<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerombolan Monyet Rusak Kebun Warga</title><description>Gerombolan kera terus menyerang lahan pertanian warga di lereng Gunung Menoreh, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kondisi itu mengakibatkan petani setempat merugi, lantaran tidak bisa memanen tanaman mereka sesuai harapan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/02/17/1/193699/gerombolan-monyet-rusak-kebun-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/02/17/1/193699/gerombolan-monyet-rusak-kebun-warga"/><item><title>Gerombolan Monyet Rusak Kebun Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/02/17/1/193699/gerombolan-monyet-rusak-kebun-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/02/17/1/193699/gerombolan-monyet-rusak-kebun-warga</guid><pubDate>Selasa 17 Februari 2009 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Slamet</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  MAGELANG - Gerombolan kera terus menyerang lahan pertanian warga di lereng Gunung Menoreh, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kondisi itu mengakibatkan petani setempat merugi, lantaran tidak bisa memanen tanaman mereka sesuai harapan.Â  Kepala Dusun Malangan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur Jalil mengatakan, aksi hewan mamalia ini sedianya telah berlangsung lama. Namun dalam sepekan terakhir ini, aksi tersebut semakin parah. &amp;quot;Karena kawanan kera itu tidak sekadar menyerang lahan pertanian. Mereka juga mulai masuk perkampungan,&amp;quot; ungkapnya kepada wartawan, Selasa (17/2/2009).  Kata Jalil, tanaman penduduk yang diserang kera itu merupakan tanaman perkebunan dan buah-buahan. Seperti ketela pohon, kacang, jagung, pepaya pisang dan juga rambutan. Akibatnya, para petani terpaksa memanen tanaman mereka meski belum waktunya.  &amp;quot;Kini, para petani hari mesti menjaga kebunnya setiap hari. Karena jika kebun ditinggal, akan dihabiskan monyet-monyet itu,&amp;quot; ujarnya. Sedianya, lanjut Jalil, warga lereng gunung Menoreh telah berusaha melawan aksi kera itu. Yakni dengan cara menangkapi gerombolan kera tersebut lewat bantuan pawang. Hanya, cara itu tidak berjalan optimal, lantaran masih banyak kera yang belum tertangkap. &amp;quot;Pawang itu cuma bisa menangkap dua ekor, mereka bilang menyerah dan tidak mampu,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>  MAGELANG - Gerombolan kera terus menyerang lahan pertanian warga di lereng Gunung Menoreh, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kondisi itu mengakibatkan petani setempat merugi, lantaran tidak bisa memanen tanaman mereka sesuai harapan.Â  Kepala Dusun Malangan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur Jalil mengatakan, aksi hewan mamalia ini sedianya telah berlangsung lama. Namun dalam sepekan terakhir ini, aksi tersebut semakin parah. &amp;quot;Karena kawanan kera itu tidak sekadar menyerang lahan pertanian. Mereka juga mulai masuk perkampungan,&amp;quot; ungkapnya kepada wartawan, Selasa (17/2/2009).  Kata Jalil, tanaman penduduk yang diserang kera itu merupakan tanaman perkebunan dan buah-buahan. Seperti ketela pohon, kacang, jagung, pepaya pisang dan juga rambutan. Akibatnya, para petani terpaksa memanen tanaman mereka meski belum waktunya.  &amp;quot;Kini, para petani hari mesti menjaga kebunnya setiap hari. Karena jika kebun ditinggal, akan dihabiskan monyet-monyet itu,&amp;quot; ujarnya. Sedianya, lanjut Jalil, warga lereng gunung Menoreh telah berusaha melawan aksi kera itu. Yakni dengan cara menangkapi gerombolan kera tersebut lewat bantuan pawang. Hanya, cara itu tidak berjalan optimal, lantaran masih banyak kera yang belum tertangkap. &amp;quot;Pawang itu cuma bisa menangkap dua ekor, mereka bilang menyerah dan tidak mampu,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
