<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Belum Bahas Kontroversi Facebook</title><description>Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga kini belum membicarakan maupun membahas mengenai jejaring sosial, Facebook. Termasuk mendengar rencana ulama di Jawa Timur yang akan memfatwakan Facebook.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/05/22/1/222036/mui-belum-bahas-kontroversi-facebook</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/05/22/1/222036/mui-belum-bahas-kontroversi-facebook"/><item><title>MUI Belum Bahas Kontroversi Facebook</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/05/22/1/222036/mui-belum-bahas-kontroversi-facebook</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/05/22/1/222036/mui-belum-bahas-kontroversi-facebook</guid><pubDate>Jum'at 22 Mei 2009 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Lusi Catur Mahgriefie</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga kini belum membicarakan maupun membahas mengenai jejaring sosial, Facebook. Termasuk mendengar rencana ulama di Jawa Timur yang akan memfatwakan Facebook.  &amp;quot;MUI di beberapa rapat pengurus harian belum membicarakan masalah Facebook,&amp;quot; ujar anggota MUI Amidhan kepada okezone, Jumat (22/5/2009).  Menurutnya, apa yang sedang dibahas para ulama di Jawa Timur mengenai Facebook merupakan semacam keprihatinan para ulama karena timbulnya hal-hal di dunia maya.  Secara pribadi, Amidhan menilai situs pertemanan itu tidak melulu berdampak negatif. Dengan catatan, tergantung kepada penggunanya. &amp;quot;Kalau digunakan murni untuk kebaikan, saya kira tidak ada masalah tapi kalau menimbulkan hal-hal tidak baik dan negatif ya harus ditindak,&amp;quot; tuturnya.  Jika nantinya kontroversi mengenai Facebook ini terus mengemuka, lanjutnya, MUI akan membahanya lebih lanjut. Namun diakuinya, MUI tidak bisa berbuat banyak.  &amp;quot;Kita kembali ke pemerintah untuk membatasi hal-hal negatif itu, MUI hanya bisa mencegah,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga kini belum membicarakan maupun membahas mengenai jejaring sosial, Facebook. Termasuk mendengar rencana ulama di Jawa Timur yang akan memfatwakan Facebook.  &amp;quot;MUI di beberapa rapat pengurus harian belum membicarakan masalah Facebook,&amp;quot; ujar anggota MUI Amidhan kepada okezone, Jumat (22/5/2009).  Menurutnya, apa yang sedang dibahas para ulama di Jawa Timur mengenai Facebook merupakan semacam keprihatinan para ulama karena timbulnya hal-hal di dunia maya.  Secara pribadi, Amidhan menilai situs pertemanan itu tidak melulu berdampak negatif. Dengan catatan, tergantung kepada penggunanya. &amp;quot;Kalau digunakan murni untuk kebaikan, saya kira tidak ada masalah tapi kalau menimbulkan hal-hal tidak baik dan negatif ya harus ditindak,&amp;quot; tuturnya.  Jika nantinya kontroversi mengenai Facebook ini terus mengemuka, lanjutnya, MUI akan membahanya lebih lanjut. Namun diakuinya, MUI tidak bisa berbuat banyak.  &amp;quot;Kita kembali ke pemerintah untuk membatasi hal-hal negatif itu, MUI hanya bisa mencegah,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
