<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Geng Nero Tambah Kompleks Persoalan Pendidikan</title><description>Kenakalan remaja di luar batas kewajaran yang ditunjukan anggota geng Nero dinilai memiliki erat kaitannya dengan semakin mudahnya informasi dan hiburan yang tanpa batas diakses oleh para pelajar. Akibatnya, pelajar seringkali menjadi korban arus informasi yang berujung pada degradasi moral. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/19/1/120057/kasus-geng-nero-tambah-kompleks-persoalan-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/06/19/1/120057/kasus-geng-nero-tambah-kompleks-persoalan-pendidikan"/><item><title>Kasus Geng Nero Tambah Kompleks Persoalan Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/19/1/120057/kasus-geng-nero-tambah-kompleks-persoalan-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/06/19/1/120057/kasus-geng-nero-tambah-kompleks-persoalan-pendidikan</guid><pubDate>Kamis 19 Juni 2008 08:15 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Â Kenakalan remaja di luar batas kewajaran yang ditunjukan anggota geng Nero dinilai memiliki erat kaitannya dengan semakin mudahnya informasi dan hiburan yang tanpa batas diakses oleh para pelajar. Akibatnya, pelajarmenjadi korban arus informasi yang berujung pada degradasi moral.&amp;quot;Sayangnya perkembangan informasi yang sangat cepat ini belum bisa memberikan manfaat maksimal terhadap pelajar,&amp;quot; ujar Â angggota Komisi X dari FPKS, Abdi Sumaithi, Kamis (19/6/2008).   Saat ini segala jenis informasi - baik dari internet, televisi, maupun media cetakÂ  dapat diakses dengan mudah oleh siapapun, termasuk para pelajar. Kerugian besar akhirnya diderita oleh para pelajar yang tidak memiliki perlindungan diri kuat.Â   &amp;quot;Inilah yang menjadi salah satu latar belakang terbentuknya kelompok semacam Geng Nero yang meresahkan masyarakat,&amp;quot; terang Abdi.  Lebih lanjut, Abdi menyatakan bahwa kasus Geng Nero telah menambah kompleksitas persoalan pendidikan di tanah air.Â  &amp;quot;Jika dibiarkan, dapat mereduksi nilai-nilai dasar yang menjadi jati diri bangsa,&amp;quot; tegas Abdi.Â    Hal tersebut pada gilirannya akan memunculkan arogansi kelompok, peningkatan tindak kekerasan, dan rendahnya imunitas terhadap berbagai faktor destruktif.  Fenomena berbahaya tersebut, menurut Abdi, harus ditangani dengan membangun kembali karakter bangsa.Â  &amp;quot;Solusinya ialah dengan memperkuat pembangunan karakter bangsa,&amp;quot; tukas Abdi.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Â Kenakalan remaja di luar batas kewajaran yang ditunjukan anggota geng Nero dinilai memiliki erat kaitannya dengan semakin mudahnya informasi dan hiburan yang tanpa batas diakses oleh para pelajar. Akibatnya, pelajarmenjadi korban arus informasi yang berujung pada degradasi moral.&amp;quot;Sayangnya perkembangan informasi yang sangat cepat ini belum bisa memberikan manfaat maksimal terhadap pelajar,&amp;quot; ujar Â angggota Komisi X dari FPKS, Abdi Sumaithi, Kamis (19/6/2008).   Saat ini segala jenis informasi - baik dari internet, televisi, maupun media cetakÂ  dapat diakses dengan mudah oleh siapapun, termasuk para pelajar. Kerugian besar akhirnya diderita oleh para pelajar yang tidak memiliki perlindungan diri kuat.Â   &amp;quot;Inilah yang menjadi salah satu latar belakang terbentuknya kelompok semacam Geng Nero yang meresahkan masyarakat,&amp;quot; terang Abdi.  Lebih lanjut, Abdi menyatakan bahwa kasus Geng Nero telah menambah kompleksitas persoalan pendidikan di tanah air.Â  &amp;quot;Jika dibiarkan, dapat mereduksi nilai-nilai dasar yang menjadi jati diri bangsa,&amp;quot; tegas Abdi.Â    Hal tersebut pada gilirannya akan memunculkan arogansi kelompok, peningkatan tindak kekerasan, dan rendahnya imunitas terhadap berbagai faktor destruktif.  Fenomena berbahaya tersebut, menurut Abdi, harus ditangani dengan membangun kembali karakter bangsa.Â  &amp;quot;Solusinya ialah dengan memperkuat pembangunan karakter bangsa,&amp;quot; tukas Abdi.    </content:encoded></item></channel></rss>
