<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>216 Anak di Parung Panjang Derita Gizi Buruk</title><description>Hampir satu tahun ini Ayu Sutasih (12) mengalami gizi buruk. Dia tidak bisa beraktivitas layaknya gadis remaja yang lain, bermain atau pun pergi ke sekolah menuntut ilmu. Berat badan hanya mencapai 9,5 kg sehingga tubuhnya terlihat seperti tulang yang hanya dibungkus oleh kulit ari saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/11/19/230/165698/216-anak-di-parung-panjang-derita-gizi-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/11/19/230/165698/216-anak-di-parung-panjang-derita-gizi-buruk"/><item><title>216 Anak di Parung Panjang Derita Gizi Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/11/19/230/165698/216-anak-di-parung-panjang-derita-gizi-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/11/19/230/165698/216-anak-di-parung-panjang-derita-gizi-buruk</guid><pubDate>Rabu 19 November 2008 15:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>TANGERANG - Hampir satu tahun ini Ayu Sutasih (12) mengalami gizi buruk. Dia tidak bisa beraktivitas layaknya gadis remaja yang lain, bermain atau pun pergi ke sekolah menuntut ilmu. Berat badan hanya mencapai 9,5 kg sehingga tubuhnya terlihat seperti tulang yang hanya dibungkus oleh kulit ari saja.Jika ingin berjalan di sekitar rumah, dia harus dipapah ibunya. Kini dia bersama lima saudaranya tinggal di rumah sederhana di Desa Jaga Bita, RT 03/03, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Ayahnya berkerja secara serabutan sehingga tidak bisa memenuhi gizi anaknya menyebabkan Ayu Sutasih menderita gizi buruk berkepanjangan.&amp;quot;Bapak belum memiliki penghasilan tetap, sehingga jika makan sehari-hari pun dengan makan seadanya, bahkan sering tidak ada lagi makanan yang bisa dimakan untuk hari berikutnya. Selain itu, juga sangat jarang mendapatkan layanan kesehatan karena jaraknya yang jauh dari puskesmas. Sehingga para petugas puskesmas pun sudah angkat tangan menanganinya,&amp;quot; kata Ratna, ibu Ayu Sutasih dengan raut muka sedih.Beberapa waktu lalu, Sabtu (15/11/2008) Youthcare RZI Tangerang bersama Ibu Uun Maskun (48), aktivis pemberdayaan masyarakat, menyusuri 4 desa dari 13 desa di kecamatan Parung Panjang, Bogor. Dari hasil penelusuran ditemukan 216 anak yang terindikasi menderita gizi buruk.&amp;quot;Alhamdulillah, 10 rumah berhasil kami kunjungi untuk bertemu langsung dengan anak-anak yang menderita gizi buruk, berbicara dengan orang tuanya dan memberikan 80 kornet Superqurban sebagai penambah gizi mereka,&amp;quot; kata Ahmad Faizs, Youthcare RZI Tangerang.Berita kiriman dari:Cipto021 71 52 92 05Media &amp;amp; NewsroomRumah Zakat IndonesiaJalan Matraman Raya Nomor 148 Jakarta Timur</description><content:encoded>TANGERANG - Hampir satu tahun ini Ayu Sutasih (12) mengalami gizi buruk. Dia tidak bisa beraktivitas layaknya gadis remaja yang lain, bermain atau pun pergi ke sekolah menuntut ilmu. Berat badan hanya mencapai 9,5 kg sehingga tubuhnya terlihat seperti tulang yang hanya dibungkus oleh kulit ari saja.Jika ingin berjalan di sekitar rumah, dia harus dipapah ibunya. Kini dia bersama lima saudaranya tinggal di rumah sederhana di Desa Jaga Bita, RT 03/03, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Ayahnya berkerja secara serabutan sehingga tidak bisa memenuhi gizi anaknya menyebabkan Ayu Sutasih menderita gizi buruk berkepanjangan.&amp;quot;Bapak belum memiliki penghasilan tetap, sehingga jika makan sehari-hari pun dengan makan seadanya, bahkan sering tidak ada lagi makanan yang bisa dimakan untuk hari berikutnya. Selain itu, juga sangat jarang mendapatkan layanan kesehatan karena jaraknya yang jauh dari puskesmas. Sehingga para petugas puskesmas pun sudah angkat tangan menanganinya,&amp;quot; kata Ratna, ibu Ayu Sutasih dengan raut muka sedih.Beberapa waktu lalu, Sabtu (15/11/2008) Youthcare RZI Tangerang bersama Ibu Uun Maskun (48), aktivis pemberdayaan masyarakat, menyusuri 4 desa dari 13 desa di kecamatan Parung Panjang, Bogor. Dari hasil penelusuran ditemukan 216 anak yang terindikasi menderita gizi buruk.&amp;quot;Alhamdulillah, 10 rumah berhasil kami kunjungi untuk bertemu langsung dengan anak-anak yang menderita gizi buruk, berbicara dengan orang tuanya dan memberikan 80 kornet Superqurban sebagai penambah gizi mereka,&amp;quot; kata Ahmad Faizs, Youthcare RZI Tangerang.Berita kiriman dari:Cipto021 71 52 92 05Media &amp;amp; NewsroomRumah Zakat IndonesiaJalan Matraman Raya Nomor 148 Jakarta Timur</content:encoded></item></channel></rss>
