<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov Jabar Belum Punya Dana Tanggap Bencana</title><description>Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum dapat mencairkan anggaran dana tak terduga sebesar Rp40 MilIar, untuk digelontorkan ke daerah-daerah yang terkena bencana banjir dan longsor.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/02/03/1/189021/pemprov-jabar-belum-punya-dana-tanggap-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/02/03/1/189021/pemprov-jabar-belum-punya-dana-tanggap-bencana"/><item><title>Pemprov Jabar Belum Punya Dana Tanggap Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/02/03/1/189021/pemprov-jabar-belum-punya-dana-tanggap-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/02/03/1/189021/pemprov-jabar-belum-punya-dana-tanggap-bencana</guid><pubDate>Selasa 03 Februari 2009 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    DEPOK - Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum dapat mencairkan anggaran dana tak terduga sebesar Rp40 MilIar, untuk digelontorkan ke daerah-daerah yang terkena bencana banjir dan longsor.   Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengatakan, Provinsi Jawa Barat belum memiliki dana tanggap bencana, dan penanganannya sudah diserahkan kepada masing-masing daerah yang terkena bencana.  &amp;quot;Dana tanggap bencana kita belum punya, yang kita punya hanya dana tidak terduga, itupun baru bisa dicairkan setelah perda penanggulangan bencana ditetapkan,&amp;quot; jelas Dede kepada wartawan di Depok, Selasa (3/2/2009).   Dede menambahkan, dana yang ada saat ini baru berupa perbaikan infrastruktur untuk 26 kabupaten kota di Jawa Barat. &amp;quot;Saya sebagai Satkorlak mengimbau untuk menggerakan yang ada saja dahulu. Saat ini kami tidak bisa bergerak tanpa ada payung atau peraturan yang jelas,&amp;quot; tuturnya.  Dia mengimbau, setiap kepala daerah agar memutuskan status bencana dan segera mengajukan anggaran penanganan bencana kepada pemprov Jawa Barat. &amp;quot;Kita hanya sebagai fasilitator dan support, selama itu bisa ditangani kabupaten kota. Kita hanya sebagai back up,&amp;quot; tandasnya.   Sedikitnya terdapat 16 kabupaten kota di Jawa Barat yang rawan banjir dan longsor, Depok adalah salah satunya. Di sebelah selatan Jawa Barat rawan longsor, utara rawan banjir. &amp;quot;Pemprov Jawa Barat juga akan memberikan bibit baru bagi petani yang lahan pertaniannya terendam banjir,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    DEPOK - Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum dapat mencairkan anggaran dana tak terduga sebesar Rp40 MilIar, untuk digelontorkan ke daerah-daerah yang terkena bencana banjir dan longsor.   Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengatakan, Provinsi Jawa Barat belum memiliki dana tanggap bencana, dan penanganannya sudah diserahkan kepada masing-masing daerah yang terkena bencana.  &amp;quot;Dana tanggap bencana kita belum punya, yang kita punya hanya dana tidak terduga, itupun baru bisa dicairkan setelah perda penanggulangan bencana ditetapkan,&amp;quot; jelas Dede kepada wartawan di Depok, Selasa (3/2/2009).   Dede menambahkan, dana yang ada saat ini baru berupa perbaikan infrastruktur untuk 26 kabupaten kota di Jawa Barat. &amp;quot;Saya sebagai Satkorlak mengimbau untuk menggerakan yang ada saja dahulu. Saat ini kami tidak bisa bergerak tanpa ada payung atau peraturan yang jelas,&amp;quot; tuturnya.  Dia mengimbau, setiap kepala daerah agar memutuskan status bencana dan segera mengajukan anggaran penanganan bencana kepada pemprov Jawa Barat. &amp;quot;Kita hanya sebagai fasilitator dan support, selama itu bisa ditangani kabupaten kota. Kita hanya sebagai back up,&amp;quot; tandasnya.   Sedikitnya terdapat 16 kabupaten kota di Jawa Barat yang rawan banjir dan longsor, Depok adalah salah satunya. Di sebelah selatan Jawa Barat rawan longsor, utara rawan banjir. &amp;quot;Pemprov Jawa Barat juga akan memberikan bibit baru bagi petani yang lahan pertaniannya terendam banjir,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
