<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Siswa Bolos, Perlu Toleransi &amp; Teguran</title><description>Hari ini memasuki hari ketiga perberlakukan jam masuk sekolah lebih awal. Masih banyak siswa yang memilih membolos dengan alasan terlambat. Hal ini dinilai wajar mengingat penerapan aturan ini masih dalam tahap transisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/07/1/180134/pengamat-siswa-bolos-perlu-toleransi-teguran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/01/07/1/180134/pengamat-siswa-bolos-perlu-toleransi-teguran"/><item><title>Pengamat: Siswa Bolos, Perlu Toleransi &amp; Teguran</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/07/1/180134/pengamat-siswa-bolos-perlu-toleransi-teguran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/01/07/1/180134/pengamat-siswa-bolos-perlu-toleransi-teguran</guid><pubDate>Rabu 07 Januari 2009 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Suryana</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Hari ini memasuki hari ketiga perberlakukan jam masuk sekolah lebih awal. Masih banyak siswa yang memilih membolos dengan alasan terlambat. Hal ini dinilai wajar mengingat penerapan aturan ini masih dalam tahap transisi.  &amp;quot;Ini masih masa transisi, jadi perlu adanya toleransi. Tapi tidak berarti dibiarkan, mereka harus ditegur dan diberi sanksi yang mendidik mereka,&amp;quot; ujarnya pengamat pendidikan Arif Rahman kepada okezone, Rabu (7/1/2009).Menurut Arif, pemberlakuan peraturan itu memerlukan waktu untuk bisa dipahami dan membuat para siswa serta orang tua terbiasa dengan kebijakan baru ini. &amp;quot;Sosialisasi ini kan memakan waktu,&amp;quot; katanya.Namun begitu, kata Arif, harus diteliti pula kebiasaan siswa membolos dan berjalan-jalan ke mal itu, apakah murni pelarian mereka karena belum sanggup mengikuti aturan baru atau justru kebiasaan mereka memang seperti itu.&amp;quot;Yang pasti, penerapan kebijakan baru ini harus diikuti kesiapan manajeman sekolah dan orang tua untuk membimbing para siswanya. Sekaligus memberi pemahaman bahwa ini masa uji coba. Jadi perlu semacam uji kelayakan,&amp;quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hari ini memasuki hari ketiga perberlakukan jam masuk sekolah lebih awal. Masih banyak siswa yang memilih membolos dengan alasan terlambat. Hal ini dinilai wajar mengingat penerapan aturan ini masih dalam tahap transisi.  &amp;quot;Ini masih masa transisi, jadi perlu adanya toleransi. Tapi tidak berarti dibiarkan, mereka harus ditegur dan diberi sanksi yang mendidik mereka,&amp;quot; ujarnya pengamat pendidikan Arif Rahman kepada okezone, Rabu (7/1/2009).Menurut Arif, pemberlakuan peraturan itu memerlukan waktu untuk bisa dipahami dan membuat para siswa serta orang tua terbiasa dengan kebijakan baru ini. &amp;quot;Sosialisasi ini kan memakan waktu,&amp;quot; katanya.Namun begitu, kata Arif, harus diteliti pula kebiasaan siswa membolos dan berjalan-jalan ke mal itu, apakah murni pelarian mereka karena belum sanggup mengikuti aturan baru atau justru kebiasaan mereka memang seperti itu.&amp;quot;Yang pasti, penerapan kebijakan baru ini harus diikuti kesiapan manajeman sekolah dan orang tua untuk membimbing para siswanya. Sekaligus memberi pemahaman bahwa ini masa uji coba. Jadi perlu semacam uji kelayakan,&amp;quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
