<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahun 2008, Banyak Tempat Favorit Digusur </title><description>Penggusuran nampaknya masih menjadi pemandangan jamak di Ibu Kota. Namun pada tahun ini  penggusuran tidak hanya terjadi pada lokasi-lokasi permukiman biasa, namun sejumlah lokasi usaha kaki lima yang  selama ini menjadi &amp;quot;landmark&amp;quot;.    </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176186/tahun-2008-banyak-tempat-favorit-digusur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176186/tahun-2008-banyak-tempat-favorit-digusur"/><item><title>Tahun 2008, Banyak Tempat Favorit Digusur </title><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176186/tahun-2008-banyak-tempat-favorit-digusur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176186/tahun-2008-banyak-tempat-favorit-digusur</guid><pubDate>Selasa 23 Desember 2008 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fitra Iskandar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  JAKARTA - Penggusuran nampaknya masih menjadi pemandangan jamak di Ibu Kota. Namun pada tahun ini  penggusuran tidak hanya terjadi pada lokasi-lokasi permukiman biasa, namun sejumlah lokasi usaha kaki lima yang  selama ini menjadi &amp;quot;landmark&amp;quot;.  Sebut saja, pedagang bunga di Barito, Jakarta Selatan, pedagang keramik di Rawasari Jakarta Pusat, pedagang buku bekas dan murah di Kwitang Jakarta Pusat, dan pedagang kaki lima di Blok M, yang boleh disebut sebagai lokasi kaki-5 favorit bagi masyarakat Ibu Kota. Sebelum digusur, semua tempat itu memiliki keunikan tersendiri yang melengkapi Jakarta.  Berikut Catatan Penggusuran tahun 2008 di Jakarta: 18  Januari 2008: Kios-kios pedagang bunga di Barito Jakarta Selatan pagi hari didatangi ratusan Satpol PP lengkap dengan alat berat. Pasar bunga itu diratakan dengan tanah, hanya ada satu bangunan yang tersisa, Musala.  Mereka digusur karena tempat itu merupakan jalur hijau. Para pedagang rencananya akan direlokasi ke Pasar Radio Dalam.Namun mereka menolak tempat yang baru karena beralasan tempat yang kurang strategis, dan kecilnya kios yang diberikan sebagai ganti yaitu hanya 2X2 M.10 Februari 2008:  Rumah-rumah dan kios pedagang keramik dan kerajinan rotan di Rawasari, Jakarta Pusat diratakan dengan tanah. Di lokasi tersebut rencananya akan dijadikan taman dengan gedung bertingkat 3 atau lebih. Salah satunya adalah ruang terbuka hijau.Lahan seluas 5.545 meter persegi itu sebelumnya ditempati 29 kios pengrajin rotan, dan 86 kios keramik, serta 57 rumah tinggal.24 Agustus 2008: Permukiman di atas lahan seluas 60 hektare di Taman BMW di Jalan RE Marthadinata, Jakarta Utara Digusur. Pemerintah berencana membangun sebuah stadion sepakbola bertaraf internasional senilai Rp125 miliar di atas lokasi itu. Proyek itu diprediksi akan rampung pada 2011. Setelah Taman BMW yang mempunyai total lahan 60 hektare ini bersih dari bangunan ilegal, pemerintah langsung egera dilakukan pemagaran. 4 Oktober 2008: Ratusan rumah semi permanen dan gubuk yang berdiri di sekitar Waduk Ria-rio, Pedongkelan, Pulomas, Jakarta Timur, dirubuhkan aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Warga yang terkena penggusuran terletak di jalan masuk waduk dan di bantaran waduk Ria Rio. Penggusuran itu dilakukan untuk mengeruk Waduk Ria Rio seluas sekitar 7,85 hektar.Dengan pengerukan itu, diharapkan meminimalisir banjir di daerah Pulomas dan sekitarnya yang meliputi Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Pulogadung dengan luas layanan sekitar 380 hektar.Tak ada pergantian untuk warga, aparat Kelurahan Kayu Putih  hanya membagikan uang kerohiman Rp300.000 kepada korban penggusuran.13 Desember 2008: Penggusuran terhadap pedagang di Melawai, Blok M. Sekira 800 lapak pedagang kaki lima  di Blok M Plaza digusur oleh petugas. Keberadaan lapak-lapak pedagang tersebut dianggap ilegal. Pasalnya, mereka tidak mempunyai izin dan lahan peruntukannya memang bukan untuk tempat berjualan.