<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peredaran Upal Meningkat Selama Pemilu</title><description>Peredaran uang palsu (upal) meningkat tajam saat berlangsungnya Pemilu legislatif dan diperkirakan menjelang Pilpres 2009 mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/26/1/214108/peredaran-upal-meningkat-selama-pemilu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/04/26/1/214108/peredaran-upal-meningkat-selama-pemilu"/><item><title>Peredaran Upal Meningkat Selama Pemilu</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/26/1/214108/peredaran-upal-meningkat-selama-pemilu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/04/26/1/214108/peredaran-upal-meningkat-selama-pemilu</guid><pubDate>Minggu 26 April 2009 23:17 WIB</pubDate><dc:creator>Yugi Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Peredaran uang palsu (upal) meningkat tajam saat berlangsungnya Pemilu legislatif dan diperkirakan menjelang Pilpres 2009 mendatang.  Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hal ini. &amp;quot;Sesuai perintah Kapolda kepada seluruh jajarannya, untuk mengantisipasi peredaran uang palsu,&amp;quot; ujar Dade di kantornya, Minggu (26/4/2009).Untuk menekan peredaran uang palsu ini, kepolisian, khususnya Polda Jabar, mengharapkan peran serta masyarakat. &amp;quot;Laporan dari masyarakat sangat kita butuhkan jika ada keganjilan atau ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengedarkan uang palsu untuk mengganggu kestabilitasan politik dan ekonomi,&amp;quot; ungkapnya. Dade juga meminta masyarakat untuk cepat melapor bila menemukan indikasi peredaran uanga palsu ini. &amp;quot;Bila masyarakat cepat melapor, kami juga cepat menindak dan menangkapnya,&amp;quot; tegasnya.Dihubungi terpisah, Deputi Pemimpin Kantor Bank Indonesia (BI) Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Kota Bandung Erman Kurnandi mengatakan, masyarakat harus lebih mewaspadai potensi peredaran uang palsu yang cenderung meningkat selama penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden pada 2009 ini.&amp;quot;Berlipatnya volume perputaran uang di masyarakat selama pemilu sudah pasti akan memicu maraknya peredaran uang palsu,&amp;quot; kata Erman.Hingga Triwulan I 2009 lalu, peredaran uang palsu di wilayah kerja KBI Bandung pada triwulan I 2009 mencapai Rp122,63 juta atau naik 111,74 persen dibanding periode sebelumnya yang hanya sebesar Rp 57,91 juta.Persentase ini, lanjut dia, berasal dari laporan perbankan Rp77 juta. Dari pihak kepolisian, diungkap kasus uang palsu sebesar Rp 30 juta. Sementara sisanya Rp16 juta, merupakan temuan sortir uang intrenal di kas KBI Bandung.Peredaran upal tersebut antara lain pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Selama triwulan I 2009, jumlah upal pecahan Rp100.000 di masyarakat berjumlah 615 lembar atau senilai Rp61,5 juta. Sementara uang palsu pecahan Rp50.000 sebanyak 1.172 lembar dengan nilai nominal Rp 58,6 juta.</description><content:encoded>BANDUNG - Peredaran uang palsu (upal) meningkat tajam saat berlangsungnya Pemilu legislatif dan diperkirakan menjelang Pilpres 2009 mendatang.  Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hal ini. &amp;quot;Sesuai perintah Kapolda kepada seluruh jajarannya, untuk mengantisipasi peredaran uang palsu,&amp;quot; ujar Dade di kantornya, Minggu (26/4/2009).Untuk menekan peredaran uang palsu ini, kepolisian, khususnya Polda Jabar, mengharapkan peran serta masyarakat. &amp;quot;Laporan dari masyarakat sangat kita butuhkan jika ada keganjilan atau ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengedarkan uang palsu untuk mengganggu kestabilitasan politik dan ekonomi,&amp;quot; ungkapnya. Dade juga meminta masyarakat untuk cepat melapor bila menemukan indikasi peredaran uanga palsu ini. &amp;quot;Bila masyarakat cepat melapor, kami juga cepat menindak dan menangkapnya,&amp;quot; tegasnya.Dihubungi terpisah, Deputi Pemimpin Kantor Bank Indonesia (BI) Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Kota Bandung Erman Kurnandi mengatakan, masyarakat harus lebih mewaspadai potensi peredaran uang palsu yang cenderung meningkat selama penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden pada 2009 ini.&amp;quot;Berlipatnya volume perputaran uang di masyarakat selama pemilu sudah pasti akan memicu maraknya peredaran uang palsu,&amp;quot; kata Erman.Hingga Triwulan I 2009 lalu, peredaran uang palsu di wilayah kerja KBI Bandung pada triwulan I 2009 mencapai Rp122,63 juta atau naik 111,74 persen dibanding periode sebelumnya yang hanya sebesar Rp 57,91 juta.Persentase ini, lanjut dia, berasal dari laporan perbankan Rp77 juta. Dari pihak kepolisian, diungkap kasus uang palsu sebesar Rp 30 juta. Sementara sisanya Rp16 juta, merupakan temuan sortir uang intrenal di kas KBI Bandung.Peredaran upal tersebut antara lain pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Selama triwulan I 2009, jumlah upal pecahan Rp100.000 di masyarakat berjumlah 615 lembar atau senilai Rp61,5 juta. Sementara uang palsu pecahan Rp50.000 sebanyak 1.172 lembar dengan nilai nominal Rp 58,6 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
