<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diare di Kupang : Dua Tewas Puluhan Kritis </title><description>Dua tewas dan puluhan lain masih kritis setelah wabah diare menyerang warga Desa Oebelo, Kecamatan  Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176220/diare-di-kupang-dua-tewas-puluhan-kritis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176220/diare-di-kupang-dua-tewas-puluhan-kritis"/><item><title>Diare di Kupang : Dua Tewas Puluhan Kritis </title><link>https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176220/diare-di-kupang-dua-tewas-puluhan-kritis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/12/23/1/176220/diare-di-kupang-dua-tewas-puluhan-kritis</guid><pubDate>Selasa 23 Desember 2008 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rahmat J</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KUPANG - Dua tewas dan puluhan lain masih kritis setelah wabah diare menyerang warga Desa Oebelo, KecamatanÂ  Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.Korban tewas yakni Oktavia Fretes (28) yang tengah hamil empat bulan dan Martha da Silva (62). Keduanya adalah warga eks pengungsi Timor-Timur yang baru menetap di lokasiÂ  pemukiman yang dibangun pemerintah tahun 2006 lalu.Kepala Desa Oebelo, Apelles Bulan, yang dihubungi Selasa (23/12/2008) mengatakan, tim medis dari Dinas Kesehatan dibantu petugas Puskesmas telah tiba di lokasi dan sementara melakukan tindakan darurat, termasuk membuka posko pelayanan kesehatan.&amp;quot;Beberapa yang kritis langsung dievakuasi ke rumas sakit menggunakan mobil ambulans,&amp;quot; kata Apelles. &amp;quot;Warga yang menolak dirawat di rumah sakit dengan alasan ekonomi langsung dirawat di posko kesehatan,&amp;quot; lanjutnya.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, I Wayan Ari Wijana yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab wabah diare tersebut.&amp;quot;Dugaan sementara, wabah terjadi akibat kontaminasi kuman atau bakteri pada sumber air bersih yang dikonsumsi warga,&amp;quot; ujarnya. Upaya lain yang telah dilakukan yakni membagikan oralit kepada warga.Lokasi pemukiman pengungsi yang dibangun pemerintah untuk menampung warga eks Timor Timur ini, jauh dari kesan sehat. Sebagian besar rumah tidak memiliki WC sehingga warga membuang kotoran disembarang tempat.Â  Fasilitas air bersih pun sangat terbatas.&amp;quot;Petugas telah melakukan kapurisasi di beberapa sumur yang selama ini menjadi sumber air minum warga. Kapurisasi ini bertujuan untuk mematikan kuman penyebab diare,&amp;quot; lanjut Wayan.Â Antonio Ximenes (46), warga Oebelo yang dihubungi terpisah mengaku, pihaknya telah meminta kepada pemerintah untuk membantu menyediakan sarana air bersih dan WC sehat, namun tidak mendapat perhatian pemerintah.&amp;quot;Warga membuang kotoran di sembarang tempat. Tidak ada air bersih yang higienis. Kalau kondisi ini dibiarkan maka korban akan terus bertambah,&amp;quot; ujarnya.</description><content:encoded>KUPANG - Dua tewas dan puluhan lain masih kritis setelah wabah diare menyerang warga Desa Oebelo, KecamatanÂ  Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.Korban tewas yakni Oktavia Fretes (28) yang tengah hamil empat bulan dan Martha da Silva (62). Keduanya adalah warga eks pengungsi Timor-Timur yang baru menetap di lokasiÂ  pemukiman yang dibangun pemerintah tahun 2006 lalu.Kepala Desa Oebelo, Apelles Bulan, yang dihubungi Selasa (23/12/2008) mengatakan, tim medis dari Dinas Kesehatan dibantu petugas Puskesmas telah tiba di lokasi dan sementara melakukan tindakan darurat, termasuk membuka posko pelayanan kesehatan.&amp;quot;Beberapa yang kritis langsung dievakuasi ke rumas sakit menggunakan mobil ambulans,&amp;quot; kata Apelles. &amp;quot;Warga yang menolak dirawat di rumah sakit dengan alasan ekonomi langsung dirawat di posko kesehatan,&amp;quot; lanjutnya.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, I Wayan Ari Wijana yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab wabah diare tersebut.&amp;quot;Dugaan sementara, wabah terjadi akibat kontaminasi kuman atau bakteri pada sumber air bersih yang dikonsumsi warga,&amp;quot; ujarnya. Upaya lain yang telah dilakukan yakni membagikan oralit kepada warga.Lokasi pemukiman pengungsi yang dibangun pemerintah untuk menampung warga eks Timor Timur ini, jauh dari kesan sehat. Sebagian besar rumah tidak memiliki WC sehingga warga membuang kotoran disembarang tempat.Â  Fasilitas air bersih pun sangat terbatas.&amp;quot;Petugas telah melakukan kapurisasi di beberapa sumur yang selama ini menjadi sumber air minum warga. Kapurisasi ini bertujuan untuk mematikan kuman penyebab diare,&amp;quot; lanjut Wayan.Â Antonio Ximenes (46), warga Oebelo yang dihubungi terpisah mengaku, pihaknya telah meminta kepada pemerintah untuk membantu menyediakan sarana air bersih dan WC sehat, namun tidak mendapat perhatian pemerintah.&amp;quot;Warga membuang kotoran di sembarang tempat. Tidak ada air bersih yang higienis. Kalau kondisi ini dibiarkan maka korban akan terus bertambah,&amp;quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
