<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>58 Persen Taman di Lampung Rusak</title><description>Hampir 58 persen luas hutan di wilayah lampung, rusak akibat perambahan dan pembalakan liar. Kerusakan ini mengakibatkan debit air di dua aliran sungai menjadi tidak stabil. Sangat sedikit di musim hujan, dan meluap di musim hujan sehingga menyebabkan banjir. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/13/1/210040/58-persen-taman-di-lampung-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/04/13/1/210040/58-persen-taman-di-lampung-rusak"/><item><title>58 Persen Taman di Lampung Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/13/1/210040/58-persen-taman-di-lampung-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/04/13/1/210040/58-persen-taman-di-lampung-rusak</guid><pubDate>Senin 13 April 2009 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agusta Hidayatullah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  LAMPUNG - Hampir 58 persen luas hutan di wilayah lampung, rusak akibat perambahan dan pembalakan liar. Kerusakan ini mengakibatkan debit air di dua aliran sungai menjadi tidak stabil. Sangat sedikit di musim hujan, dan meluap di musim hujan sehingga menyebabkan banjir.  &amp;quot;Hampir 58 persen dari 500 ribu-an hektar hutan di 2 kawasan taman nasional. Saat ini kerusakannnya sangat memprihatinkan,&amp;quot; ujar Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Lampung KES Manik kepada okezone, Senin (13/4/2009).   Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang luasnya mencapai 368 ribu hektar dan Taman Nasional Way Kambas yang luasnya 125 ribu hektar, juga mengalami kerusakan yang sama akibat pembalakan liar. Di TNBBS saat ini hidup 16 ribu keluarga yang berprofesi sebagai perambah liar. Kebanyakan kawasan hutan TNBBS dialihfungsikan menjadi kebun kopi. &amp;quot;Rata-rata mereka membuka sedikitnya dua hektar hutan untuk kebun kopi. Artinya, 32 ribu hektar hutan di TNBBS berubah fungsi menjadi kebun kopi,&amp;quot; tandas Manik. Sementara itu Sungai Way Sekampung yang hulunya berada di Waduk Batu Tegi, debit airnya pada musim hujan mencapai 85 meter kubik. Akibatnya, waduk batu tegi yang dimanfaatkan untuk membantu irigasi tidak mampu menyediakan air untuk persawahan di Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Metro.  &amp;quot;Sekarang setiap sawah hanya memiliki sekali musim tanam per tahunnya. Bandingkan dengan tahun 80-an yang mencapai tiga kali tanam per tahun,&amp;quot; kata Manik. Menurut penelitian yang dilakukan pihaknya, 72 persen dari luas hutan di Lampung sudah mengalami kerusakan. Mulai dari hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi tetap, dan hutan produksi terbatas.  </description><content:encoded>  LAMPUNG - Hampir 58 persen luas hutan di wilayah lampung, rusak akibat perambahan dan pembalakan liar. Kerusakan ini mengakibatkan debit air di dua aliran sungai menjadi tidak stabil. Sangat sedikit di musim hujan, dan meluap di musim hujan sehingga menyebabkan banjir.  &amp;quot;Hampir 58 persen dari 500 ribu-an hektar hutan di 2 kawasan taman nasional. Saat ini kerusakannnya sangat memprihatinkan,&amp;quot; ujar Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Lampung KES Manik kepada okezone, Senin (13/4/2009).   Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang luasnya mencapai 368 ribu hektar dan Taman Nasional Way Kambas yang luasnya 125 ribu hektar, juga mengalami kerusakan yang sama akibat pembalakan liar. Di TNBBS saat ini hidup 16 ribu keluarga yang berprofesi sebagai perambah liar. Kebanyakan kawasan hutan TNBBS dialihfungsikan menjadi kebun kopi. &amp;quot;Rata-rata mereka membuka sedikitnya dua hektar hutan untuk kebun kopi. Artinya, 32 ribu hektar hutan di TNBBS berubah fungsi menjadi kebun kopi,&amp;quot; tandas Manik. Sementara itu Sungai Way Sekampung yang hulunya berada di Waduk Batu Tegi, debit airnya pada musim hujan mencapai 85 meter kubik. Akibatnya, waduk batu tegi yang dimanfaatkan untuk membantu irigasi tidak mampu menyediakan air untuk persawahan di Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Metro.  &amp;quot;Sekarang setiap sawah hanya memiliki sekali musim tanam per tahunnya. Bandingkan dengan tahun 80-an yang mencapai tiga kali tanam per tahun,&amp;quot; kata Manik. Menurut penelitian yang dilakukan pihaknya, 72 persen dari luas hutan di Lampung sudah mengalami kerusakan. Mulai dari hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi tetap, dan hutan produksi terbatas.  </content:encoded></item></channel></rss>
