<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Helikopter SAR Cari Korban Tenggelam di Serui</title><description>Keluarga Fredi Sanur, pengusaha yang tenggelam bersama pejabat Papua saat akan meninjau proyek, Sabtu 7 Maret lalu, kembali melakukan penyisiran di perairan Pulau Biak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/03/12/1/200745/helikopter-sar-cari-korban-tenggelam-di-serui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/03/12/1/200745/helikopter-sar-cari-korban-tenggelam-di-serui"/><item><title>Helikopter SAR Cari Korban Tenggelam di Serui</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/03/12/1/200745/helikopter-sar-cari-korban-tenggelam-di-serui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/03/12/1/200745/helikopter-sar-cari-korban-tenggelam-di-serui</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2009 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Novi Muharrami</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Keluarga Fredi Sanur, pengusaha yang tenggelam bersama pejabat Papua saat akan meninjau proyek, Sabtu 7 Maret lalu, kembali melakukan penyisiran di perairan Pulau Biak.  Salah seorang kerabat, Anton mengatakan, hari ini pihaknya menyewa helikopter untuk mencari keluarganya yang hingga hari ini belum ditemukan.  &amp;quot;Sejak pukul 06.00 WIT, kami bersama tim SAR sudah turun melakukan pencarian. Kami menyewa helikopter sendiri untuk mencari. Helikopter ini kami sewa dari Nabire,&amp;quot; kata dia saat dihubungi okezone, Kamis (12/3/2009).  Hingga pukul 14.00 WIT, atau pukul 12.00 WIB, kata Anton, belum ada kabar. Dia menambahkan, pencarian hari ini difokuskan ke muara Sungai Mamberamo.  &amp;quot;Kami masih terus monitor kapal yang sejak pagi sudah jalan,&amp;quot; tukasnya.  Anton menambahkan, fokus pencarian di sekitar area hutan bakau karena diperkirakan speed boat berpenumpang 16 orang tersebut pecah dihantam gelombang di dekat muara sungai Mamberamo tersebut.  &amp;quot;Pencarian ini juga melibatkan Badan SAR Daerah Serui dan Biak,&amp;quot; pungkasnya.  Diketahui, 16 orang yang menumpang speed boat ini adalah pengusaha dan pejabat yang akan meninjau proyek di kabupaten pemekaran baru, yaitu Kabupaten Mamberamo, Papua.  Mereka berangkat dari Serius Selasa 3 Maret dengan menggunakan speed boat. Diperkirakan perjalanan ditempuh selama dua hari atau Kamis 5 Maret seharusnya sudah tiba. Namun, sampai Jumat 6 Maret, rombongan tersebut belum juga tiba.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Keluarga Fredi Sanur, pengusaha yang tenggelam bersama pejabat Papua saat akan meninjau proyek, Sabtu 7 Maret lalu, kembali melakukan penyisiran di perairan Pulau Biak.  Salah seorang kerabat, Anton mengatakan, hari ini pihaknya menyewa helikopter untuk mencari keluarganya yang hingga hari ini belum ditemukan.  &amp;quot;Sejak pukul 06.00 WIT, kami bersama tim SAR sudah turun melakukan pencarian. Kami menyewa helikopter sendiri untuk mencari. Helikopter ini kami sewa dari Nabire,&amp;quot; kata dia saat dihubungi okezone, Kamis (12/3/2009).  Hingga pukul 14.00 WIT, atau pukul 12.00 WIB, kata Anton, belum ada kabar. Dia menambahkan, pencarian hari ini difokuskan ke muara Sungai Mamberamo.  &amp;quot;Kami masih terus monitor kapal yang sejak pagi sudah jalan,&amp;quot; tukasnya.  Anton menambahkan, fokus pencarian di sekitar area hutan bakau karena diperkirakan speed boat berpenumpang 16 orang tersebut pecah dihantam gelombang di dekat muara sungai Mamberamo tersebut.  &amp;quot;Pencarian ini juga melibatkan Badan SAR Daerah Serui dan Biak,&amp;quot; pungkasnya.  Diketahui, 16 orang yang menumpang speed boat ini adalah pengusaha dan pejabat yang akan meninjau proyek di kabupaten pemekaran baru, yaitu Kabupaten Mamberamo, Papua.  Mereka berangkat dari Serius Selasa 3 Maret dengan menggunakan speed boat. Diperkirakan perjalanan ditempuh selama dua hari atau Kamis 5 Maret seharusnya sudah tiba. Namun, sampai Jumat 6 Maret, rombongan tersebut belum juga tiba.    </content:encoded></item></channel></rss>
