<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembobol Bank Eksekutif Diduga Orang Dalam</title><description>Tiga orang saksi kemarin di periksa secara intensif di ruang riksa unit Pidana Ekonomi (Pidek) Sat Reskrim Poltabes Palembang. Staf bagian umum Bank Eksekutif Cabang Palembang. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/05/1/150867/pembobol-bank-eksekutif-diduga-orang-dalam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/10/05/1/150867/pembobol-bank-eksekutif-diduga-orang-dalam"/><item><title>Pembobol Bank Eksekutif Diduga Orang Dalam</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/05/1/150867/pembobol-bank-eksekutif-diduga-orang-dalam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/10/05/1/150867/pembobol-bank-eksekutif-diduga-orang-dalam</guid><pubDate>Minggu 05 Oktober 2008 02:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Uzair</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PALEMBANG - Tiga orang saksi telah diperiksa secara intensif di ruang riksa unit Pidana Ekonomi (Pidek) Sat Reskrim Poltabes Palembang terkait peristiwa usaha pembobolan brankas di Bank Eksekutif Sabtu dini hari. Staf bagian umum Bank Eksekutif Cabang Palembang. M.Dikko Djunaiansyah mengatakan, salah seorang pelaku diduga adalah karyawan tetap bank tersebut. Tersangka Rm, telah bekerja sebagai sopir selama dua tahun di Bank itu.  &amp;quot;Ya, menurut keterangan satpam kita pelakunya adalah orang dalam yang berstatus sebagai karyawan,&amp;quot; ujar dia.  Menurut keterangan Djuarsyah, selama ini para karyawan Bank Eksekutif memang sering datang pada malam hari. Selain itu, keamanan di bank tersebut menjadi tanggung jawab penuh para petugas keamanan.  &amp;quot;Saya juga bingung, padahal bank lain memberlakukan jam pada karyawannya. Tetapi aneh juga bank itu tetap toleran dan memperbolehkan karyawannya datang melanjutkan pekerjaannya pada malam hari,&amp;quot; kata dia, Sabtu (4/10/2008).  Selain tidak diberlakukannya jam kerja dan berkunjung, bank Eksekutif juga tidak melengkapi seluruh ruangannya dengan sistem keamanan seperti CCTV. Mereka juga tidak berkoordinasi secara penuh dengan aparat kepolisian.  &amp;quot;Keamanan di kantor itu ada dan kita punya alarm. Tapi CCTV memang sejak awal tidak pernah di pasang,&amp;quot; kata Dikko.  Namun, para pelaku tidak menyentuh brankkas mesin ATM yang juga berada di ruangan tersebut. Di duga pelaku sudah sangat hafal seluk beluk Bank tersebut, dan mengetahui kalau mesin itu dijaga 24 jam secara online dari Jakarta.&amp;quot;Aneh juga, mereka sepertinya hafal kalau membobol mesin itu mungkin mereka sudah di ketahui sejak awal. Bukan esok harinya,&amp;quot; jelas Dikko.    </description><content:encoded>PALEMBANG - Tiga orang saksi telah diperiksa secara intensif di ruang riksa unit Pidana Ekonomi (Pidek) Sat Reskrim Poltabes Palembang terkait peristiwa usaha pembobolan brankas di Bank Eksekutif Sabtu dini hari. Staf bagian umum Bank Eksekutif Cabang Palembang. M.Dikko Djunaiansyah mengatakan, salah seorang pelaku diduga adalah karyawan tetap bank tersebut. Tersangka Rm, telah bekerja sebagai sopir selama dua tahun di Bank itu.  &amp;quot;Ya, menurut keterangan satpam kita pelakunya adalah orang dalam yang berstatus sebagai karyawan,&amp;quot; ujar dia.  Menurut keterangan Djuarsyah, selama ini para karyawan Bank Eksekutif memang sering datang pada malam hari. Selain itu, keamanan di bank tersebut menjadi tanggung jawab penuh para petugas keamanan.  &amp;quot;Saya juga bingung, padahal bank lain memberlakukan jam pada karyawannya. Tetapi aneh juga bank itu tetap toleran dan memperbolehkan karyawannya datang melanjutkan pekerjaannya pada malam hari,&amp;quot; kata dia, Sabtu (4/10/2008).  Selain tidak diberlakukannya jam kerja dan berkunjung, bank Eksekutif juga tidak melengkapi seluruh ruangannya dengan sistem keamanan seperti CCTV. Mereka juga tidak berkoordinasi secara penuh dengan aparat kepolisian.  &amp;quot;Keamanan di kantor itu ada dan kita punya alarm. Tapi CCTV memang sejak awal tidak pernah di pasang,&amp;quot; kata Dikko.  Namun, para pelaku tidak menyentuh brankkas mesin ATM yang juga berada di ruangan tersebut. Di duga pelaku sudah sangat hafal seluk beluk Bank tersebut, dan mengetahui kalau mesin itu dijaga 24 jam secara online dari Jakarta.&amp;quot;Aneh juga, mereka sepertinya hafal kalau membobol mesin itu mungkin mereka sudah di ketahui sejak awal. Bukan esok harinya,&amp;quot; jelas Dikko.    </content:encoded></item></channel></rss>
