<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Sultra Bantah Intan di Kolaka dan Konawe</title><description>DuaÂ Kali kecil Â masing-masing Kali Balandete di Kabupaten Kolaka dan Kali di Desa Anduna, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, dalam waktu hampir bersamaan, sontak dipadati ratusan warga.   </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151302/gubernur-sultra-bantah-intan-di-kolaka-dan-konawe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151302/gubernur-sultra-bantah-intan-di-kolaka-dan-konawe"/><item><title>Gubernur Sultra Bantah Intan di Kolaka dan Konawe</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151302/gubernur-sultra-bantah-intan-di-kolaka-dan-konawe</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151302/gubernur-sultra-bantah-intan-di-kolaka-dan-konawe</guid><pubDate>Senin 06 Oktober 2008 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Nizar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  KENDARI - DuaÂ Kali kecil Â masing-masing Kali Balandete di Kabupaten Kolaka dan Kali di Desa Anduna, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, dalam waktu hampir bersamaan, sontak dipadati ratusan warga.   Kehadiran warga ini, berawal dari informasi yang mereka terima dari warga lainnya, bahwa di lokasi 2 kali ini mengandung batu Intan.  Obsesi untuk mengais rejeki pascapenemuan Ladang Emas di Kabupaten Bombana, nampaknya berpengaruh besar dan merangsang semangat warga dari berbagai penjuru Sulawesi Tenggara untuk mendatangi lokasi ini.  Menurut seorang ibu bernama Nia, warga asal Kabupaten Konawe, dia hanya bermodal baju di badan dan uang saku seadanya langsung mendatangi lokasi kali di desa anduna, yang berjarak hampir 4 jam dari tempat tinggalnya hanya untuk mencari batuan intan.  Dalam 2 hari Nia mampu mengumpulkan 10 kilo batu yang disinyalir mengandung intan.  Berbeda dengan warga, Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, Se mengatakan bahwa apa yang disangka warga merupakan batu intan di 2 lokasi baru tersebut adalah tidak tepat.   Menurutnya data sementara dari tim ahli yang dibentuknya mengatakan bahwa batu yang dikira intan tersebut adalah batu Kwarsit. Perbedaannya dengan batu intan adalah jika Batu Kwarsit hanya bisa digunakan sekali dalam memotong kaca, berbeda dengan intan bisa berulang kali digunakan.  &amp;quot;Kita harus pahami bahwa warga saat ini masih terbawa dengan hadirnya berkah fenomena ataupun rejeki di Lokasi Tambang Emas Sungai Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana beberapa waktu lalu,&amp;quot; katanya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  KENDARI - DuaÂ Kali kecil Â masing-masing Kali Balandete di Kabupaten Kolaka dan Kali di Desa Anduna, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, dalam waktu hampir bersamaan, sontak dipadati ratusan warga.   Kehadiran warga ini, berawal dari informasi yang mereka terima dari warga lainnya, bahwa di lokasi 2 kali ini mengandung batu Intan.  Obsesi untuk mengais rejeki pascapenemuan Ladang Emas di Kabupaten Bombana, nampaknya berpengaruh besar dan merangsang semangat warga dari berbagai penjuru Sulawesi Tenggara untuk mendatangi lokasi ini.  Menurut seorang ibu bernama Nia, warga asal Kabupaten Konawe, dia hanya bermodal baju di badan dan uang saku seadanya langsung mendatangi lokasi kali di desa anduna, yang berjarak hampir 4 jam dari tempat tinggalnya hanya untuk mencari batuan intan.  Dalam 2 hari Nia mampu mengumpulkan 10 kilo batu yang disinyalir mengandung intan.  Berbeda dengan warga, Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, Se mengatakan bahwa apa yang disangka warga merupakan batu intan di 2 lokasi baru tersebut adalah tidak tepat.   Menurutnya data sementara dari tim ahli yang dibentuknya mengatakan bahwa batu yang dikira intan tersebut adalah batu Kwarsit. Perbedaannya dengan batu intan adalah jika Batu Kwarsit hanya bisa digunakan sekali dalam memotong kaca, berbeda dengan intan bisa berulang kali digunakan.  &amp;quot;Kita harus pahami bahwa warga saat ini masih terbawa dengan hadirnya berkah fenomena ataupun rejeki di Lokasi Tambang Emas Sungai Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana beberapa waktu lalu,&amp;quot; katanya.    </content:encoded></item></channel></rss>
