<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggota KPK Gadungan Dibekuk di Halmahera Utara</title><description>Polres Halmahera Utara (Polres) lewat satuan Intelkamnya berhasil membekuk Sony Sumampow (35), seorang warga setempat yang mengaku anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/06/1/179784/anggota-kpk-gadungan-dibekuk-di-halmahera-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/01/06/1/179784/anggota-kpk-gadungan-dibekuk-di-halmahera-utara"/><item><title>Anggota KPK Gadungan Dibekuk di Halmahera Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/06/1/179784/anggota-kpk-gadungan-dibekuk-di-halmahera-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/01/06/1/179784/anggota-kpk-gadungan-dibekuk-di-halmahera-utara</guid><pubDate>Selasa 06 Januari 2009 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rival Fahmi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  TERNATE - Polres Halmahera Utara (Polres) lewat satuan Intelkamnya berhasil membekuk Sony Sumampow (35), yang mengaku anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah beraksi selama 6 bulan dan berhasil memeras sejumlah pejabat, anggota KPK gadungan itu akhirnya ditangkap polisi di penginapan Green Wosia, Tobelo, Halut, Senin (5/1/2009). Pelaku yang hanya tamatan SLTP itu terbilang cukup lihai dan cerdik dalam melakukan aksinya. Buktinya, uang jutaan rupiah berhasil didapat hanya dengan mengancam akan membeberkan kasus-kasus yang dilakukan para korban. Bukan hanya pejabat, sejumlah kontraktor dan kepala desa pun tak luput dari aksi Sony. Bahkan, polisi setempat pun pernah ditipunya dengan mengaku sebagai intel dari Mabes Polri yang diperbantukan di KPK, dan korbannya beberapa anggota polisi setempat.Terakhir sebelum dibekuk, pelaku berencana untuk datang memeriksa Bupati Halamahera Utara, Hein Namotemo, terkait dengan laporan yang telah masuk ke KPK. Bersama pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp.4.422.000 dan sebuah telepon genggam. &amp;quot;Uang itu sisa dari hasil menipu kepala desa Biang, kecamatan Kao, dan salah satu kontraktor yang mengelola anggaran DAK (dana alokasi khusus) di Dikjar Halut yang ditotal keseluruhan Rp10 juta,&amp;quot; aku tersangka.   Pelaku sendiri saat ini sementara diperiksa secara intensif terkait pengembangan pemeriksaan penipuan terhadap kontraktor anggaran DAK Dikjar Halut. &amp;quot;Modus penipuannya dengan mencatut nama KPK, pelaku lalu memeras korban dengan dalil akan menutupi kasus mereka,&amp;quot; ujar Wakapolres Halut Kompol Matheys Beay. Diungkap Wakapolres, kasus penipuan dan pemerasan dengan membawa nama KPK memang sudah marak di Halut sejak enam bulan belakangan. &amp;quot;Tapi baru kali ini, pelaku bisa ditangkap. Korbannya berasal dari kalangan pejabat, kepala desa, kontraktorÂ  tokoh masyarakat dan tokoh agama,&amp;quot; ungkap Theys.   Polisi juga kemungkinan akan mengembangkan kasus ini dengan meminta korban membeberkan nama-nama korbannya. &amp;quot;Tentunya akan kami kembangkan. Kecurigaan kami, bisa saja ada kejahatan yang dilakukan para korban sehingga bisa dengan mudah memberi uang pada pelaku,&amp;quot; tambahnya.    </description><content:encoded>  TERNATE - Polres Halmahera Utara (Polres) lewat satuan Intelkamnya berhasil membekuk Sony Sumampow (35), yang mengaku anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah beraksi selama 6 bulan dan berhasil memeras sejumlah pejabat, anggota KPK gadungan itu akhirnya ditangkap polisi di penginapan Green Wosia, Tobelo, Halut, Senin (5/1/2009). Pelaku yang hanya tamatan SLTP itu terbilang cukup lihai dan cerdik dalam melakukan aksinya. Buktinya, uang jutaan rupiah berhasil didapat hanya dengan mengancam akan membeberkan kasus-kasus yang dilakukan para korban. Bukan hanya pejabat, sejumlah kontraktor dan kepala desa pun tak luput dari aksi Sony. Bahkan, polisi setempat pun pernah ditipunya dengan mengaku sebagai intel dari Mabes Polri yang diperbantukan di KPK, dan korbannya beberapa anggota polisi setempat.Terakhir sebelum dibekuk, pelaku berencana untuk datang memeriksa Bupati Halamahera Utara, Hein Namotemo, terkait dengan laporan yang telah masuk ke KPK. Bersama pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp.4.422.000 dan sebuah telepon genggam. &amp;quot;Uang itu sisa dari hasil menipu kepala desa Biang, kecamatan Kao, dan salah satu kontraktor yang mengelola anggaran DAK (dana alokasi khusus) di Dikjar Halut yang ditotal keseluruhan Rp10 juta,&amp;quot; aku tersangka.   Pelaku sendiri saat ini sementara diperiksa secara intensif terkait pengembangan pemeriksaan penipuan terhadap kontraktor anggaran DAK Dikjar Halut. &amp;quot;Modus penipuannya dengan mencatut nama KPK, pelaku lalu memeras korban dengan dalil akan menutupi kasus mereka,&amp;quot; ujar Wakapolres Halut Kompol Matheys Beay. Diungkap Wakapolres, kasus penipuan dan pemerasan dengan membawa nama KPK memang sudah marak di Halut sejak enam bulan belakangan. &amp;quot;Tapi baru kali ini, pelaku bisa ditangkap. Korbannya berasal dari kalangan pejabat, kepala desa, kontraktorÂ  tokoh masyarakat dan tokoh agama,&amp;quot; ungkap Theys.   Polisi juga kemungkinan akan mengembangkan kasus ini dengan meminta korban membeberkan nama-nama korbannya. &amp;quot;Tentunya akan kami kembangkan. Kecurigaan kami, bisa saja ada kejahatan yang dilakukan para korban sehingga bisa dengan mudah memberi uang pada pelaku,&amp;quot; tambahnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
