<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantul Kembangkan Tanaman Pangan di Lahan Pasir</title><description>Sebanyak 1.400 hektar lahan pasir yang berada di Kecamatan Kretek, Srandakan dan Sanden akan dikembangkan menjadi lahan pertanian tanaman pangan.   </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/07/21/1/129487/bantul-kembangkan-tanaman-pangan-di-lahan-pasir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/07/21/1/129487/bantul-kembangkan-tanaman-pangan-di-lahan-pasir"/><item><title>Bantul Kembangkan Tanaman Pangan di Lahan Pasir</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/07/21/1/129487/bantul-kembangkan-tanaman-pangan-di-lahan-pasir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/07/21/1/129487/bantul-kembangkan-tanaman-pangan-di-lahan-pasir</guid><pubDate>Senin 21 Juli 2008 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Daru Waskita</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANTUL - Sebanyak 1.400 hektar lahan pasir yang berada di Kecamatan Kretek, Srandakan dan Sanden akan dikembangkan menjadi lahan pertanian tanaman pangan.     Saat ini lahan tersebut sudah mulai ditanami berbagai jenis tanaman pertanian seperti bawang merah, kacang-kacangan, jagung namun hasilnya masih sangat minim atau kurang produktif.     Permasalahan pasokan air untuk irigasi dan lahan yang sebagian pasir perlu ada pemikiran untuk membuat lahan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan tanaman pertanian.    &amp;quot;Pada tahap awalnya pihak pemerintah Provinsi DIY telah membuat &amp;quot;embung&amp;quot; (tempat penampungan air untuk irigasi) yang selanjutnya perlu ada pemikiran jenis tanaman yang cocok untuk daerah dengan sebagian besar lahannya pasir&amp;quot; terang Bupati Bantul, Idham Samawai, Senin (21/7/2008)    Dengan rencana pengembangan yang diawali oleh pihak Pemprov DIY tentunya ini sangat membanggakan bagi pihak Pemkab Bantul karena dukungan terhadap pertanian khususnya pada lahan kurang produktif sangat diperhatikan oleh Sri Sultan.    &amp;quot;Ya kita tahu bahwa permasalahan pangan ini baru mendapatkan perhatian serius dari dunia apalagi adanya pemanasan global membuat harga komuditas pangan sangat mahal,&amp;quot; tandasnya    Sementara itu Rujito salah seorang petani dilahan pasir kecamatan Sanden, Bantul mengaku, untuk mengubah lahan pasir dibutuhkan biaya yang tidak sedikit karena masyarakat harus mencampur lahan pasir dengan tanah dan juga pemupukan yang relatif lebih banyak dari pada lahan pertanian non pasir.    &amp;quot;Lahan pasir yang saat ini digarap oleh para petani baru untuk komuditas tanaman bawang merah, jagung, cabe dan kacang-kacangan sedangkan untuk tanaman padi masih sulit dikembangkan karena kebutuhan air untuk irigasi yang masih sulit didapatkannya,&amp;quot; tuturnya    Dalam musim kemarau seperti saat ini, untuk irigasi petani mengandalkan pada sumur-sumur yang dibuat disekitar lahan pertanian pasir karena tidak mungkin lagi mengandalkan pada pasokan air dari sungai yang ada disekitar lahan pasir.    &amp;quot;Untuk menaikkan air pada sumur-sumur di sekitar lahan pertanian pasir dibutuhkan mesin pompa air (diesel) yang butuh biaya untuk BBM yang relatif mahal,&amp;quot; ujarnya.  </description><content:encoded>BANTUL - Sebanyak 1.400 hektar lahan pasir yang berada di Kecamatan Kretek, Srandakan dan Sanden akan dikembangkan menjadi lahan pertanian tanaman pangan.     Saat ini lahan tersebut sudah mulai ditanami berbagai jenis tanaman pertanian seperti bawang merah, kacang-kacangan, jagung namun hasilnya masih sangat minim atau kurang produktif.     Permasalahan pasokan air untuk irigasi dan lahan yang sebagian pasir perlu ada pemikiran untuk membuat lahan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan tanaman pertanian.    &amp;quot;Pada tahap awalnya pihak pemerintah Provinsi DIY telah membuat &amp;quot;embung&amp;quot; (tempat penampungan air untuk irigasi) yang selanjutnya perlu ada pemikiran jenis tanaman yang cocok untuk daerah dengan sebagian besar lahannya pasir&amp;quot; terang Bupati Bantul, Idham Samawai, Senin (21/7/2008)    Dengan rencana pengembangan yang diawali oleh pihak Pemprov DIY tentunya ini sangat membanggakan bagi pihak Pemkab Bantul karena dukungan terhadap pertanian khususnya pada lahan kurang produktif sangat diperhatikan oleh Sri Sultan.    &amp;quot;Ya kita tahu bahwa permasalahan pangan ini baru mendapatkan perhatian serius dari dunia apalagi adanya pemanasan global membuat harga komuditas pangan sangat mahal,&amp;quot; tandasnya    Sementara itu Rujito salah seorang petani dilahan pasir kecamatan Sanden, Bantul mengaku, untuk mengubah lahan pasir dibutuhkan biaya yang tidak sedikit karena masyarakat harus mencampur lahan pasir dengan tanah dan juga pemupukan yang relatif lebih banyak dari pada lahan pertanian non pasir.    &amp;quot;Lahan pasir yang saat ini digarap oleh para petani baru untuk komuditas tanaman bawang merah, jagung, cabe dan kacang-kacangan sedangkan untuk tanaman padi masih sulit dikembangkan karena kebutuhan air untuk irigasi yang masih sulit didapatkannya,&amp;quot; tuturnya    Dalam musim kemarau seperti saat ini, untuk irigasi petani mengandalkan pada sumur-sumur yang dibuat disekitar lahan pertanian pasir karena tidak mungkin lagi mengandalkan pada pasokan air dari sungai yang ada disekitar lahan pasir.    &amp;quot;Untuk menaikkan air pada sumur-sumur di sekitar lahan pertanian pasir dibutuhkan mesin pompa air (diesel) yang butuh biaya untuk BBM yang relatif mahal,&amp;quot; ujarnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
