<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Korban Penembakan Minta Polisi Transparan</title><description>Wahab, orangtua korban penembakan di Lampung, meminta agar polisi memberikan klarifikasi terkait kronologis kejadian. Tuntutan ini akibat adanya informasi yang simpang siur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151357/keluarga-korban-penembakan-minta-polisi-transparan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151357/keluarga-korban-penembakan-minta-polisi-transparan"/><item><title>Keluarga Korban Penembakan Minta Polisi Transparan</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151357/keluarga-korban-penembakan-minta-polisi-transparan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/10/06/1/151357/keluarga-korban-penembakan-minta-polisi-transparan</guid><pubDate>Senin 06 Oktober 2008 20:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  BANDARLAMPUNG - Wahab, orangtua korban penembakan di Lampung, meminta agar polisi memberikan klarifikasi terkait kronologis kejadian. Tuntutan ini akibat adanya informasi yang simpang siur.    &amp;quot;Saya minta polisi mengklarifikasi kronologi kejadian yang sebenarnya. Anak saya tidak berkelahi dengan Yudi (Bripda Yudi Satria),&amp;quot; kata orangtua Waliyah, Wahab di RSU Abdul Muluk, Bandarlampung, Senin (6/10/2008).    Wahab menegaskan, saat itu Yudi datang dan langsung menodongkan pistol. &amp;quot;Dia (Yudi) bertanya siapa yang tadi menegur Eka (pacar Yudi). Anak saya mengaku dan dia (Yudi) dan langsung menodongkan pistol,&amp;quot; ujarnya.    Lebih jauh, Wahab juga menjelaskan, anaknya dan keempat temannya tidak menggoda pacar Yudi, Eka. &amp;quot;Anak saya tahu Eka itu Polwan. Tidak mungkin anak saya nekat menggodanya,&amp;quot; tambah wahab.         Menurut Wahab, saat itu anaknya hanya menegur Eka yang lewat menggunakan motor.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oknum angota Polsek Banjar Agung, Bandarlampung, Bripda Yudi satria (21) menembak Waliyah Wahab (23), Minggu malam. Aksi ini dipicu kemarahan pelaku karena korban menggoda pacarnya, Bripda Eka.  Hingga kini, kondisi korban masih koma di RSU Abdul Muluk. Wajah korban terlihat membengkak dan kebiru-biruan. Selain itu, peluru yang ditembakan polisi bersarang di kepala korban dan baru selesai diangkat.    </description><content:encoded>  BANDARLAMPUNG - Wahab, orangtua korban penembakan di Lampung, meminta agar polisi memberikan klarifikasi terkait kronologis kejadian. Tuntutan ini akibat adanya informasi yang simpang siur.    &amp;quot;Saya minta polisi mengklarifikasi kronologi kejadian yang sebenarnya. Anak saya tidak berkelahi dengan Yudi (Bripda Yudi Satria),&amp;quot; kata orangtua Waliyah, Wahab di RSU Abdul Muluk, Bandarlampung, Senin (6/10/2008).    Wahab menegaskan, saat itu Yudi datang dan langsung menodongkan pistol. &amp;quot;Dia (Yudi) bertanya siapa yang tadi menegur Eka (pacar Yudi). Anak saya mengaku dan dia (Yudi) dan langsung menodongkan pistol,&amp;quot; ujarnya.    Lebih jauh, Wahab juga menjelaskan, anaknya dan keempat temannya tidak menggoda pacar Yudi, Eka. &amp;quot;Anak saya tahu Eka itu Polwan. Tidak mungkin anak saya nekat menggodanya,&amp;quot; tambah wahab.         Menurut Wahab, saat itu anaknya hanya menegur Eka yang lewat menggunakan motor.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oknum angota Polsek Banjar Agung, Bandarlampung, Bripda Yudi satria (21) menembak Waliyah Wahab (23), Minggu malam. Aksi ini dipicu kemarahan pelaku karena korban menggoda pacarnya, Bripda Eka.  Hingga kini, kondisi korban masih koma di RSU Abdul Muluk. Wajah korban terlihat membengkak dan kebiru-biruan. Selain itu, peluru yang ditembakan polisi bersarang di kepala korban dan baru selesai diangkat.    </content:encoded></item></channel></rss>
