<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deplu Minta EO Konsultasi Saat Gelar Pameran</title><description>Departemen Luar Negeri meminta kepada seluruh event organizer (EO) agar berkonsultasi saat hendak menggelar pameran di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/05/1/171033/deplu-minta-eo-konsultasi-saat-gelar-pameran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/12/05/1/171033/deplu-minta-eo-konsultasi-saat-gelar-pameran"/><item><title>Deplu Minta EO Konsultasi Saat Gelar Pameran</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/05/1/171033/deplu-minta-eo-konsultasi-saat-gelar-pameran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/12/05/1/171033/deplu-minta-eo-konsultasi-saat-gelar-pameran</guid><pubDate>Jum'at 05 Desember 2008 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Herlina Sinambela</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Departemen Luar Negeri meminta kepada seluruh event organizer (EO) agar berkonsultasi saat hendak menggelar pameran di Indonesia.  Hal tersebut dilakukan agar kejadian pameran International Automation Technology &amp;amp; Materials Handling Exhibition di Kemayoran tidak terulang hanya karena diduga menghadirkan pengusaha Israel.  &amp;quot;Sebaiknya pihak EO melakukan konsultasi dengan Deplu sehingga tidak menimbulkan kontroversi dan keraguan,&amp;quot; ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/12/2008).  Kendati demikian, Deplu tidak akan memberikan sanksi kepada EO yang menggelar pameran tersebut. Sebab, lanjut Teuku, pemberian sanksi bukanlah kewenangan Deplu.  &amp;quot;Kami akan mengecek EO tersebut, dikhawatirkan EO tersebut tidak sensitif tentang Israel di mata masyarakat. Kami akan selidiki bagaimana dia masuk,&amp;quot; tandasnya.  Dia menambahkan, Deplu tidak akan mempermasalahkan jika visa yang digunakan mereka untuk kegiatan bisnis. Sebab, kata dia, warga negara Israel bisa memiliki dua paspor saat berkunjung ke sebuah negara. &amp;quot;Siapa tahu mereka punya anak cabang perusahaan di Indonesia, itu tidak masalah,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Departemen Luar Negeri meminta kepada seluruh event organizer (EO) agar berkonsultasi saat hendak menggelar pameran di Indonesia.  Hal tersebut dilakukan agar kejadian pameran International Automation Technology &amp;amp; Materials Handling Exhibition di Kemayoran tidak terulang hanya karena diduga menghadirkan pengusaha Israel.  &amp;quot;Sebaiknya pihak EO melakukan konsultasi dengan Deplu sehingga tidak menimbulkan kontroversi dan keraguan,&amp;quot; ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/12/2008).  Kendati demikian, Deplu tidak akan memberikan sanksi kepada EO yang menggelar pameran tersebut. Sebab, lanjut Teuku, pemberian sanksi bukanlah kewenangan Deplu.  &amp;quot;Kami akan mengecek EO tersebut, dikhawatirkan EO tersebut tidak sensitif tentang Israel di mata masyarakat. Kami akan selidiki bagaimana dia masuk,&amp;quot; tandasnya.  Dia menambahkan, Deplu tidak akan mempermasalahkan jika visa yang digunakan mereka untuk kegiatan bisnis. Sebab, kata dia, warga negara Israel bisa memiliki dua paspor saat berkunjung ke sebuah negara. &amp;quot;Siapa tahu mereka punya anak cabang perusahaan di Indonesia, itu tidak masalah,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