(uky)      </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  JAKARTA - Penggusuran nampaknya masih menjadi pemandangan jamak di Ibu Kota. Namun pada tahun ini  penggusuran tidak hanya terjadi pada lokasi-lokasi permukiman biasa, namun sejumlah lokasi usaha kaki lima yang  selama ini menjadi &amp;quot;landmark&amp;quot;.  Sebut saja, pedagang bunga di Barito, Jakarta Selatan, pedagang keramik di Rawasari Jakarta Pusat, pedagang buku bekas dan murah di Kwitang Jakarta Pusat, dan pedagang kaki lima di Blok M, yang boleh disebut sebagai lokasi kaki-5 favorit bagi masyarakat Ibu Kota. Sebelum digusur, semua tempat itu memiliki keunikan tersendiri yang melengkapi Jakarta.  Berikut Catatan Penggusuran tahun 2008 di Jakarta: 18  Januari 2008: Kios-kios pedagang bunga di Barito Jakarta Selatan pagi hari didatangi ratusan Satpol PP lengkap dengan alat berat. Pasar bunga itu diratakan dengan tanah, hanya ada satu bangunan yang tersisa, Musala.  Mereka digusur karena tempat itu merupakan jalur hijau. Para pedagang rencananya akan direlokasi ke Pasar Radio Dalam.Namun mereka menolak tempat yang baru karena beralasan tempat yang kurang strategis, dan kecilnya kios yang diberikan sebagai ganti yaitu hanya 2X2 M.10 Februari 2008:  Rumah-rumah dan kios pedagang keramik dan kerajinan rotan di Rawasari, Jakarta Pusat diratakan dengan tanah. Di lokasi tersebut rencananya akan dijadikan taman dengan gedung bertingkat 3 atau lebih. Salah satunya adalah ruang terbuka hijau.Lahan seluas 5.545 meter persegi itu sebelumnya ditempati 29 kios pengrajin rotan, dan 86 kios keramik, serta 57 rumah tinggal.24 Agustus 2008: Permukiman di atas lahan seluas 60 hektare di Taman BMW di Jalan RE Marthadinata, Jakarta Utara Digusur. Pemerintah berencana membangun sebuah stadion sepakbola bertaraf internasional senilai Rp125 miliar di atas lokasi itu. Proyek itu diprediksi akan rampung pada 2011. Setelah Taman BMW yang mempunyai total lahan 60 hektare ini bersih dari bangunan ilegal, pemerintah langsung egera dilakukan pemagaran. 4 Oktober 2008: Ratusan rumah semi permanen dan gubuk yang berdiri di sekitar Waduk Ria-rio, Pedongkelan, Pulomas, Jakarta Timur, dirubuhkan aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Warga yang terkena penggusuran terletak di jalan masuk waduk dan di bantaran waduk Ria Rio. Penggusuran itu dilakukan untuk mengeruk Waduk Ria Rio seluas sekitar 7,85 hektar.Dengan pengerukan itu, diharapkan meminimalisir banjir di daerah Pulomas dan sekitarnya yang meliputi Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Pulogadung dengan luas layanan sekitar 380 hektar.Tak ada pergantian untuk warga, aparat Kelurahan Kayu Putih  hanya membagikan uang kerohiman Rp300.000 kepada korban penggusuran.13 Desember 2008: Penggusuran terhadap pedagang di Melawai, Blok M. Sekira 800 lapak pedagang kaki lima  di Blok M Plaza digusur oleh petugas. Keberadaan lapak-lapak pedagang tersebut dianggap ilegal. Pasalnya, mereka tidak mempunyai izin dan lahan peruntukannya memang bukan untuk tempat berjualan.(uky)      </content:encoded></item></channel></rss>
