<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Berharap DPR Tak Voting RUU Pilpres</title><description>Sengitnya tarik ulur kepentingan dalam proses pengesahan RUU Pilpres bisa berujung pada mekanisme voting. Meski diperbolehkan, namun pemerintah berharap pilihan terakhir itu tidak diambil para wakil rakyat. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/20/1/155718/pemerintah-berharap-dpr-tak-voting-ruu-pilpres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/10/20/1/155718/pemerintah-berharap-dpr-tak-voting-ruu-pilpres"/><item><title>Pemerintah Berharap DPR Tak Voting RUU Pilpres</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/10/20/1/155718/pemerintah-berharap-dpr-tak-voting-ruu-pilpres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/10/20/1/155718/pemerintah-berharap-dpr-tak-voting-ruu-pilpres</guid><pubDate>Senin 20 Oktober 2008 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Sutarmi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Sengitnya tarik ulur kepentingan dalam proses pengesahan RUU Pilpres bisa berujung pada mekanisme voting.     Meski diperbolehkan, namun pemerintah berharap pilihan terakhir itu tidak diambil para wakil rakyat.     &amp;quot;Voting diniscayakan pada sistem demokrasi, tapi kita lebih senang kalau ada musyawarah mufakat,&amp;quot; ujar Mensesneg Hatta Radjasa di sela-sela rapat kerja dengan Pansus RUU Pilpres di ruang Komisi II, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008).    Sebagai wakil pemerintah, kata Hatta, dia berharap perdebatan antarfraksi mengenai beberapa pasal krusial dalam RUU Pilpres bisa diselesaikan dengan cara lobi dan tidak dilakukan secara voting.   </description><content:encoded>  JAKARTA - Sengitnya tarik ulur kepentingan dalam proses pengesahan RUU Pilpres bisa berujung pada mekanisme voting.     Meski diperbolehkan, namun pemerintah berharap pilihan terakhir itu tidak diambil para wakil rakyat.     &amp;quot;Voting diniscayakan pada sistem demokrasi, tapi kita lebih senang kalau ada musyawarah mufakat,&amp;quot; ujar Mensesneg Hatta Radjasa di sela-sela rapat kerja dengan Pansus RUU Pilpres di ruang Komisi II, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008).    Sebagai wakil pemerintah, kata Hatta, dia berharap perdebatan antarfraksi mengenai beberapa pasal krusial dalam RUU Pilpres bisa diselesaikan dengan cara lobi dan tidak dilakukan secara voting.   </content:encoded></item></channel></rss>
