<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi Cirebon, Dede Yusuf Mampir ke Tempat PSK </title><description>Wakil Gubernur Dede Yusuf dikabarkan menyambangi lokasi tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) berkumpul. Itu dilakukannya saat melakukan kunjungan kerja ke Cirebon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/03/16/1/201931/sambangi-cirebon-dede-yusuf-mampir-ke-tempat-psk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/03/16/1/201931/sambangi-cirebon-dede-yusuf-mampir-ke-tempat-psk"/><item><title>Sambangi Cirebon, Dede Yusuf Mampir ke Tempat PSK </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/03/16/1/201931/sambangi-cirebon-dede-yusuf-mampir-ke-tempat-psk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/03/16/1/201931/sambangi-cirebon-dede-yusuf-mampir-ke-tempat-psk</guid><pubDate>Senin 16 Maret 2009 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Wakil Gubernur Dede Yusuf dikabarkan menyambangi lokasi tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) berkumpul. Itu dilakukannya saat melakukan kunjungan kerja ke Cirebon.  Eit... jangan salah sangka dulu. Kegiatan yang dilakukan Dede bukanlah kegiatan terlarang, melainkan Dede tengah menjalankan fungsinya sebagai pejabat daerah dengan menyambangi tempat rehabilitasi PSK dan anak jalanan. Dalam kesempatan itu.   &amp;quot;Saya ingin agar mereka diperlakukan manusiawi. Beri pelatihan dan bimbingan agar mereka tidak kembali ke pekerjaan semula,&amp;quot; ujar Dede dalam rilis yang diterima okezone, Senin (16/3/2009).  Mantan anggota Komisi VII DPR ini datang bersama sejumlah pejabat terkait. Para PSK dan anak jalanan yang sedang menjalani pembinaan nampak tak sungkan-sungkan bersalaman dan menyampaikan harapannya. Mereka bahkan minta foto bersama.  Untuk anak jalanan, Dede meminta agar mereka disediakan alokasi dana BOS khusus. Mereka akan dapat beasiswa sekolah di pesantren-pesantren yang ditunjuk Pemprov. BOS juga akan disediakan bagi PSK untuk mengikuti pendidikan luar sekolah berupa kursus-kursus keterampilan dan Â mengikuti ujian Paket A (SD), Paket B (SMP), dan Paket C (SMA).  &amp;quot;Sambil menunggu undang-undang, Kami mengajak para bupati dan walikota bergerak dulu untuk menanggulangi masalah ini. Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>BANDUNG - Wakil Gubernur Dede Yusuf dikabarkan menyambangi lokasi tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) berkumpul. Itu dilakukannya saat melakukan kunjungan kerja ke Cirebon.  Eit... jangan salah sangka dulu. Kegiatan yang dilakukan Dede bukanlah kegiatan terlarang, melainkan Dede tengah menjalankan fungsinya sebagai pejabat daerah dengan menyambangi tempat rehabilitasi PSK dan anak jalanan. Dalam kesempatan itu.   &amp;quot;Saya ingin agar mereka diperlakukan manusiawi. Beri pelatihan dan bimbingan agar mereka tidak kembali ke pekerjaan semula,&amp;quot; ujar Dede dalam rilis yang diterima okezone, Senin (16/3/2009).  Mantan anggota Komisi VII DPR ini datang bersama sejumlah pejabat terkait. Para PSK dan anak jalanan yang sedang menjalani pembinaan nampak tak sungkan-sungkan bersalaman dan menyampaikan harapannya. Mereka bahkan minta foto bersama.  Untuk anak jalanan, Dede meminta agar mereka disediakan alokasi dana BOS khusus. Mereka akan dapat beasiswa sekolah di pesantren-pesantren yang ditunjuk Pemprov. BOS juga akan disediakan bagi PSK untuk mengikuti pendidikan luar sekolah berupa kursus-kursus keterampilan dan Â mengikuti ujian Paket A (SD), Paket B (SMP), dan Paket C (SMA).  &amp;quot;Sambil menunggu undang-undang, Kami mengajak para bupati dan walikota bergerak dulu untuk menanggulangi masalah ini. Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
