<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hakam Naja Siap Diperiksa KPK</title><description>Anggota DPR dari Fraksi Amanat Nasional Abdul Hakam Naja mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terkait kasus penyerahan travel cek senilai Rp 500 juta dalam pemilihan deputi Bank Indonesia (BI).</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/08/25/1/139713/hakam-naja-siap-diperiksa-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/08/25/1/139713/hakam-naja-siap-diperiksa-kpk"/><item><title>Hakam Naja Siap Diperiksa KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/08/25/1/139713/hakam-naja-siap-diperiksa-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/08/25/1/139713/hakam-naja-siap-diperiksa-kpk</guid><pubDate>Senin 25 Agustus 2008 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Sutarmi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Amanat Nasional Abdul Hakam Naja mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terkait kasus penyerahan travel cek senilai Rp 500 juta dalam pemilihan deputi Bank Indonesia (BI).&amp;quot;Sebagai warga negara yang baik dan mempunyai komitmen memberantasan korupsi, saya akan mematuhi terhadap panggilan KPK,&amp;quot; kata Hakam di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2008).Saat pelaksanaan fit and proper test pemilihan deputi BI tersebut, lanjut Hakam, dirinya sempat ditemui salah seorang yang mengaku utusan dari Miranda Goeltom sebanyak dua.&amp;quot;Namun saya tolak, karena waktu itu sedang ada urusan,&amp;quot; tandasnya.Tetapi, tambah Hakam, dirinya lupa bagaimana proses pertemuan dengan utusan itu. &amp;quot;Saya tidak kenal dengan utusan itu, karena peristiwa itu sudah lima tahun yang lalu. Dan saya sudah lupa,&amp;quot; imbuhnya.Ditanya mengenai pilihan PAN dalam pemilihan deputi BI, Hakam berujar, &amp;quot;Tidak etis PAN menyebutkan memilih siapa,&amp;quot; singkatnya.  </description><content:encoded>JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Amanat Nasional Abdul Hakam Naja mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terkait kasus penyerahan travel cek senilai Rp 500 juta dalam pemilihan deputi Bank Indonesia (BI).&amp;quot;Sebagai warga negara yang baik dan mempunyai komitmen memberantasan korupsi, saya akan mematuhi terhadap panggilan KPK,&amp;quot; kata Hakam di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2008).Saat pelaksanaan fit and proper test pemilihan deputi BI tersebut, lanjut Hakam, dirinya sempat ditemui salah seorang yang mengaku utusan dari Miranda Goeltom sebanyak dua.&amp;quot;Namun saya tolak, karena waktu itu sedang ada urusan,&amp;quot; tandasnya.Tetapi, tambah Hakam, dirinya lupa bagaimana proses pertemuan dengan utusan itu. &amp;quot;Saya tidak kenal dengan utusan itu, karena peristiwa itu sudah lima tahun yang lalu. Dan saya sudah lupa,&amp;quot; imbuhnya.Ditanya mengenai pilihan PAN dalam pemilihan deputi BI, Hakam berujar, &amp;quot;Tidak etis PAN menyebutkan memilih siapa,&amp;quot; singkatnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
