<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Kekerasan Biasa Terjadi di Sekolah Asrama</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai kekerasan yang terjadi di tempat pendidikan, biasanya terjadi di sekolah yang berasrama. Makanya, pengawasan di sekolah tersebut harus ditingkatkan.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/20/1/120527/wapres-kekerasan-biasa-terjadi-di-sekolah-asrama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/06/20/1/120527/wapres-kekerasan-biasa-terjadi-di-sekolah-asrama"/><item><title>Wapres: Kekerasan Biasa Terjadi di Sekolah Asrama</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/06/20/1/120527/wapres-kekerasan-biasa-terjadi-di-sekolah-asrama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/06/20/1/120527/wapres-kekerasan-biasa-terjadi-di-sekolah-asrama</guid><pubDate>Jum'at 20 Juni 2008 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Lamtiur Kristin Natalia Malau</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai kekerasan yang terjadi di tempat pendidikan, biasanya terjadi di sekolah yang berasrama. Makanya, pengawasan di sekolah tersebut harus ditingkatkan.    &amp;quot;Kekerasan itu biasa terjadi di sekolah berasrama. Tergantung pimpinannya. Faktornya antara lain asrama yang sempit, mahasiswanya terlalu banyak dan tidak ada pengawasan yang baik,&amp;quot; ujar Kalla menanggapi kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), di Istana Wapres, Jumat (20/6/2008).    Dia menilai kekerasan yang terjadi biasanya merupakan tradisi yang berbentuk antar generasi. Meski begitu, menurutnya, kondisi saat ini sudah lebih baik dibandingkan dahulu.    &amp;quot;Dulu jauh lebih keras lagi. Waktu jaman saya kuliah dulu lebih keras. Sekarang kalau dibanding dulu sudah berangsur baik,&amp;quot; paparnya.    </description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai kekerasan yang terjadi di tempat pendidikan, biasanya terjadi di sekolah yang berasrama. Makanya, pengawasan di sekolah tersebut harus ditingkatkan.    &amp;quot;Kekerasan itu biasa terjadi di sekolah berasrama. Tergantung pimpinannya. Faktornya antara lain asrama yang sempit, mahasiswanya terlalu banyak dan tidak ada pengawasan yang baik,&amp;quot; ujar Kalla menanggapi kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), di Istana Wapres, Jumat (20/6/2008).    Dia menilai kekerasan yang terjadi biasanya merupakan tradisi yang berbentuk antar generasi. Meski begitu, menurutnya, kondisi saat ini sudah lebih baik dibandingkan dahulu.    &amp;quot;Dulu jauh lebih keras lagi. Waktu jaman saya kuliah dulu lebih keras. Sekarang kalau dibanding dulu sudah berangsur baik,&amp;quot; paparnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
