<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramadan, 1.711 GTT Terima Dana Tali Asih</title><description>Menjelang Ramadan sebanyak 1.711 guru honorer menerima dana tali asih dari Pemkab Bantul masing-masing sebesar Rp 450.000. Para guru tersebut terdiri atas Â 167 guru honorer MI, 128 guru MTs, 156 MA, 1.020 guru TK, dan 90 guru SLB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/08/28/1/140874/ramadan-1-711-gtt-terima-dana-tali-asih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/08/28/1/140874/ramadan-1-711-gtt-terima-dana-tali-asih"/><item><title>Ramadan, 1.711 GTT Terima Dana Tali Asih</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/08/28/1/140874/ramadan-1-711-gtt-terima-dana-tali-asih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/08/28/1/140874/ramadan-1-711-gtt-terima-dana-tali-asih</guid><pubDate>Kamis 28 Agustus 2008 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Daru Waskita</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  BANTUL - Menjelang Ramadan sebanyak 1.711 guru honorer menerima dana tali asih dari Pemkab Bantul masing-masing sebesar Rp 450.000. Para guru tersebut terdiri atas Â 167 guru honorer MI, 128 guru MTs, 156 MA, 1.020 guru TK, dan 90 guru SLB.&amp;quot;Dana tali asih ini murni diambilkan dari APBD Kabupaten Bantul tahun 2008 dengan total anggaran mencapai Rp1.170.950.000,&amp;quot; ujar Kepala Dinas Sosial Pemkab Bantul Mahmudi, Kamis (28/8/2008)    Selain memberikan bantuan kepada guru honorer, Dinas Sosial Pemkab Bantul juga memberikan bantuan operasional belajar mengajar kepada 12 Sekolah Luar Biasa. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan Rp3 juta, bantuan pemberdayaan GOP TKI Kabupaten dan Kecamatan sebanyak Rp363 juta, dan bantuan dana pemberdayaan BKS SLB senilai Rp2 juta.    &amp;quot;Bantuan ini sengaja dianggarkan agar para pendidik lebih bersemangat dalam mengajar murid-muridnya. Selama ini mereka hanya mendapatkan honor dari sekolah tempat mengajar dengan jumlah yang minim. Bahkan ada guru yang hanya mendapatkan gaji Rp 100 ribu per bulan,&amp;quot; terangnya.    Lebih lanjut Mahmudi menyatakan bantuan semacam ini sudah dilaksanakan Pemkab Bantul selama beberapa tahun. Setiap tahunnya anggaran mengalami peningkatan dari Rp 150 juta per tahun saat ini sudah mencapai Rp 450 juta per tahunnya.    &amp;quot;Ini wujud kepedulian terhadap nasib para guru honorer yang selama ini mereka menerima honor tidak layak akibat keterbatasan dana yang dimiliki yayasan tempat guru honorer tersebut mengajar&amp;quot; tandasnya    Mahmudi menambahkan dinas sosial juga menganggarkan bantuan kepada penyandang cacat, anak yatim-piatu, ustad-ustazah, kaum rois, imam masjid, dan kotib. &amp;quot;Besaran bantuan bervariasi, namun dalam setiap tahunnya mengalami peningkatan,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>  BANTUL - Menjelang Ramadan sebanyak 1.711 guru honorer menerima dana tali asih dari Pemkab Bantul masing-masing sebesar Rp 450.000. Para guru tersebut terdiri atas Â 167 guru honorer MI, 128 guru MTs, 156 MA, 1.020 guru TK, dan 90 guru SLB.&amp;quot;Dana tali asih ini murni diambilkan dari APBD Kabupaten Bantul tahun 2008 dengan total anggaran mencapai Rp1.170.950.000,&amp;quot; ujar Kepala Dinas Sosial Pemkab Bantul Mahmudi, Kamis (28/8/2008)    Selain memberikan bantuan kepada guru honorer, Dinas Sosial Pemkab Bantul juga memberikan bantuan operasional belajar mengajar kepada 12 Sekolah Luar Biasa. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan Rp3 juta, bantuan pemberdayaan GOP TKI Kabupaten dan Kecamatan sebanyak Rp363 juta, dan bantuan dana pemberdayaan BKS SLB senilai Rp2 juta.    &amp;quot;Bantuan ini sengaja dianggarkan agar para pendidik lebih bersemangat dalam mengajar murid-muridnya. Selama ini mereka hanya mendapatkan honor dari sekolah tempat mengajar dengan jumlah yang minim. Bahkan ada guru yang hanya mendapatkan gaji Rp 100 ribu per bulan,&amp;quot; terangnya.    Lebih lanjut Mahmudi menyatakan bantuan semacam ini sudah dilaksanakan Pemkab Bantul selama beberapa tahun. Setiap tahunnya anggaran mengalami peningkatan dari Rp 150 juta per tahun saat ini sudah mencapai Rp 450 juta per tahunnya.    &amp;quot;Ini wujud kepedulian terhadap nasib para guru honorer yang selama ini mereka menerima honor tidak layak akibat keterbatasan dana yang dimiliki yayasan tempat guru honorer tersebut mengajar&amp;quot; tandasnya    Mahmudi menambahkan dinas sosial juga menganggarkan bantuan kepada penyandang cacat, anak yatim-piatu, ustad-ustazah, kaum rois, imam masjid, dan kotib. &amp;quot;Besaran bantuan bervariasi, namun dalam setiap tahunnya mengalami peningkatan,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
