<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Diminta Hentikan Pungli Sekolah</title><description> Indonesian Coruption Wacth (ICW) meminta kepada pemerintah agar dapat menghentikan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di sejumlah sekolah dasar pada tahun ajaran baru ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/07/15/1/127671/pemerintah-diminta-hentikan-pungli-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/07/15/1/127671/pemerintah-diminta-hentikan-pungli-sekolah"/><item><title>Pemerintah Diminta Hentikan Pungli Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/07/15/1/127671/pemerintah-diminta-hentikan-pungli-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/07/15/1/127671/pemerintah-diminta-hentikan-pungli-sekolah</guid><pubDate>Selasa 15 Juli 2008 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Indonesian Coruption Wacth (ICW) meminta kepada pemerintah agar dapat menghentikan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di sejumlah sekolah dasar pada tahun ajaran baru ini.&amp;quot;Pemerintah harus lebih mempermudah proses dan mekanisme PSB. Kalau sekolah mendapatkan kekurangan dana seharusnya tidak langsung meminta ke orang tua murid melainkan usaha ke pemerintah dulu,&amp;quot; ujar Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Indonesian Coruption Wacth (ICW) Febri Hendri, kepada okezone, Jakarta, Selasa (15/7/2008).Selama ini, lanjut dia, orang tua yang menjadi korban pungli sekolah mengaku terpaksa mengabulkan permintaan sekolah tersebut karena mendapatkan efek psikologis.&amp;quot;Para orang tua merasa malu kalau tidak ikut membayar. Mereka kena efek psikologis. Mereka khawatir kalau tidak ikut bayar anaknya akan diperlakukan secara diskriminatif,&amp;quot; tandasnya.Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah agar segera menghentikan praktik pungli di sekolah dengan cara menaikkan anggaran pendidikan serta memberantas tindakan korupsi di sekolah.&amp;quot;Anggaran pendidikan harus dinaikkan, tetapi alokasi dananya harus diprioritaskan langsung ke sekolah. Karena selama ini anggaran justru membengkak di lingkungan birokrasi seperti Departemen dan Dinas Pendidikan,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Indonesian Coruption Wacth (ICW) meminta kepada pemerintah agar dapat menghentikan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di sejumlah sekolah dasar pada tahun ajaran baru ini.&amp;quot;Pemerintah harus lebih mempermudah proses dan mekanisme PSB. Kalau sekolah mendapatkan kekurangan dana seharusnya tidak langsung meminta ke orang tua murid melainkan usaha ke pemerintah dulu,&amp;quot; ujar Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Indonesian Coruption Wacth (ICW) Febri Hendri, kepada okezone, Jakarta, Selasa (15/7/2008).Selama ini, lanjut dia, orang tua yang menjadi korban pungli sekolah mengaku terpaksa mengabulkan permintaan sekolah tersebut karena mendapatkan efek psikologis.&amp;quot;Para orang tua merasa malu kalau tidak ikut membayar. Mereka kena efek psikologis. Mereka khawatir kalau tidak ikut bayar anaknya akan diperlakukan secara diskriminatif,&amp;quot; tandasnya.Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah agar segera menghentikan praktik pungli di sekolah dengan cara menaikkan anggaran pendidikan serta memberantas tindakan korupsi di sekolah.&amp;quot;Anggaran pendidikan harus dinaikkan, tetapi alokasi dananya harus diprioritaskan langsung ke sekolah. Karena selama ini anggaran justru membengkak di lingkungan birokrasi seperti Departemen dan Dinas Pendidikan,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
