<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sering Dihina Teman, Aisiyah Berhenti Sekolah</title><description>Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami Aisiyah (11). Sudah menderita penyakit hingga kulit di hampir sekujur badannya terkelupas, dia harus berhenti juga dari sekolahnya karena sering diejek teman-teman sekolahnya.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/08/22/1/139126/sering-dihina-teman-aisiyah-berhenti-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/08/22/1/139126/sering-dihina-teman-aisiyah-berhenti-sekolah"/><item><title>Sering Dihina Teman, Aisiyah Berhenti Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/08/22/1/139126/sering-dihina-teman-aisiyah-berhenti-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/08/22/1/139126/sering-dihina-teman-aisiyah-berhenti-sekolah</guid><pubDate>Jum'at 22 Agustus 2008 15:53 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/08/22/1/139126/pzmX2G5jXw.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/08/22/1/139126/pzmX2G5jXw.jpg</image><title></title></images><description>SERANG - Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami Aisiyah (11). Sudah menderita penyakit hingga kulit di hampir sekujur badannya terkelupas, dia harus berhenti juga dari sekolahnya karena sering diejek teman-teman sekolahnya.    &amp;quot;Siapa yang tidak tahan mendengar ceritanya sering dihina teman-temannya, korengan, korengan, begitu,&amp;quot; kata ibu kandung Aisiyah kepada Okezone di rumahnya, Kampung Badong, Desa Kubang Baror, RT 01/04, Kecamatan Serang, Banten, Jumat (22/8/2008).    Padahal, selama ini bapaknya yang bekerja sebagai buruh tani susah payah membiayai anaknya sekolah dari taman kanak-kanak hingga kelas II SD di SD Barong. Masuk TK saja, baru bisa dilakukannya saat berumur 6 tahun, kelas I SD 10 tahun.    Saat ini, Ai, panggilan Aisiyah hanya bisa berbaring tanpa sehelai pakaian dan berselimutkan kain saja di atas kasur, di ruang tamu rumahnya. Saat sesekali kainnya disibakkan, Ai tampak meringis kesakitan karena kain tersebut menggesek kulitnya yang terkelupas tersebut.    Namun, yang menyedihkan ruang tamu yang ditempati Ai juga tidak dapat penarangan dari matahari dan udara yang cukup. Sehingga bau anyir dari luka Ai sangat terasa.    </description><content:encoded>SERANG - Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami Aisiyah (11). Sudah menderita penyakit hingga kulit di hampir sekujur badannya terkelupas, dia harus berhenti juga dari sekolahnya karena sering diejek teman-teman sekolahnya.    &amp;quot;Siapa yang tidak tahan mendengar ceritanya sering dihina teman-temannya, korengan, korengan, begitu,&amp;quot; kata ibu kandung Aisiyah kepada Okezone di rumahnya, Kampung Badong, Desa Kubang Baror, RT 01/04, Kecamatan Serang, Banten, Jumat (22/8/2008).    Padahal, selama ini bapaknya yang bekerja sebagai buruh tani susah payah membiayai anaknya sekolah dari taman kanak-kanak hingga kelas II SD di SD Barong. Masuk TK saja, baru bisa dilakukannya saat berumur 6 tahun, kelas I SD 10 tahun.    Saat ini, Ai, panggilan Aisiyah hanya bisa berbaring tanpa sehelai pakaian dan berselimutkan kain saja di atas kasur, di ruang tamu rumahnya. Saat sesekali kainnya disibakkan, Ai tampak meringis kesakitan karena kain tersebut menggesek kulitnya yang terkelupas tersebut.    Namun, yang menyedihkan ruang tamu yang ditempati Ai juga tidak dapat penarangan dari matahari dan udara yang cukup. Sehingga bau anyir dari luka Ai sangat terasa.    </content:encoded></item></channel></rss>
