<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Pembobol BRI</title><description>Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menetapkan tersangka kasus pembobolan bank BRI, dengan modus memperdaya sejumlah orang untuk mengajukan kredit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/08/1/208838/kejagung-segera-tetapkan-tersangka-pembobol-bri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/04/08/1/208838/kejagung-segera-tetapkan-tersangka-pembobol-bri"/><item><title>Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Pembobol BRI</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/08/1/208838/kejagung-segera-tetapkan-tersangka-pembobol-bri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/04/08/1/208838/kejagung-segera-tetapkan-tersangka-pembobol-bri</guid><pubDate>Rabu 08 April 2009 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Indri Amin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menetapkan tersangka kasus pembobolan bank BRI, dengan modus memperdaya sejumlah orang untuk mengajukan kredit.  Tim penyidik kejagung sudah meningkatkan hasil penyelidikan ke tingkat penyidikan. Namun, Direktur Penyidikan (Dirdik) Arminsyah, enggan menyatakan kapan akan menetapkan tersangka.  Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Kejagung, tim penyidik berhasil mendapatkan keterangan bahwa para warga ini tidak mengetahui bahwa mereka telah diperalat oleh PT NJS dan PT JAB. tim mendapatkan barang bukti berupa buku kecil, yang berisi data-data tentang oknum pegawai BRI, yang mendapatkan imbal balik dari pengucuran kredit tersebut.  Dalam penyidikan tersebut, empat warga telah dipanggil sebagai saksi. &amp;quot;Dan umumnya mereka mengaku, hanya dijanjikan diajak rekreasi. Ternyata, mereka akhirnya diperalat seolah-olah sebagai pengaju permohonan kredit. Mereka tidak tahu sama sekali,&amp;quot; ungkap Arminsyah saat ditemui di Gedung Kejagung Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2009).  Ketika ditanya tentang oknum pegawai BRI yang mendapat imbal-balik dari pengajuan kredit tersebut, Arminsyah pun enggan menjelaskan. &amp;quot;Yang jelas, dari beberapa dokumen yang ada, aliran dana itu mengalir ke beberapa pejabat BRI,&amp;quot; kilahnya.  Para pejabat BRI tersebut, diduga ikut berperan dalam merekayasa data-data para nasabah dan tidak melakukan verifikasi dalam memproses pencairan dana tersebut.   &amp;quot;Akibat perbuatan tersebut, negara dirugikan Rp169 miliar,&amp;quot; pungkas Arminsyah.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menetapkan tersangka kasus pembobolan bank BRI, dengan modus memperdaya sejumlah orang untuk mengajukan kredit.  Tim penyidik kejagung sudah meningkatkan hasil penyelidikan ke tingkat penyidikan. Namun, Direktur Penyidikan (Dirdik) Arminsyah, enggan menyatakan kapan akan menetapkan tersangka.  Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Kejagung, tim penyidik berhasil mendapatkan keterangan bahwa para warga ini tidak mengetahui bahwa mereka telah diperalat oleh PT NJS dan PT JAB. tim mendapatkan barang bukti berupa buku kecil, yang berisi data-data tentang oknum pegawai BRI, yang mendapatkan imbal balik dari pengucuran kredit tersebut.  Dalam penyidikan tersebut, empat warga telah dipanggil sebagai saksi. &amp;quot;Dan umumnya mereka mengaku, hanya dijanjikan diajak rekreasi. Ternyata, mereka akhirnya diperalat seolah-olah sebagai pengaju permohonan kredit. Mereka tidak tahu sama sekali,&amp;quot; ungkap Arminsyah saat ditemui di Gedung Kejagung Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2009).  Ketika ditanya tentang oknum pegawai BRI yang mendapat imbal-balik dari pengajuan kredit tersebut, Arminsyah pun enggan menjelaskan. &amp;quot;Yang jelas, dari beberapa dokumen yang ada, aliran dana itu mengalir ke beberapa pejabat BRI,&amp;quot; kilahnya.  Para pejabat BRI tersebut, diduga ikut berperan dalam merekayasa data-data para nasabah dan tidak melakukan verifikasi dalam memproses pencairan dana tersebut.   &amp;quot;Akibat perbuatan tersebut, negara dirugikan Rp169 miliar,&amp;quot; pungkas Arminsyah.    </content:encoded></item></channel></rss>
