<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badai Tropis Kirrily di Malra  Terjang 90 Rumah</title><description> Meskipun badai tropis Kirrily di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menunjukkan tanda-tanda reda, namun sampai Kamis (30/4/2009), data korban belum terhimpun semua. Dari puluhan desa di tepi pantai Pulau timur Kei Besar, baru empat desa dipastikan terkena musibah dengan korban 90 rumah rusak berat dan ringan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/30/1/215544/badai-tropis-kirrily-di-malra-terjang-90-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/04/30/1/215544/badai-tropis-kirrily-di-malra-terjang-90-rumah"/><item><title>Badai Tropis Kirrily di Malra  Terjang 90 Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/04/30/1/215544/badai-tropis-kirrily-di-malra-terjang-90-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/04/30/1/215544/badai-tropis-kirrily-di-malra-terjang-90-rumah</guid><pubDate>Kamis 30 April 2009 21:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  AMBON - Meskipun badai tropis Kirrily di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menunjukkan tanda-tanda reda, namun sampai Kamis (30/4/2009), data korban belum terhimpun semua. Dari puluhan desa di tepi pantai Pulau timur Kei Besar, baru empat desa dipastikan terkena musibah dengan korban 90 rumah rusak berat dan ringan.  Setelah laporan dari Desa Ohoirenan dan Desa Yamtel, tim pemantau bencana malam ini melaporkan lagi adanya puluhan keluarga di Desa Fer mengungsi ke masjid setempat.Â  Selain itu, terdapat empat rumah hancur di DusunÂ  Yamtimur.  Situasi di Yamtimur justru dilaporkan tim Politeknik Perikanan Negeri Tual yang melakukan survei.Â  Tim tersebut mencatat kerusakan empat rumah di Yamtimur.Â  Selain itu, tim menyebut adanya kerusakan tanggul penahan gelombang sepanjang 150 meter.  Wakil Bupati Malra Yunus Serang malam ini menjelaskan, tim pemantau dari Dinas Perhubungan rupanya mengalami kesulitan komunikasi dari lokasi bencana.Â  Mereka baru sempat melaporkan adanya puluhan warga yang mengungsi ke masjid.Â  Namun tidak dilaporkan secara rinci kerusakan yang terjadi di desa tersebut.  Disebutkan, satu-satunya alat komunikasi yang mungkin adalah telepon genggam.Â  Namun untuk mencapai area sinyal, tim harus turun ke darat, mendaki gunung lantas mencari-cari sinyal telepon.Â  Tapi tim rupanya tidak menempuh cara tersebut melainkan melanjutkan perjalanan menyusuri pantai timur Pulau Kei Besar.Â   Serang juga menjelaskan, bantuan bahan pangan akhirnya berhasil sampai ke Desa Yamtel Kecamatan Kei Besar, hari ini.Â  Bantuan tersebut berupa 30 karung beras masing-masing 50 kg ditambah 40 kartun mi instant.  Dirinya berharap, cuaca segera membaik sehingga tim pemantau dapat kembali menyampaikan laporan akurat dari lokasi bencana. Dengan begitu, Pemkab Malra bisa menyalurkan bantuan sebagaimana mestinya.  Sementara itu, kondisi perairan antara Kei Kecil dan Kei Besar seharian ini mulai membaik.Â  Meskipun hujan masih mengguyur, namun tinggi gelombang sudah mulai berkurang sampai tidak lebih satu meter.  Sebab itu, speedboat yang sebelumnya dilarang berlayar,Â  sudah mulai kembali beroperasi. Sampai hari ini, jumlah kerusakan yang terdata mencapai 90 rumah di empat desa, sebuah Puskesmas, dua tanggul penahan gelombang dan satu ruas jalan raya.Â  Rumah yang rusak terdiri dari 14 rusak berat dan 76 rusak ringan akibat terendam air laut.   </description><content:encoded>  AMBON - Meskipun badai tropis Kirrily di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menunjukkan tanda-tanda reda, namun sampai Kamis (30/4/2009), data korban belum terhimpun semua. Dari puluhan desa di tepi pantai Pulau timur Kei Besar, baru empat desa dipastikan terkena musibah dengan korban 90 rumah rusak berat dan ringan.  Setelah laporan dari Desa Ohoirenan dan Desa Yamtel, tim pemantau bencana malam ini melaporkan lagi adanya puluhan keluarga di Desa Fer mengungsi ke masjid setempat.Â  Selain itu, terdapat empat rumah hancur di DusunÂ  Yamtimur.  Situasi di Yamtimur justru dilaporkan tim Politeknik Perikanan Negeri Tual yang melakukan survei.Â  Tim tersebut mencatat kerusakan empat rumah di Yamtimur.Â  Selain itu, tim menyebut adanya kerusakan tanggul penahan gelombang sepanjang 150 meter.  Wakil Bupati Malra Yunus Serang malam ini menjelaskan, tim pemantau dari Dinas Perhubungan rupanya mengalami kesulitan komunikasi dari lokasi bencana.Â  Mereka baru sempat melaporkan adanya puluhan warga yang mengungsi ke masjid.Â  Namun tidak dilaporkan secara rinci kerusakan yang terjadi di desa tersebut.  Disebutkan, satu-satunya alat komunikasi yang mungkin adalah telepon genggam.Â  Namun untuk mencapai area sinyal, tim harus turun ke darat, mendaki gunung lantas mencari-cari sinyal telepon.Â  Tapi tim rupanya tidak menempuh cara tersebut melainkan melanjutkan perjalanan menyusuri pantai timur Pulau Kei Besar.Â   Serang juga menjelaskan, bantuan bahan pangan akhirnya berhasil sampai ke Desa Yamtel Kecamatan Kei Besar, hari ini.Â  Bantuan tersebut berupa 30 karung beras masing-masing 50 kg ditambah 40 kartun mi instant.  Dirinya berharap, cuaca segera membaik sehingga tim pemantau dapat kembali menyampaikan laporan akurat dari lokasi bencana. Dengan begitu, Pemkab Malra bisa menyalurkan bantuan sebagaimana mestinya.  Sementara itu, kondisi perairan antara Kei Kecil dan Kei Besar seharian ini mulai membaik.Â  Meskipun hujan masih mengguyur, namun tinggi gelombang sudah mulai berkurang sampai tidak lebih satu meter.  Sebab itu, speedboat yang sebelumnya dilarang berlayar,Â  sudah mulai kembali beroperasi. Sampai hari ini, jumlah kerusakan yang terdata mencapai 90 rumah di empat desa, sebuah Puskesmas, dua tanggul penahan gelombang dan satu ruas jalan raya.Â  Rumah yang rusak terdiri dari 14 rusak berat dan 76 rusak ringan akibat terendam air laut.   </content:encoded></item></channel></rss>
