<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Syaikon Diduga Senang Lihat Orang Berdesakan</title><description>Tragedi zakat maut yang terjadi di Pasuruan beberapa waktu lalu menuai berbagai penilaian. Salah satunya, dugaan bahwa si pemberi zakat (Syaikon Fikri) merasa senang melihat orang berdesak-desakan.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147672/syaikon-diduga-senang-lihat-orang-berdesakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147672/syaikon-diduga-senang-lihat-orang-berdesakan"/><item><title>Syaikon Diduga Senang Lihat Orang Berdesakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147672/syaikon-diduga-senang-lihat-orang-berdesakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147672/syaikon-diduga-senang-lihat-orang-berdesakan</guid><pubDate>Sabtu 20 September 2008 01:38 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Tragedi zakat maut yang terjadi di Pasuruan beberapa waktu lalu menuai berbagai penilaian. Salah satunya, dugaan bahwa si pemberi zakat (Syaikon Fikri) merasa senang melihat orang berdesak-desakan.  &amp;quot;Dugaan saya, saya merasa ada sesuatu dalam hati sehingga senang melihat orang berdesak-desakan,&amp;quot; kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Jumat (19/9/2008).  Bachtiar menambahkan, tragedi ini memang tidak bisa dihindari termasuk melarang untuk memberikan zakat. &amp;quot;Memang tidak bisa dicegah karena di agama Islam mereka (orang yang mampu) berhak mengeluarkan zakat. Terserah dia,&amp;quot; lanjutnya.  Namun satu hal yang disayangkan Bachtiar yakni mengenai manajemen pembagian uang. &amp;quot;Manajemennya brengsek. Hanya Rp30 ribu dan Rp10 ribu (yang dibagikan). Jadi totalnya hanya Rp50 juta, terlalu kecil,&amp;quot; tambahnya.  Oleh karena itu, Bachtiar mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. &amp;quot;Saya merasa malu sebagai katakanlah ya tokoh Islam. Betapa manajemen kita harus kita benahi,&amp;quot; tandasnya.  </description><content:encoded>  JAKARTA - Tragedi zakat maut yang terjadi di Pasuruan beberapa waktu lalu menuai berbagai penilaian. Salah satunya, dugaan bahwa si pemberi zakat (Syaikon Fikri) merasa senang melihat orang berdesak-desakan.  &amp;quot;Dugaan saya, saya merasa ada sesuatu dalam hati sehingga senang melihat orang berdesak-desakan,&amp;quot; kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Jumat (19/9/2008).  Bachtiar menambahkan, tragedi ini memang tidak bisa dihindari termasuk melarang untuk memberikan zakat. &amp;quot;Memang tidak bisa dicegah karena di agama Islam mereka (orang yang mampu) berhak mengeluarkan zakat. Terserah dia,&amp;quot; lanjutnya.  Namun satu hal yang disayangkan Bachtiar yakni mengenai manajemen pembagian uang. &amp;quot;Manajemennya brengsek. Hanya Rp30 ribu dan Rp10 ribu (yang dibagikan). Jadi totalnya hanya Rp50 juta, terlalu kecil,&amp;quot; tambahnya.  Oleh karena itu, Bachtiar mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. &amp;quot;Saya merasa malu sebagai katakanlah ya tokoh Islam. Betapa manajemen kita harus kita benahi,&amp;quot; tandasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
