<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Limbah RSUD Dr Koesma Ganggu Kesehatan Warga</title><description>Warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota Tuban, Jawa Timur, yang berada di sekitar RSUD Dr. R Koesma Tuban, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari cerobong pembakaran limbah RSUD.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/08/1/180861/limbah-rsud-dr-koesma-ganggu-kesehatan-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/01/08/1/180861/limbah-rsud-dr-koesma-ganggu-kesehatan-warga"/><item><title>Limbah RSUD Dr Koesma Ganggu Kesehatan Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/08/1/180861/limbah-rsud-dr-koesma-ganggu-kesehatan-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/01/08/1/180861/limbah-rsud-dr-koesma-ganggu-kesehatan-warga</guid><pubDate>Kamis 08 Januari 2009 23:44 WIB</pubDate><dc:creator>Nanang Fahrudin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          TUBAN - Warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota Tuban, Jawa Timur, yang berada di sekitar RSUD Dr. R Koesma Tuban, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari cerobong pembakaran limbah RSUD. Mereka khawatir, selain baunya tidak sedap, juga mengganggu kesehatan warga.  Menurut salah satu warga, Lilis (30), dia dan warga sekitar takut kuman-kuman dari limbah menyebar lewat asap. Karena, menurut mereka, limbah RSUD beda dengan limbah lainnya, yakni berasal dari pasien dengan berbagai jenis penyakit.   &amp;quot;Kan yang dibakar itu bekas dipakai orang sakit bermacam-macam,&amp;quot; keluhnya kepada wartawan, Kamis (8/1/2009).  Nining, warga lainnya juga mengatakan, setiap pagi pukul 07.00-08.30 WIB, asap dari pembakaran limbah RSUD mengeluarkan asap. Cerobong asap yang kurang tinggi, menyebabkan asap hasil pembakaran menyebar ke perkampungan penduduk.   Sedangkan tembok pembatas antara RSUD dengan perkampubngan warga hanya setinggi 7 meter. &amp;quot;Saya sering muntah karena baunya,&amp;quot; terangnya.  Meski mengeluhkan pencemaran lingkungan, sampai saat ini warga belum berniat melapor ke pihak berwenang. Karena mereka khawatir tidak ditanggapi atau malah dianggap sengaja membuat persoalan.   Mereka hanya berharap masalah itu segera diperhatikan oleh pihak RSUD dengan cara menangani masalah tersebut.  Secara terpisah, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Tuban, Bambang Irawan mengaku belum mengetahui jika ada pencemaran limbah RSUD. Pihaknya sendiri belum mengecek di lapangan.   Tapi, menurut dia, seharusnya pembakaran itu tidak mengeluarkan asap tebal apalagi berbau. &amp;quot;Kita akan cek,&amp;quot; katanya.  Bambang menduga, asap memang berpotensi menimbulkan pencemaran. Apalagi, bahan-bahan yang dibakar termasuk dalam daftar Bahan Beracun Berbahaya (B3).   Ia berjanji akan segera menindak lanjuti keluhan warga. &amp;quot;Kami akan evaluasi ulang izin lingkungannya,&amp;quot; pungkas Bambang.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          TUBAN - Warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota Tuban, Jawa Timur, yang berada di sekitar RSUD Dr. R Koesma Tuban, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari cerobong pembakaran limbah RSUD. Mereka khawatir, selain baunya tidak sedap, juga mengganggu kesehatan warga.  Menurut salah satu warga, Lilis (30), dia dan warga sekitar takut kuman-kuman dari limbah menyebar lewat asap. Karena, menurut mereka, limbah RSUD beda dengan limbah lainnya, yakni berasal dari pasien dengan berbagai jenis penyakit.   &amp;quot;Kan yang dibakar itu bekas dipakai orang sakit bermacam-macam,&amp;quot; keluhnya kepada wartawan, Kamis (8/1/2009).  Nining, warga lainnya juga mengatakan, setiap pagi pukul 07.00-08.30 WIB, asap dari pembakaran limbah RSUD mengeluarkan asap. Cerobong asap yang kurang tinggi, menyebabkan asap hasil pembakaran menyebar ke perkampungan penduduk.   Sedangkan tembok pembatas antara RSUD dengan perkampubngan warga hanya setinggi 7 meter. &amp;quot;Saya sering muntah karena baunya,&amp;quot; terangnya.  Meski mengeluhkan pencemaran lingkungan, sampai saat ini warga belum berniat melapor ke pihak berwenang. Karena mereka khawatir tidak ditanggapi atau malah dianggap sengaja membuat persoalan.   Mereka hanya berharap masalah itu segera diperhatikan oleh pihak RSUD dengan cara menangani masalah tersebut.  Secara terpisah, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Tuban, Bambang Irawan mengaku belum mengetahui jika ada pencemaran limbah RSUD. Pihaknya sendiri belum mengecek di lapangan.   Tapi, menurut dia, seharusnya pembakaran itu tidak mengeluarkan asap tebal apalagi berbau. &amp;quot;Kita akan cek,&amp;quot; katanya.  Bambang menduga, asap memang berpotensi menimbulkan pencemaran. Apalagi, bahan-bahan yang dibakar termasuk dalam daftar Bahan Beracun Berbahaya (B3).   Ia berjanji akan segera menindak lanjuti keluhan warga. &amp;quot;Kami akan evaluasi ulang izin lingkungannya,&amp;quot; pungkas Bambang.    </content:encoded></item></channel></rss>
