<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepergok Bercinta, Kades Diarak warga</title><description>Kepala Desa (Kades) Gemantar, Kecamatan Mondokan, Sragen Jawa Tengah, LS (45), diarak ratusan warga menuju kantor Polisi, Jumat dini hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/05/03/1/106026/kepergok-bercinta-kades-diarak-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/05/03/1/106026/kepergok-bercinta-kades-diarak-warga"/><item><title>Kepergok Bercinta, Kades Diarak warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/05/03/1/106026/kepergok-bercinta-kades-diarak-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/05/03/1/106026/kepergok-bercinta-kades-diarak-warga</guid><pubDate>Sabtu 03 Mei 2008 02:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ary Wahyu Wibowo</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SRAGEN - Kepala Desa (Kades) Gemantar, Kecamatan Mondokan, Sragen Jawa Tengah, LS (45), diarak ratusan warga menuju kantor Polisi, Jumat dini hari. Ini terjadi setelah LS diduga berselingkuh dengan engan TM (30), warganya sendiri. Warga yang geram kemudian melakukan penggrebekan saat LS bertandang ke rumah LS.Informasi yang diperoleh, Jumat (2/5/2008), sekira pukul 23.00 WIB, LS kepergok pemuda desa setempat tengah bertandang ke rumah TM. Jauh hari warga memang mempunyai kecurigaan jika TS dan TM melakukan perselingkuhan.Terlebih pada waktu itu TS datang malam hari. Sementara, suami TM sedang tidak ada di rumah. Warga yang curiga kemudian melakukan pengintaian.Alangkah kagetnya mereka ketika melihat keduanya sedangÂ  berhubungan layaknya suami istri. Warga yang berang spontan langsung melakukan penggrebekan.&amp;quot;Kami sudah lama curiga, biasanya dia bertandang siang-siang, sekarang kok tengah malam,&amp;quot; ujar Jumadi (20), warga setempat.Setelah tertangkap basah, TS dan TM akhirnya tidak berkelit. Dengan masih berbalut kain jarit, keduanya langsung dibawa ke rumah ketua pemuda setempat, Santoso (36), untuk dimintai keterangan. &amp;quot;Saat itu keduanya masih tanpa busana, hanya berbalut kain jarit saja,&amp;quot; tutur Santoso.Sementara, ratusan warga yang mengetahui adanya kegaduhan langsung berdatangan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keduanya dibawa ke Mapolsek Mondokan.Namun karena tidak ada kendaraan keduanya terpaksa dibawa dengan berjalan kaki menuju kantor Polisi yang jaraknya 1,5 kilometer. Sementara, ratusan warga mengiringinya dari belakang.  </description><content:encoded>SRAGEN - Kepala Desa (Kades) Gemantar, Kecamatan Mondokan, Sragen Jawa Tengah, LS (45), diarak ratusan warga menuju kantor Polisi, Jumat dini hari. Ini terjadi setelah LS diduga berselingkuh dengan engan TM (30), warganya sendiri. Warga yang geram kemudian melakukan penggrebekan saat LS bertandang ke rumah LS.Informasi yang diperoleh, Jumat (2/5/2008), sekira pukul 23.00 WIB, LS kepergok pemuda desa setempat tengah bertandang ke rumah TM. Jauh hari warga memang mempunyai kecurigaan jika TS dan TM melakukan perselingkuhan.Terlebih pada waktu itu TS datang malam hari. Sementara, suami TM sedang tidak ada di rumah. Warga yang curiga kemudian melakukan pengintaian.Alangkah kagetnya mereka ketika melihat keduanya sedangÂ  berhubungan layaknya suami istri. Warga yang berang spontan langsung melakukan penggrebekan.&amp;quot;Kami sudah lama curiga, biasanya dia bertandang siang-siang, sekarang kok tengah malam,&amp;quot; ujar Jumadi (20), warga setempat.Setelah tertangkap basah, TS dan TM akhirnya tidak berkelit. Dengan masih berbalut kain jarit, keduanya langsung dibawa ke rumah ketua pemuda setempat, Santoso (36), untuk dimintai keterangan. &amp;quot;Saat itu keduanya masih tanpa busana, hanya berbalut kain jarit saja,&amp;quot; tutur Santoso.Sementara, ratusan warga yang mengetahui adanya kegaduhan langsung berdatangan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keduanya dibawa ke Mapolsek Mondokan.Namun karena tidak ada kendaraan keduanya terpaksa dibawa dengan berjalan kaki menuju kantor Polisi yang jaraknya 1,5 kilometer. Sementara, ratusan warga mengiringinya dari belakang.  </content:encoded></item></channel></rss>
