<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Penembak Warga Sipil di Lampung Ditahan</title><description>Bripda Yudi Satria, pelaku insiden penembakan warga sipil di Desa Panca Karya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang Minggu kemarin, ditahan dan diperiksa di Propam Polda Lampung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/10/1/152686/polisi-penembak-warga-sipil-di-lampung-ditahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/10/10/1/152686/polisi-penembak-warga-sipil-di-lampung-ditahan"/><item><title>Polisi Penembak Warga Sipil di Lampung Ditahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/10/1/152686/polisi-penembak-warga-sipil-di-lampung-ditahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/10/10/1/152686/polisi-penembak-warga-sipil-di-lampung-ditahan</guid><pubDate>Jum'at 10 Oktober 2008 13:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  LAMPUNG - Bripda Yudi Satria, pelaku insiden penembakan warga sipil di Desa Panca Karya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang Minggu kemarin, ditahan dan diperiksa di Propam Polda Lampung.   Selain yudi, ikut ditahan juga Bripda Ari Gozali, yang meminjamkan pistol untuk digunakan Yudi menembak korban waliyah (23). Keduanya diperiksa sejak dua hari lalu (8/10) di Polda Lampung.sementara pemicu keributan, Bripda Eka hanya dimintai keterangan. Yudi Satria sebelumnya terlibat perkelahian dengan Waliyah, setelah Eka kekasihnya, mengaku pernah digoda oleh korban.  Namun demikian, Polda Lampung belum memberikan status untuk Yudi dan Ari. &amp;quot;Masih kami selidiki,&amp;quot; kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Fatmawati saat dihubungi melalui telepopnnya, Jumat (10/10/2008).  Fatmawati menjelaskan, pistol yang dipakai Bripda Yudi untuk menembak Waliyah adalah pistol milik invetaris Polsek Rawajitu. Saat itu, pistol tersebut sedang dipakai oleh Bripda Ari. Petugas Polsek Rawajitu itu memang diizinkan memakai pistol inventaris Polsek untuk menindak kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah tersebut.  &amp;quot;Bripda Yudi dan Bripda Ari belum dibekali senjata. Karena mereka belum mengikuti psikotes. Peminjaman pistol ke Bripda Yudi itu ilegal,&amp;quot; tambah Fatmawati.  Sementara itu, pihak keluarga korban mendesak polisi agar serius untuk menindak kasus penembakan itu.Pemakaman Waliah dilakukan Kamis sore (9/10) di kampung halamannya. Menurut keterangan keluarga korban, anak kedua dari lima saudara ini adalah tulang punggung keluarga.   </description><content:encoded>  LAMPUNG - Bripda Yudi Satria, pelaku insiden penembakan warga sipil di Desa Panca Karya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang Minggu kemarin, ditahan dan diperiksa di Propam Polda Lampung.   Selain yudi, ikut ditahan juga Bripda Ari Gozali, yang meminjamkan pistol untuk digunakan Yudi menembak korban waliyah (23). Keduanya diperiksa sejak dua hari lalu (8/10) di Polda Lampung.sementara pemicu keributan, Bripda Eka hanya dimintai keterangan. Yudi Satria sebelumnya terlibat perkelahian dengan Waliyah, setelah Eka kekasihnya, mengaku pernah digoda oleh korban.  Namun demikian, Polda Lampung belum memberikan status untuk Yudi dan Ari. &amp;quot;Masih kami selidiki,&amp;quot; kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Fatmawati saat dihubungi melalui telepopnnya, Jumat (10/10/2008).  Fatmawati menjelaskan, pistol yang dipakai Bripda Yudi untuk menembak Waliyah adalah pistol milik invetaris Polsek Rawajitu. Saat itu, pistol tersebut sedang dipakai oleh Bripda Ari. Petugas Polsek Rawajitu itu memang diizinkan memakai pistol inventaris Polsek untuk menindak kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah tersebut.  &amp;quot;Bripda Yudi dan Bripda Ari belum dibekali senjata. Karena mereka belum mengikuti psikotes. Peminjaman pistol ke Bripda Yudi itu ilegal,&amp;quot; tambah Fatmawati.  Sementara itu, pihak keluarga korban mendesak polisi agar serius untuk menindak kasus penembakan itu.Pemakaman Waliah dilakukan Kamis sore (9/10) di kampung halamannya. Menurut keterangan keluarga korban, anak kedua dari lima saudara ini adalah tulang punggung keluarga.   </content:encoded></item></channel></rss>
