<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPPOM: Permen China Belum Pasti Kandung Melamine</title><description>Badan Pusat Pengawas Obat dan Makanan mengatakan permen-permen susu buatan China yang beredar di Indonesia belum pasti mengandung melamine, sebagaimana terkandung dalam susu buatan China.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/23/1/148514/bppom-permen-china-belum-pasti-kandung-melamine</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/09/23/1/148514/bppom-permen-china-belum-pasti-kandung-melamine"/><item><title>BPPOM: Permen China Belum Pasti Kandung Melamine</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/09/23/1/148514/bppom-permen-china-belum-pasti-kandung-melamine</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/09/23/1/148514/bppom-permen-china-belum-pasti-kandung-melamine</guid><pubDate>Selasa 23 September 2008 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Syukri Rahmatullah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Badan Pusat Pengawas Obat dan Makanan mengatakan permen-permen susu buatan China yang beredar di Indonesia belum pasti mengandung melamine, sebagaimana terkandung dalam susu buatan China.&amp;quot;Kalau susu buatan China sudah pasti dilarang beredar,&amp;quot; jelas Humas BPPOM Sugiman saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Selasa (23/9/2008).  Dia mengungkapkan, motivasi memasukkan senyawa melamine ke dalam susu buatan China untuk menimbulkan kadar protein yang tinggi. &amp;quot;Tapi hal tersebut tidak boleh, itu namanya malpraktik,&amp;quot; katanya.  Namun jika permen susu asal China mengandung melamine, dia mempertanyakan motivasinya untuk apa. Namun, jika memang benar ada, lanjutnya, maka BPPOM akan menjadi pihak terdepan untuk menyelidikinya.  Saat ditanyakan mengenai permen White Rabbit Creamy Candy yang disebut mengandung melamine oleh pemerintah Singapura, Sugiman mengaku belum mengetahuinya. &amp;quot;Kita akan mengecek dulu informasinya,&amp;quot; tukasnya.  Sebelumnya, Strait Times memberitakan ototitas Singapura menemukan permen susu buatan China, White Rabbit Creamy Candy mengandung senyawa melamine. Bahkan mereka menarik permen tersebut dari pasaran.  Pasalnya, jika dikonsumsi akan menimbulkan gangguan pencernaan. Bahkan jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan kematian.  Sebelumnya di China, sebanyak 4 bayi tewas dan puluhan ribu bayi sakit karena mengkomsumsi susu mengandung senyawa melamine.</description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Badan Pusat Pengawas Obat dan Makanan mengatakan permen-permen susu buatan China yang beredar di Indonesia belum pasti mengandung melamine, sebagaimana terkandung dalam susu buatan China.&amp;quot;Kalau susu buatan China sudah pasti dilarang beredar,&amp;quot; jelas Humas BPPOM Sugiman saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Selasa (23/9/2008).  Dia mengungkapkan, motivasi memasukkan senyawa melamine ke dalam susu buatan China untuk menimbulkan kadar protein yang tinggi. &amp;quot;Tapi hal tersebut tidak boleh, itu namanya malpraktik,&amp;quot; katanya.  Namun jika permen susu asal China mengandung melamine, dia mempertanyakan motivasinya untuk apa. Namun, jika memang benar ada, lanjutnya, maka BPPOM akan menjadi pihak terdepan untuk menyelidikinya.  Saat ditanyakan mengenai permen White Rabbit Creamy Candy yang disebut mengandung melamine oleh pemerintah Singapura, Sugiman mengaku belum mengetahuinya. &amp;quot;Kita akan mengecek dulu informasinya,&amp;quot; tukasnya.  Sebelumnya, Strait Times memberitakan ototitas Singapura menemukan permen susu buatan China, White Rabbit Creamy Candy mengandung senyawa melamine. Bahkan mereka menarik permen tersebut dari pasaran.  Pasalnya, jika dikonsumsi akan menimbulkan gangguan pencernaan. Bahkan jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan kematian.  Sebelumnya di China, sebanyak 4 bayi tewas dan puluhan ribu bayi sakit karena mengkomsumsi susu mengandung senyawa melamine.</content:encoded></item></channel></rss>
