<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Amrozi bin Nurhasyim (1)</title><description>Setelah meledaknya Bom Bali I, nama Amrozi mulai dikenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dia bersama ketiga temannya, Imam Samudra, Ali Gufron alias Muklas dan Ali Imron mendadak menjadi selebritis.   </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162111/mengenal-amrozi-bin-nurhasyim-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162111/mengenal-amrozi-bin-nurhasyim-1"/><item><title>Mengenal Amrozi bin Nurhasyim (1)</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162111/mengenal-amrozi-bin-nurhasyim-1</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162111/mengenal-amrozi-bin-nurhasyim-1</guid><pubDate>Minggu 09 November 2008 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Novi Muharrami</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Setelah meledaknya Bom Bali I, nama Amrozi mulai dikenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dia bersama ketiga temannya, Imam Samudra, Ali Gufron alias Muklas dan Ali Imron mendadak menjadi selebritis.   Polisi menobatkan mereka sebagai teroris yang menghantui serangkaian peledakan yang terjadi di Indonesia. Lalu, siapakah Amrozi sebenarnya hingga ia mampu meledakkan bom di Paddy's Cafe Legian Kuta Bali dan melenyapkan 186 nyawa manusia?  Amrozi bin Nurhasyim atau yang dikenal dengan Amrozi, lahir di Lamongan Jawa Timur tepatnya di desa Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro pada 6 Juni 1963. Ayahnya bernama Nurhasyim yang selama 32 tahun bekerja sebagai sekretaris desa alias carik. Itu adalah jabatan terpandang bagi warga desa. Ibunya bernama Hj Tariyem yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga.  Amrozi adalah anak keenam dari delapan bersaudara. Saudara-saudara kandungnya adalah M. Khozin, Ja'far Shodiq, Tafsir, Hj. Afiyah, Alimah, Ali Gufron, dan Ali Imron. Dua saudaranya, Ali Gufron alias Muklas dan Ali Imron turut menjadi aktor dalam peledakan cafe di Legian Kuta Bali.  Selain tujuh saudara kandung, Amrozi memiliki lima saudara tiri, dari pernikahan ayahnya dengan Tarmiah. Mereka adalah Tafsir, Tasrifah, Sumiah, Naimah dan Ali Fauzi.   Khozin adalah salah satu sosok terpenting dalam keluarga besar ini. Dialah yang mewujudkan cita-cita keluarga mendirikan kembali Pondok Pesantren keluarga, pada 1993. Dahulu, kakek Amrozi pun terpandang di masyarakat. Ia pernah memimpin pondok pesantren besar dan terkenal. Namun, sayangnya Pesantren tersebut tiba-tiba saja bubar tanpa alasan.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Setelah meledaknya Bom Bali I, nama Amrozi mulai dikenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dia bersama ketiga temannya, Imam Samudra, Ali Gufron alias Muklas dan Ali Imron mendadak menjadi selebritis.   Polisi menobatkan mereka sebagai teroris yang menghantui serangkaian peledakan yang terjadi di Indonesia. Lalu, siapakah Amrozi sebenarnya hingga ia mampu meledakkan bom di Paddy's Cafe Legian Kuta Bali dan melenyapkan 186 nyawa manusia?  Amrozi bin Nurhasyim atau yang dikenal dengan Amrozi, lahir di Lamongan Jawa Timur tepatnya di desa Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro pada 6 Juni 1963. Ayahnya bernama Nurhasyim yang selama 32 tahun bekerja sebagai sekretaris desa alias carik. Itu adalah jabatan terpandang bagi warga desa. Ibunya bernama Hj Tariyem yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga.  Amrozi adalah anak keenam dari delapan bersaudara. Saudara-saudara kandungnya adalah M. Khozin, Ja'far Shodiq, Tafsir, Hj. Afiyah, Alimah, Ali Gufron, dan Ali Imron. Dua saudaranya, Ali Gufron alias Muklas dan Ali Imron turut menjadi aktor dalam peledakan cafe di Legian Kuta Bali.  Selain tujuh saudara kandung, Amrozi memiliki lima saudara tiri, dari pernikahan ayahnya dengan Tarmiah. Mereka adalah Tafsir, Tasrifah, Sumiah, Naimah dan Ali Fauzi.   Khozin adalah salah satu sosok terpenting dalam keluarga besar ini. Dialah yang mewujudkan cita-cita keluarga mendirikan kembali Pondok Pesantren keluarga, pada 1993. Dahulu, kakek Amrozi pun terpandang di masyarakat. Ia pernah memimpin pondok pesantren besar dan terkenal. Namun, sayangnya Pesantren tersebut tiba-tiba saja bubar tanpa alasan.    </content:encoded></item></channel></rss>
