<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KM Teratai Prima, KNKT Temukan Fakta Baru</title><description>Ada fakta baru tentang tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Majene Sulawesi Barat 11 Januari lalu. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan dua fakta tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/30/1/187851/km-teratai-prima-knkt-temukan-fakta-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/01/30/1/187851/km-teratai-prima-knkt-temukan-fakta-baru"/><item><title>KM Teratai Prima, KNKT Temukan Fakta Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/01/30/1/187851/km-teratai-prima-knkt-temukan-fakta-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/01/30/1/187851/km-teratai-prima-knkt-temukan-fakta-baru</guid><pubDate>Jum'at 30 Januari 2009 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Sukmo Wibowo</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Ada fakta baru tentang tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Majene Sulawesi Barat 11 Januari lalu. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan dua fakta tersebut adalah adanya perubahan mesin dan peralatan keselamatan di kapal disimpan dalam keadaan terkunci.  Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan, KM Teratai Prima mengalami perubahan mesin di luar standar kapal yakni dari 1.500 pk menjadi 2 x 500. &amp;quot;Selain itu, nahkoda menjalankan kapal dengan kecepatan tinggi di tengah kondisi cuaca yang buruk,&amp;quot; kata dia kepada wartawan, usai menghadiri peresmian pusat kajian strategis TNI di Jakarta, Jumat (30/1/2009).  Tatang mengatakan, kondisi cuaca memang tidak mendukung. Nahkoda kapal dan ASDP tidak secara tegas melarang nahkoda untuk tidak berlayar. Fakta lain adalah peralatan keselamatan penumpang yang diimiki KM Prima dalam pposisi terkunci atau dipatenkan.   Agar kejadian ini tak lagi terulang, Tatang mengimbau kepada seluruh perusahaan pelayaran dan ASDP supaya menempatkan instrumen peralatan keselamatan di luar atau di buritan kapal sesuai standar yang dilakukan.   &amp;quot;Demikian pula kepada petugas pelabuhan untuk secara tegas menegur dan tidak memberi toleransi kepada kapal-kapal yang tidak mengindahkan sistem yang telah distandarisasi,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Ada fakta baru tentang tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Majene Sulawesi Barat 11 Januari lalu. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan dua fakta tersebut adalah adanya perubahan mesin dan peralatan keselamatan di kapal disimpan dalam keadaan terkunci.  Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan, KM Teratai Prima mengalami perubahan mesin di luar standar kapal yakni dari 1.500 pk menjadi 2 x 500. &amp;quot;Selain itu, nahkoda menjalankan kapal dengan kecepatan tinggi di tengah kondisi cuaca yang buruk,&amp;quot; kata dia kepada wartawan, usai menghadiri peresmian pusat kajian strategis TNI di Jakarta, Jumat (30/1/2009).  Tatang mengatakan, kondisi cuaca memang tidak mendukung. Nahkoda kapal dan ASDP tidak secara tegas melarang nahkoda untuk tidak berlayar. Fakta lain adalah peralatan keselamatan penumpang yang diimiki KM Prima dalam pposisi terkunci atau dipatenkan.   Agar kejadian ini tak lagi terulang, Tatang mengimbau kepada seluruh perusahaan pelayaran dan ASDP supaya menempatkan instrumen peralatan keselamatan di luar atau di buritan kapal sesuai standar yang dilakukan.   &amp;quot;Demikian pula kepada petugas pelabuhan untuk secara tegas menegur dan tidak memberi toleransi kepada kapal-kapal yang tidak mengindahkan sistem yang telah distandarisasi,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
