<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto Kritisi kegagalan Demokrasi dan Ekonomi</title><description>Ketua Umum Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto menilai demokratisasi di masyarakat gagal dan lemahnya sektor ekonomi menyebabkan terpuruknya pembangunan negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147844/wiranto-kritisi-kegagalan-demokrasi-dan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147844/wiranto-kritisi-kegagalan-demokrasi-dan-ekonomi"/><item><title>Wiranto Kritisi kegagalan Demokrasi dan Ekonomi</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147844/wiranto-kritisi-kegagalan-demokrasi-dan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/09/20/1/147844/wiranto-kritisi-kegagalan-demokrasi-dan-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 20 September 2008 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Mardanih</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto menilai demokratisasi di masyarakat gagal dan lemahnya sektor ekonomi menyebabkan terpuruknya pembangunan negara.&amp;quot;Dari segi politik, kita belum selesai membangun demokratisasi di negara kita, dan baru sebatas prosedural,&amp;quot; katanya dalam acara buka bersama di kediaman ketua umum PAN Soetrisno Bachir, Jakarta, Sabtu (20/9/2008).Menurutnya, komponen bangsa telah lupa dalam membangun sikap masyarakat yang demokratis. Mantan panglima TNI ini mencontohkan, banyak kerusuhan ketika salah satu kandidat kalah dalam pilkada. Faktor lain yang juga disorot Wiranto adalah sektor ekonomi Indonesia yang tetap tunduk pada keinginan ekonomi global. &amp;quot;Lima tahun yang lalu IMF telah mengobrak-abrik ekonomi kita,&amp;quot; imbuhnya.Terkait dua persoalan pokok itu, dia beranggapan, pentingnya sistem koalisi kepemimpinan sebagai alternatif. &amp;quot;Pemerintah yang dibackup oleh kekuatan politik yang kuat dapat dibangun dengan koalisi. Makanya harus ada koalisi alternatif,&amp;quot; tegasnya.Selain itu, kata mantan kandidat calon presiden 2004 lalu itu, pemerintahan yang kuat dapat terbangun, jika terdapat pemimpin yang tegas.&amp;quot;Dia harus tahu masalah bangsa. Pemimpin yang gagal adalah terlalu lama dalam mengambil keputusan dan terlalu cepat hingga salah mengambil,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto menilai demokratisasi di masyarakat gagal dan lemahnya sektor ekonomi menyebabkan terpuruknya pembangunan negara.&amp;quot;Dari segi politik, kita belum selesai membangun demokratisasi di negara kita, dan baru sebatas prosedural,&amp;quot; katanya dalam acara buka bersama di kediaman ketua umum PAN Soetrisno Bachir, Jakarta, Sabtu (20/9/2008).Menurutnya, komponen bangsa telah lupa dalam membangun sikap masyarakat yang demokratis. Mantan panglima TNI ini mencontohkan, banyak kerusuhan ketika salah satu kandidat kalah dalam pilkada. Faktor lain yang juga disorot Wiranto adalah sektor ekonomi Indonesia yang tetap tunduk pada keinginan ekonomi global. &amp;quot;Lima tahun yang lalu IMF telah mengobrak-abrik ekonomi kita,&amp;quot; imbuhnya.Terkait dua persoalan pokok itu, dia beranggapan, pentingnya sistem koalisi kepemimpinan sebagai alternatif. &amp;quot;Pemerintah yang dibackup oleh kekuatan politik yang kuat dapat dibangun dengan koalisi. Makanya harus ada koalisi alternatif,&amp;quot; tegasnya.Selain itu, kata mantan kandidat calon presiden 2004 lalu itu, pemerintahan yang kuat dapat terbangun, jika terdapat pemimpin yang tegas.&amp;quot;Dia harus tahu masalah bangsa. Pemimpin yang gagal adalah terlalu lama dalam mengambil keputusan dan terlalu cepat hingga salah mengambil,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
