<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GP Ansor DIY Kutuk Keras Insiden Monas</title><description>Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIY melihat bahwa kasus penyerangan Laskar Pembela Islam terhadap peserta aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) 1 Juni lalu di Monas merupakan betuk penganiayaan dan pengkhianatan terhadap Pancasila.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/04/1/115542/gp-ansor-diy-kutuk-keras-insiden-monas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/06/04/1/115542/gp-ansor-diy-kutuk-keras-insiden-monas"/><item><title>GP Ansor DIY Kutuk Keras Insiden Monas</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/04/1/115542/gp-ansor-diy-kutuk-keras-insiden-monas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/06/04/1/115542/gp-ansor-diy-kutuk-keras-insiden-monas</guid><pubDate>Rabu 04 Juni 2008 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Satria Nugraha</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIY melihat bahwa kasus penyerangan Laskar Pembela Islam terhadap peserta aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) 1 Juni lalu di Monas merupakan betuk penganiayaan dan pengkhianatan terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi semangat kebhinekaan. Selain itu tindakan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya tindakan tidak bermoral dan tidak mencerminkan ajaran Islam.Â &amp;quot;Tindakan kemarin FPI di Monas menunjukkan kepada kita bahwa mereka itu jelas tidak punya moral, tidak mencerminkan ajaran Islam dan mengkhianati Pancasila yang mengakomodir kebhinekaan,&amp;quot; kata Wakil Ketua GP Ansor DIY Arief Fauzi Marzuki dalam pernyataan sikapnya di kantor DPW NU DIY, Rabu (4/6/2008).Â Menurut GP Ansor DIY lanjut Arief, terkait sikap represif FPI tersebut mereka mengutuk keras dan mendesak kepada Presiden SBY untuk mengambil sikap tegas terhadap ormas-ormas yang senang dan terbukti sering melakukan aksi-aksi kekerasan ini.Â &amp;quot;Prinsip kita bukan FPI-nya sih, tapi sikap kekerasan itu yang tidak bisa dibenarkan,&amp;quot; katanya.Â Di sisi lain, GP Ansor DIY juga mengimbau kepada seluruh elemen NU di seluruh Indonesia dan DIY khususnya agarÂ  menahan diri dan tidak mudah terpancing dengan provokasi dari pihak mana pun. Apalagi beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalahpahaman antara anggota Banser dengan FPI DIY yang mengakibatkan 5 anggota Banser DIY mendapat perlakukan kasar dan pemukulan dari anggota FPI.Â &amp;quot;Jangan sampai terjadi aksi anarkis di kemudian hari. Kita galakkan gerakan cinta damai dan bisa menahan diri untuk tak mudah terpancing provokasi pihak mana pun,&amp;quot; jelasnya. </description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIY melihat bahwa kasus penyerangan Laskar Pembela Islam terhadap peserta aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) 1 Juni lalu di Monas merupakan betuk penganiayaan dan pengkhianatan terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi semangat kebhinekaan. Selain itu tindakan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya tindakan tidak bermoral dan tidak mencerminkan ajaran Islam.Â &amp;quot;Tindakan kemarin FPI di Monas menunjukkan kepada kita bahwa mereka itu jelas tidak punya moral, tidak mencerminkan ajaran Islam dan mengkhianati Pancasila yang mengakomodir kebhinekaan,&amp;quot; kata Wakil Ketua GP Ansor DIY Arief Fauzi Marzuki dalam pernyataan sikapnya di kantor DPW NU DIY, Rabu (4/6/2008).Â Menurut GP Ansor DIY lanjut Arief, terkait sikap represif FPI tersebut mereka mengutuk keras dan mendesak kepada Presiden SBY untuk mengambil sikap tegas terhadap ormas-ormas yang senang dan terbukti sering melakukan aksi-aksi kekerasan ini.Â &amp;quot;Prinsip kita bukan FPI-nya sih, tapi sikap kekerasan itu yang tidak bisa dibenarkan,&amp;quot; katanya.Â Di sisi lain, GP Ansor DIY juga mengimbau kepada seluruh elemen NU di seluruh Indonesia dan DIY khususnya agarÂ  menahan diri dan tidak mudah terpancing dengan provokasi dari pihak mana pun. Apalagi beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalahpahaman antara anggota Banser dengan FPI DIY yang mengakibatkan 5 anggota Banser DIY mendapat perlakukan kasar dan pemukulan dari anggota FPI.Â &amp;quot;Jangan sampai terjadi aksi anarkis di kemudian hari. Kita galakkan gerakan cinta damai dan bisa menahan diri untuk tak mudah terpancing provokasi pihak mana pun,&amp;quot; jelasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
