008 03:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ridwan Anshori</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PURWOKERTO - Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) Cabang Banyumas menegaskan berbeda dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). GAI mengklaim memiliki perbedaan yang tegas dengan JAI.Â &amp;quot;GAI dan JAI sangat berbeda, mulai dari prinsip, visi dan misinya,&amp;quot; kata Ketua Majelis Amanah Organisasi GAI Banyumas Rakoen Ahmadi Gusa Sasama, Senin (28/4/2008).Â Perbedaan prinsip itu, kata dia, adalah pengakuan atas Nabi Muhammad SAW. &amp;quot;GAI mengaku Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Sedangkan JAI atau yang disebut Ahmadiyah Qadiyan mengakui masih ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW,&amp;quot; ungkapnya.Dia menambahkan, GAI bukanlah usaha membentuk ajaran baru atau kelompok yang tersesat lainnya. Rakoen menjelaskan, GAI tetap menempatkan diri sebagai bagian bangsa Indonesia sesuai keputusan konggres ke-3 GAI pada 9 Mei 1947 yang digelar di Purwokerto, Jateng. &amp;quot;GAI selalu setia dan mendukung sikap pemerintah,&amp;quot; imbuhnya. Â Sementara itu, anggota Majelis Amanah Organisasi GAI Banyumas M Sardiman menambahkan, hingga saat ini anggotaan GAI di Banyumas sekitar 500 orang. &amp;quot;GAI bukanlah organisasi yang merekrut banyak anggota, tetapi GAI sebagai siar agama ke masyarakat,&amp;quot; jelasnya. </description><content:encoded>PURWOKERTO - Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) Cabang Banyumas menegaskan berbeda dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). GAI mengklaim memiliki perbedaan yang tegas dengan JAI.Â &amp;quot;GAI dan JAI sangat berbeda, mulai dari prinsip, visi dan misinya,&amp;quot; kata Ketua Majelis Amanah Organisasi GAI Banyumas Rakoen Ahmadi Gusa Sasama, Senin (28/4/2008).Â Perbedaan prinsip itu, kata dia, adalah pengakuan atas Nabi Muhammad SAW. &amp;quot;GAI mengaku Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Sedangkan JAI atau yang disebut Ahmadiyah Qadiyan mengakui masih ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW,&amp;quot; ungkapnya.Dia menambahkan, GAI bukanlah usaha membentuk ajaran baru atau kelompok yang tersesat lainnya. Rakoen menjelaskan, GAI tetap menempatkan diri sebagai bagian bangsa Indonesia sesuai keputusan konggres ke-3 GAI pada 9 Mei 1947 yang digelar di Purwokerto, Jateng. &amp;quot;GAI selalu setia dan mendukung sikap pemerintah,&amp;quot; imbuhnya. Â Sementara itu, anggota Majelis Amanah Organisasi GAI Banyumas M Sardiman menambahkan, hingga saat ini anggotaan GAI di Banyumas sekitar 500 orang. &amp;quot;GAI bukanlah organisasi yang merekrut banyak anggota, tetapi GAI sebagai siar agama ke masyarakat,&amp;quot; jelasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
