<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Kontainer Merbau Gagal Diselundupkan ke China</title><description>Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menganggalkan usaha penyelundupaan kayu merbau asal Papua seberat 90 meterkubik. Rencananya kayu-kayu ini akan dikirimkan ke Cina untuk bahan pembuatan jembatan sebanyak tiga unit dengan sistem bongkar pasang (knock down). </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/05/18/1/220861/9-kontainer-merbau-gagal-diselundupkan-ke-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/05/18/1/220861/9-kontainer-merbau-gagal-diselundupkan-ke-china"/><item><title>9 Kontainer Merbau Gagal Diselundupkan ke China</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/05/18/1/220861/9-kontainer-merbau-gagal-diselundupkan-ke-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/05/18/1/220861/9-kontainer-merbau-gagal-diselundupkan-ke-china</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2009 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/05/18/1/220861/6cxcPNNsmn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang petugas memeriksa kontainer yang berisi kayu merbau di Pelabuhan Tanjung Perak.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/05/18/1/220861/6cxcPNNsmn.jpg</image><title>Seorang petugas memeriksa kontainer yang berisi kayu merbau di Pelabuhan Tanjung Perak.</title></images><description>  SURABAYA - Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menganggalkan usaha penyelundupaan kayu merbau asal Papua seberat 90 meterkubik. Rencananya kayu-kayu ini akan dikirimkan ke Cina untuk bahan pembuatan jembatan sebanyak tiga unit dengan sistem bongkar pasang (knock down).  Kayu-kayu sebanyak itu disimpan di sembilan kontainer yang saat ini sedang singgah menantiÂ  proses pengiriman di Â Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS). Berdasarkan keterangan dari eksportirnya, kayu-jenis ini di pasar dunia berharga sekitar USD1000/meter kubiknya.   Faisal wakil dari CV Surabaya Trading selaku eksportir menolak jika kayu-kayu ini dianggap melanggar ketentuan. &amp;quot;Berdasarkan peraturan menteri perdagangan No 20. Tahun 2008, memperbolehkan ekspor kayu dengan penampang kurang dari 1000 mm, asalkan peruntukkannya sebaga komponen dan tidak dijual dalam bentuk mentahan,&amp;quot; kata Faisal.  Sebaliknya,Â  Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya menyatakan jika memang kayu-kayu tersebut diekspor untuk kebutuhan pembangunan jembatan dengan sistem bongkar pasang (knockdown), maka Â sesuai dengan peraturan yang sama, Â eksporter wajib untuk menyertakan disain layout atau gambar teknis bagaimana kayu tersebut jika dipasang.   &amp;quot;Sehingga jika seandainya saat itu juga harus diperagakan bagaimana pemasangannya, saat itu juga bisa dilakukan,&amp;quot; kata Himawan Kepala SeksiÂ Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya.  Sedangkan yang tampak di lapangan, kayu-kayu tersebut belum kelihatan jika sudah sudah diolah dan siap digunakan untuk pembuatan jembatan dengan sistem knockdown. Yang tampak hanya kayu-kayu merbau meski sudah dalam bentuk potongan namun masih belum dibentuk apa pun.  Untuk jenis kayu apakah termasuk yang diijinkan untuk diekspor atau tidak, Himawan menyatakan belum mengetahui, apakah kayu merbau asal Papua ini termasuk barang yang dilindungi.   Karena untuk saat ini Â pelanggaran paling yang bisa dideteksi oleh Â Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya adalah ketidaksesuaian antara dokumen pengiriman dengan barang yang akan dikirim.     </description><content:encoded>  SURABAYA - Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menganggalkan usaha penyelundupaan kayu merbau asal Papua seberat 90 meterkubik. Rencananya kayu-kayu ini akan dikirimkan ke Cina untuk bahan pembuatan jembatan sebanyak tiga unit dengan sistem bongkar pasang (knock down).  Kayu-kayu sebanyak itu disimpan di sembilan kontainer yang saat ini sedang singgah menantiÂ  proses pengiriman di Â Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS). Berdasarkan keterangan dari eksportirnya, kayu-jenis ini di pasar dunia berharga sekitar USD1000/meter kubiknya.   Faisal wakil dari CV Surabaya Trading selaku eksportir menolak jika kayu-kayu ini dianggap melanggar ketentuan. &amp;quot;Berdasarkan peraturan menteri perdagangan No 20. Tahun 2008, memperbolehkan ekspor kayu dengan penampang kurang dari 1000 mm, asalkan peruntukkannya sebaga komponen dan tidak dijual dalam bentuk mentahan,&amp;quot; kata Faisal.  Sebaliknya,Â  Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya menyatakan jika memang kayu-kayu tersebut diekspor untuk kebutuhan pembangunan jembatan dengan sistem bongkar pasang (knockdown), maka Â sesuai dengan peraturan yang sama, Â eksporter wajib untuk menyertakan disain layout atau gambar teknis bagaimana kayu tersebut jika dipasang.   &amp;quot;Sehingga jika seandainya saat itu juga harus diperagakan bagaimana pemasangannya, saat itu juga bisa dilakukan,&amp;quot; kata Himawan Kepala SeksiÂ Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya.  Sedangkan yang tampak di lapangan, kayu-kayu tersebut belum kelihatan jika sudah sudah diolah dan siap digunakan untuk pembuatan jembatan dengan sistem knockdown. Yang tampak hanya kayu-kayu merbau meski sudah dalam bentuk potongan namun masih belum dibentuk apa pun.  Untuk jenis kayu apakah termasuk yang diijinkan untuk diekspor atau tidak, Himawan menyatakan belum mengetahui, apakah kayu merbau asal Papua ini termasuk barang yang dilindungi.   Karena untuk saat ini Â pelanggaran paling yang bisa dideteksi oleh Â Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya adalah ketidaksesuaian antara dokumen pengiriman dengan barang yang akan dikirim.     </content:encoded></item></channel></rss>
