<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Dapat Duit, Polisi Tak Jaga Rumah Syaikon</title><description>Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur menilai tragedi zakat di rumah H Syaikon merupakan kesalahan polisi.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147742/tak-dapat-duit-polisi-tak-jaga-rumah-syaikon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147742/tak-dapat-duit-polisi-tak-jaga-rumah-syaikon"/><item><title>Tak Dapat Duit, Polisi Tak Jaga Rumah Syaikon</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147742/tak-dapat-duit-polisi-tak-jaga-rumah-syaikon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147742/tak-dapat-duit-polisi-tak-jaga-rumah-syaikon</guid><pubDate>Sabtu 20 September 2008 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur menilai tragedi zakat di rumah H Syaikon merupakan kesalahan polisi.&amp;quot;Itu kan mereka (panitia) sudah minta izin ke Kapolres. Tapi karena tak dikasih duit, (polisi) enggak mau jaga,&amp;quot; kata Gus Dur usai diskusi di Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/9/2008).  Gus Dur mengatakan, polisi sebagai aparat negara memiliki kewajiban untuk melakukan penjagaan dan pengawasan jika terdapat kegiatan masyarakat yang bersifat keramaian.  &amp;quot;Polisi punya kewajiban kalau ada rame-rame. Seharusnya polisi sudah tahu dan bisa ngejagain,&amp;quot; katanya.  Tragedi zakat di rumah H Syaikon, Pasuruan, Jawa Timur mengakibatkan 21 orang tewas. Salah satu anak H Syaikon yang menjadi panitia dijadikan tersangka oleh kepolisian.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur menilai tragedi zakat di rumah H Syaikon merupakan kesalahan polisi.&amp;quot;Itu kan mereka (panitia) sudah minta izin ke Kapolres. Tapi karena tak dikasih duit, (polisi) enggak mau jaga,&amp;quot; kata Gus Dur usai diskusi di Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/9/2008).  Gus Dur mengatakan, polisi sebagai aparat negara memiliki kewajiban untuk melakukan penjagaan dan pengawasan jika terdapat kegiatan masyarakat yang bersifat keramaian.  &amp;quot;Polisi punya kewajiban kalau ada rame-rame. Seharusnya polisi sudah tahu dan bisa ngejagain,&amp;quot; katanya.  Tragedi zakat di rumah H Syaikon, Pasuruan, Jawa Timur mengakibatkan 21 orang tewas. Salah satu anak H Syaikon yang menjadi panitia dijadikan tersangka oleh kepolisian.  </content:encoded></item></channel></rss>
