<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes: WHO Masih Olah MTA untuk Indonesia</title><description>   Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini masih mengolah Mutual Transfer Agreement (MTA) mengenai pertukaran virus untuk Indonesia.  Â </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/05/16/1/109758/menkes-who-masih-olah-mta-untuk-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/05/16/1/109758/menkes-who-masih-olah-mta-untuk-indonesia"/><item><title>Menkes: WHO Masih Olah MTA untuk Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/05/16/1/109758/menkes-who-masih-olah-mta-untuk-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/05/16/1/109758/menkes-who-masih-olah-mta-untuk-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 16 Mei 2008 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini masih mengolah Mutual Transfer Agreement (MTA) mengenai pertukaran virus untuk Indonesia.  Oleh sebab itu, Indonesia akan tetap menghentikan pengiriman sampel virus ke badan tersebut sampai dengan diselesaikannya MTA tersebut.  Keterangan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan  RI, Siti Fadillah Supari kepada Okezone (16/5/2008).&amp;quot;WHO masih ngolah MTA, jadi pengiriman (virus) kita stop dulu, terakhir itu bulan april,&amp;quot; katanya.  Seperti diketahui pada Januari 2007, Menteri Kesehatan  RI memutuskan untuk melawan sistem pertukaran virus yang diprakarsai WHO selama 50 tahun, dengan alasan sistem tersebut tidak adil bagi negara-negara berkembang.Siti khawatir perusahaan-perusahaan farmasi akan menggunakan virus asal Indonesia untuk mengembangkan vaksin yang dihargai mahal, sehingga tidak terjangkau negara-negara berkembang termasuk Indonesia.  Tindakan heroiknya tersebut menuai protes dari pakar kesehatan internasional yang khawatir terjadi mutasi virus di Indonesia dan berbahaya bagi seluruh dunia.  Â   Â     </description><content:encoded>  JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini masih mengolah Mutual Transfer Agreement (MTA) mengenai pertukaran virus untuk Indonesia.  Oleh sebab itu, Indonesia akan tetap menghentikan pengiriman sampel virus ke badan tersebut sampai dengan diselesaikannya MTA tersebut.  Keterangan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan  RI, Siti Fadillah Supari kepada Okezone (16/5/2008).&amp;quot;WHO masih ngolah MTA, jadi pengiriman (virus) kita stop dulu, terakhir itu bulan april,&amp;quot; katanya.  Seperti diketahui pada Januari 2007, Menteri Kesehatan  RI memutuskan untuk melawan sistem pertukaran virus yang diprakarsai WHO selama 50 tahun, dengan alasan sistem tersebut tidak adil bagi negara-negara berkembang.Siti khawatir perusahaan-perusahaan farmasi akan menggunakan virus asal Indonesia untuk mengembangkan vaksin yang dihargai mahal, sehingga tidak terjangkau negara-negara berkembang termasuk Indonesia.  Tindakan heroiknya tersebut menuai protes dari pakar kesehatan internasional yang khawatir terjadi mutasi virus di Indonesia dan berbahaya bagi seluruh dunia.  Â   Â     </content:encoded></item></channel></rss>
