<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Model Kampanye 2009 Akan Variatif</title><description>Model kampanye 2009 tidak akan dibatasi pada bentuk yang konvensional saja. RUU Pilpres rencananya akan mengatur banyak model kampanye untuk pemilu 2009 mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/11/1/117725/model-kampanye-2009-akan-variatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/06/11/1/117725/model-kampanye-2009-akan-variatif"/><item><title>Model Kampanye 2009 Akan Variatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/11/1/117725/model-kampanye-2009-akan-variatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/06/11/1/117725/model-kampanye-2009-akan-variatif</guid><pubDate>Rabu 11 Juni 2008 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Model kampanye 2009 tidak akan dibatasi pada bentuk yang konvensional saja. RUU Pilpres rencananya akan mengatur banyak model kampanye untuk pemilu 2009 mendatang.    &amp;quot;Kita tidak membatasi bentuk kampanye pada model konvensional saja, tapi akan sangat variatif seperti debat, iklan, dan sebagainya,&amp;quot; ujar Ketua Pansus RUU Pilpres, Ferry Musyidan Baldan dalam diskusi Mencari Tokoh Pemimpin Nasional di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/6/2008).    Ferry menambahkan, pihaknya juga tidak akan membatasi media-media yang akan dipergunakan untuk berkampanye. Namun, batasan-batasan normatif seperti black campaign akan tetap diatur dalam RUU Pilpres tersebut.    &amp;quot;Motif seseorang untuk memilih kandidat sangat beragam, kita jangan pernah berpikir menyeragamkan motivasi seseorang untuk memilih. Karena ada orang yang senang dengan debat, juga ada yang senang karena wajahnya dan daya tarik lainnya,&amp;quot; jelasnya.    Fery pun mengatakan, pihaknya saat ini tengah memikirkan mekanisme kampanye pada malam hari. Kampanye model seperti ini dinilainya bisa menjadi ruang yang dapat memberikan kesempatan cukup banyak pada masyarakat untuk berinteraksi pada calon pilihannya.    &amp;quot;Kita akan mengatur mekanisme yang memberikan kesempatan pada orang untuk menentukan pilihan dan mengenal calon. Bahkan kita sudah memikirkan mekanisme kampanye pada malam hari,&amp;quot; tandasnya.(lut)  Â     </description><content:encoded>JAKARTA - Model kampanye 2009 tidak akan dibatasi pada bentuk yang konvensional saja. RUU Pilpres rencananya akan mengatur banyak model kampanye untuk pemilu 2009 mendatang.    &amp;quot;Kita tidak membatasi bentuk kampanye pada model konvensional saja, tapi akan sangat variatif seperti debat, iklan, dan sebagainya,&amp;quot; ujar Ketua Pansus RUU Pilpres, Ferry Musyidan Baldan dalam diskusi Mencari Tokoh Pemimpin Nasional di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/6/2008).    Ferry menambahkan, pihaknya juga tidak akan membatasi media-media yang akan dipergunakan untuk berkampanye. Namun, batasan-batasan normatif seperti black campaign akan tetap diatur dalam RUU Pilpres tersebut.    &amp;quot;Motif seseorang untuk memilih kandidat sangat beragam, kita jangan pernah berpikir menyeragamkan motivasi seseorang untuk memilih. Karena ada orang yang senang dengan debat, juga ada yang senang karena wajahnya dan daya tarik lainnya,&amp;quot; jelasnya.    Fery pun mengatakan, pihaknya saat ini tengah memikirkan mekanisme kampanye pada malam hari. Kampanye model seperti ini dinilainya bisa menjadi ruang yang dapat memberikan kesempatan cukup banyak pada masyarakat untuk berinteraksi pada calon pilihannya.    &amp;quot;Kita akan mengatur mekanisme yang memberikan kesempatan pada orang untuk menentukan pilihan dan mengenal calon. Bahkan kita sudah memikirkan mekanisme kampanye pada malam hari,&amp;quot; tandasnya.(lut)  Â     </content:encoded></item></channel></rss>
