<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Riau Keluarkan Fatwa Telepon Santet</title><description>Merebaknya teror santet melalui telepon genggam yang semakin menghantui warga Riau mendapat perhatian serius dari MUI Pekanbaru. Bahkan MUI langsung mengelurkan fatwa</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/05/10/1/107986/mui-riau-keluarkan-fatwa-telepon-santet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/05/10/1/107986/mui-riau-keluarkan-fatwa-telepon-santet"/><item><title>MUI Riau Keluarkan Fatwa Telepon Santet</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/05/10/1/107986/mui-riau-keluarkan-fatwa-telepon-santet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/05/10/1/107986/mui-riau-keluarkan-fatwa-telepon-santet</guid><pubDate>Sabtu 10 Mei 2008 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PEKANBARU - Merebaknya teror santet melalui telepon genggam yang semakin menghantui warga Riau mendapat perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru. Bahkan untuk menciptakan keamanan dan ketanangan bagi masyarakat MUI langsung mengelurkan fatwaÂ Hal itu dikatakan Ketua UI Pekanbaru Ilyas Husti dalam perbincangan dengan okezone Jumat (9/5/2008) kalau ada warga Riau yang meninggal gara-gara disantet dari telpon bernomor merah yang katanya bisa membawa mautÂ &amp;quot;Berita ini sudah sangat meresahkan masyarakat luas. Dan saya harap pihak aparat harus bertindak tegas untuk mengusut kabar ini. Sedangkan dalam hal ini MUI telah mengeluarkan fatwa kalau berita itu hanya isu dan tidak benar. Dan saya harap warga jangan mudah percaya,&amp;quot; terang Ilyas.Â Fatwa itu disampaikan setelah MUI Pekanbaru melakukan dialog dengan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Pekanbaru&amp;quot;Jadi fatwa kita ini nantinya akan kita kabarkan melalui pengajian dan ceramah-ceramah agama yang khusus mengenai adanya teror santet melalui telpon genggam. Bahwa itu tidak benar,&amp;quot; imbuh Ilyas.Â Menurut Ilyas kepercayaan atas hal seperti itu bias membuat umat semakin jauh dengan ilmu agama. &amp;quot;Kalau percaya dengan yang seperti itu, itu namanya syirik dan syirik adalah dosa besar. Perbuatan yang dilakukan dari penyebar SMS itu adalah perbuatan untuk mendangkalkan aqidah manusia,&amp;quot; jelas IlyasÂ Menanggapi tentang adanya warga yang menjadi korban tentang santet itu, Ilyas menepisnya. &amp;quot;Tidak benarlah semua itu. Karena rezeki, jodoh dan maut itu Allah yang menentukan,&amp;quot; tandasnya. </description><content:encoded>PEKANBARU - Merebaknya teror santet melalui telepon genggam yang semakin menghantui warga Riau mendapat perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru. Bahkan untuk menciptakan keamanan dan ketanangan bagi masyarakat MUI langsung mengelurkan fatwaÂ Hal itu dikatakan Ketua UI Pekanbaru Ilyas Husti dalam perbincangan dengan okezone Jumat (9/5/2008) kalau ada warga Riau yang meninggal gara-gara disantet dari telpon bernomor merah yang katanya bisa membawa mautÂ &amp;quot;Berita ini sudah sangat meresahkan masyarakat luas. Dan saya harap pihak aparat harus bertindak tegas untuk mengusut kabar ini. Sedangkan dalam hal ini MUI telah mengeluarkan fatwa kalau berita itu hanya isu dan tidak benar. Dan saya harap warga jangan mudah percaya,&amp;quot; terang Ilyas.Â Fatwa itu disampaikan setelah MUI Pekanbaru melakukan dialog dengan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Pekanbaru&amp;quot;Jadi fatwa kita ini nantinya akan kita kabarkan melalui pengajian dan ceramah-ceramah agama yang khusus mengenai adanya teror santet melalui telpon genggam. Bahwa itu tidak benar,&amp;quot; imbuh Ilyas.Â Menurut Ilyas kepercayaan atas hal seperti itu bias membuat umat semakin jauh dengan ilmu agama. &amp;quot;Kalau percaya dengan yang seperti itu, itu namanya syirik dan syirik adalah dosa besar. Perbuatan yang dilakukan dari penyebar SMS itu adalah perbuatan untuk mendangkalkan aqidah manusia,&amp;quot; jelas IlyasÂ Menanggapi tentang adanya warga yang menjadi korban tentang santet itu, Ilyas menepisnya. &amp;quot;Tidak benarlah semua itu. Karena rezeki, jodoh dan maut itu Allah yang menentukan,&amp;quot; tandasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
