<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: PKS Alami Dinamika Internal Partai</title><description>Pegamat politik dari Reform Institute Yudi Latief melihat ada sebuah dinamika politik dalam internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pandangan tersebut dilontarkannya mencermati adanya faksi-faksi di tubuh PKS yang berseberangan dalam menentukan strategi menghadapi Pemilu 2009.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/18/1/174677/pengamat-pks-alami-dinamika-internal-partai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/12/18/1/174677/pengamat-pks-alami-dinamika-internal-partai"/><item><title>Pengamat: PKS Alami Dinamika Internal Partai</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/18/1/174677/pengamat-pks-alami-dinamika-internal-partai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/12/18/1/174677/pengamat-pks-alami-dinamika-internal-partai</guid><pubDate>Kamis 18 Desember 2008 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pegamat politik dari Reform Institute Yudi Latief melihat ada sebuah dinamika politik dalam internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pandangan tersebut dilontarkannya mencermati adanya faksi-faksi di tubuh PKS yang berseberangan dalam menentukan strategi menghadapi Pemilu 2009.&amp;quot;Ya (perbedaan pendapat) itu menunjukkan ada dinamika dalam PKS. Artinya PKS tidak lagi ditentukan hanya dari satu sudut pandang elit tertentu, tetapi ada faksi yang lain di dalammya. Itu wajar saja,&amp;quot; jelasnya saat dihubungi okezone, Kamis (18/12/2008).Lanjut Yudi, ke depan PKS tidak mudah lagi mengelola internal partainya, sehingga memerlukan manajemen baru yang tidak tersentralisasi. Manajemen baru itu dibuat berdasarkan mekanisme institusi yang baik. &amp;quot;Tidak lagi tersentralisasi atau hanya berdasarkan ketundukan pada orang tertentu saja.&amp;quot;Yudi menambahan untuk memperluas pengaruh, PKS mesti melakukan rekrutmen kader-kader baru. &amp;quot;PKS tidak boleh sekadar mengandalkan kader inti. Selama itu masih terjadi akan sulit memperluas jaringan,&amp;quot; katanya.Menurut dia, kehadiran kader baru tersebut nantinya akan memperluas pemikiran-pemikiran di internal partai. &amp;quot;Hal itu otomatis akan menghadirkan kompetisi pandangan, dengan itu tentu manajemen PKS akan mengalami perubahan,&amp;quot; imbuh Yudi.Â Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani melihat adanya perbedaan strategi pemenangan pemilu yang dilakukan oleh Tifatul Sembiring dan Anis Matta. &amp;quot;Tifatul memandang masyarakat Indonesia akan tertarik jika PKS konsisten, sedangkan Anis Matta lebih melihat pada peluang untuk bekerja sama dengan siapa saja,&amp;quot; ujarnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Pegamat politik dari Reform Institute Yudi Latief melihat ada sebuah dinamika politik dalam internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pandangan tersebut dilontarkannya mencermati adanya faksi-faksi di tubuh PKS yang berseberangan dalam menentukan strategi menghadapi Pemilu 2009.&amp;quot;Ya (perbedaan pendapat) itu menunjukkan ada dinamika dalam PKS. Artinya PKS tidak lagi ditentukan hanya dari satu sudut pandang elit tertentu, tetapi ada faksi yang lain di dalammya. Itu wajar saja,&amp;quot; jelasnya saat dihubungi okezone, Kamis (18/12/2008).Lanjut Yudi, ke depan PKS tidak mudah lagi mengelola internal partainya, sehingga memerlukan manajemen baru yang tidak tersentralisasi. Manajemen baru itu dibuat berdasarkan mekanisme institusi yang baik. &amp;quot;Tidak lagi tersentralisasi atau hanya berdasarkan ketundukan pada orang tertentu saja.&amp;quot;Yudi menambahan untuk memperluas pengaruh, PKS mesti melakukan rekrutmen kader-kader baru. &amp;quot;PKS tidak boleh sekadar mengandalkan kader inti. Selama itu masih terjadi akan sulit memperluas jaringan,&amp;quot; katanya.Menurut dia, kehadiran kader baru tersebut nantinya akan memperluas pemikiran-pemikiran di internal partai. &amp;quot;Hal itu otomatis akan menghadirkan kompetisi pandangan, dengan itu tentu manajemen PKS akan mengalami perubahan,&amp;quot; imbuh Yudi.Â Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani melihat adanya perbedaan strategi pemenangan pemilu yang dilakukan oleh Tifatul Sembiring dan Anis Matta. &amp;quot;Tifatul memandang masyarakat Indonesia akan tertarik jika PKS konsisten, sedangkan Anis Matta lebih melihat pada peluang untuk bekerja sama dengan siapa saja,&amp;quot; ujarnya. </content:encoded></item></channel></rss>
