<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boediono: Saya Rakyat Biasa dan Hidup Sederhana</title><description>Cap penganut neoliberalisme dan berpihak pada asing membuat calon Wakil Presiden Boediono gerah. Dia pun menyatakan dirinya berasal dari rakyat biasa yang hidup sederhana dan berjuang untuk rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/04/268/226158/boediono-saya-rakyat-biasa-dan-hidup-sederhana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/04/268/226158/boediono-saya-rakyat-biasa-dan-hidup-sederhana"/><item><title>Boediono: Saya Rakyat Biasa dan Hidup Sederhana</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/04/268/226158/boediono-saya-rakyat-biasa-dan-hidup-sederhana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/04/268/226158/boediono-saya-rakyat-biasa-dan-hidup-sederhana</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2009 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/06/04/268/226158/Kw3ZTizdzi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Boediono saat mengunjungi kampung kelahirannya di Blitar.(Solichan Arif)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/06/04/268/226158/Kw3ZTizdzi.jpg</image><title>Boediono saat mengunjungi kampung kelahirannya di Blitar.(Solichan Arif)</title></images><description>  JAKARTA - Cap penganut neoliberalisme dan berpihak pada asing membuat calon Wakil Presiden Boediono gerah. Dia pun menyatakan dirinya berasal dari rakyat biasa yang hidup sederhana dan berjuang untuk rakyat.  &amp;quot;Saya rakyat biasa yang hidup sederhana. Saya bukan dari keluarga berkecukupan,&amp;quot; tegasnya saat pendeklarasian Tim Pandu 57 di  Menteng, Jakarta, Kamis (4/6/2009).  Diungkapkan Boediono, dirinya berasal dari rakyat biasa yang menikmati kemerdekaan dan mengabdikan diri untuk bangsa, sehingga merasa harus berbuat sesuatu kepada bangsa Indonesia bukan kepada asing.   &amp;quot;Saya berutang budi kepada negeri ini, karena itu, saya abdikan kemampuan yang saya miliki untuk pembangunan bangsa,&amp;quot; ungkapnya.   Cita-citanya itu akan semakin mudah terwujud bila dirinya bersama SBY memenangkan pilpres mendatang. Boediono pun mengutarakan keyakinannya bahwa tim pemenangan termasuk Tim Pandu 57 dapat bekerja meraih itu. Sehingga sejumlah program kerja yang masih tertunda dapat diselesaikan pada periode selanjutnya.   Tim Pandu 57 merupakan tim relawan pendukung SBY - Boediono yang terdiri dari berbagai pakar untuk memenangkan SBY - Boediono dalam Pilpres 8 Juli 2009 mendatang.  Para pakar yang tergabung dalam Tim Pandu 57 antara lain, Prof Dr Sri Edi Swasono, Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, Prof Dr Ir Singgih Riphat, Prof Dr Mudrajata Kuncoro dan Prof Dr Har Tilaar. Tim ini diketuai oleh Seno Aji adik kandung Setiawan Djodi.  Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Pandu 57 Seno Adjie mengungkapkan, sejumlah tokoh politik maupun pengusaha dan pakar ekonomi nantinya diberi kepercayaan menjawab semua isu ataupun tuduhan secara santun dalam arti tidak menyerang pribadi capres dan cawapres tertentu.  Seno menambahkan, prioritas garapan tim pandu 57 sifatnya lebih segmented dengan sasaran utama komunitas pelaku ekonomi yang mencakup pengusaha golongonan lemah, koperasi, kalangan dunia pendidikan, masyarakat marjinal, pelaku dan pemerhati lingkungan dan lain-lain.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Cap penganut neoliberalisme dan berpihak pada asing membuat calon Wakil Presiden Boediono gerah. Dia pun menyatakan dirinya berasal dari rakyat biasa yang hidup sederhana dan berjuang untuk rakyat.  &amp;quot;Saya rakyat biasa yang hidup sederhana. Saya bukan dari keluarga berkecukupan,&amp;quot; tegasnya saat pendeklarasian Tim Pandu 57 di  Menteng, Jakarta, Kamis (4/6/2009).  Diungkapkan Boediono, dirinya berasal dari rakyat biasa yang menikmati kemerdekaan dan mengabdikan diri untuk bangsa, sehingga merasa harus berbuat sesuatu kepada bangsa Indonesia bukan kepada asing.   &amp;quot;Saya berutang budi kepada negeri ini, karena itu, saya abdikan kemampuan yang saya miliki untuk pembangunan bangsa,&amp;quot; ungkapnya.   Cita-citanya itu akan semakin mudah terwujud bila dirinya bersama SBY memenangkan pilpres mendatang. Boediono pun mengutarakan keyakinannya bahwa tim pemenangan termasuk Tim Pandu 57 dapat bekerja meraih itu. Sehingga sejumlah program kerja yang masih tertunda dapat diselesaikan pada periode selanjutnya.   Tim Pandu 57 merupakan tim relawan pendukung SBY - Boediono yang terdiri dari berbagai pakar untuk memenangkan SBY - Boediono dalam Pilpres 8 Juli 2009 mendatang.  Para pakar yang tergabung dalam Tim Pandu 57 antara lain, Prof Dr Sri Edi Swasono, Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, Prof Dr Ir Singgih Riphat, Prof Dr Mudrajata Kuncoro dan Prof Dr Har Tilaar. Tim ini diketuai oleh Seno Aji adik kandung Setiawan Djodi.  Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Pandu 57 Seno Adjie mengungkapkan, sejumlah tokoh politik maupun pengusaha dan pakar ekonomi nantinya diberi kepercayaan menjawab semua isu ataupun tuduhan secara santun dalam arti tidak menyerang pribadi capres dan cawapres tertentu.  Seno menambahkan, prioritas garapan tim pandu 57 sifatnya lebih segmented dengan sasaran utama komunitas pelaku ekonomi yang mencakup pengusaha golongonan lemah, koperasi, kalangan dunia pendidikan, masyarakat marjinal, pelaku dan pemerhati lingkungan dan lain-lain.    </content:encoded></item></channel></rss>
