<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembawa Bunga Tewas Tertabrak Kereta Api</title><description>Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Bojonegoro, Jawa Timur, memakan korban. Karsidin (60), warga Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro, tewas setelah tersambar kereta di perlintasan tanpa palang pintu Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/05/1/226605/pembawa-bunga-tewas-tertabrak-kereta-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/05/1/226605/pembawa-bunga-tewas-tertabrak-kereta-api"/><item><title>Pembawa Bunga Tewas Tertabrak Kereta Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/05/1/226605/pembawa-bunga-tewas-tertabrak-kereta-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/05/1/226605/pembawa-bunga-tewas-tertabrak-kereta-api</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2009 23:00 WIB</pubDate><dc:creator>Nanang Fahrudin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  BOJONEGORO - Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Bojonegoro, Jawa Timur, memakan korban. Karsidin (60), warga Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro, tewas setelah tersambar kereta di perlintasan tanpa palang pintu Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo.    Kejadian itu berawal saat korban, yang setiap harinya berjualan bunga keliling mengendarai motor Kawasaki nopol S 5919 BN, bermaksud melintasi rel. Ia berjalan dari utara menuju Desa Mejuet untuk menjual bunga dagangannya. Diduga, korban melintasi rel tanpa melihat ke kiri dan kanan, sehingga korban tak mengetahui jika dari arah Bojonegoro melaju KA Gumarang dengan kecepatan tinggi ke arah Surabaya.    Lantaran posisi motor korban sudah berada di atas rel, tak pelak hantaman lokomotif langsung mengenai motor korban. Akibatnya, tubuh dan motor korban terseret hingga ratusan meter ke arah timur.    Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu hanya bisa berteriak histeris, hingga KA itu berhenti. Petugas Polsek Sumberrejo dan warga setempat langsung mengevakuasi korban yang mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya.    &amp;quot;Dia langsung meninggal di lokasi,&amp;quot; ujar Khoiri, salah satu warga yang mengetahui kejadian itu. Selanjutnya, korban yang bersimbah darah dibawa ke RSU Sumberrejo.    Kapolsek Sumberrejo AKP Boel Hutasoid menuturkan, kecelakaan di perlintasan KA tanpa palang pintu sudah sering terjadi di wilayah hukum Polsek Sumberrejo. Sehingga, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan. &amp;quot;Rata-rata, kejadiannya di rel tanpa palang pintu,&amp;quot; terangnya.    Dari data yang ada, kecelakaan di rel KA tanpa palang pintu terjadi pada 27 Mei lalu. Suradi (50), asal Desa Karanggeneng, Kecamatan Tikung, Lamongan, tewas tertabrak KA di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen. Sebelumnya, pada 6 Maret pasangan suami istri Sarbini dan Lamisih, warga Desa Glagah Wangi, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, tewas ditabrak KA di perlintasan KA di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo.  </description><content:encoded>  BOJONEGORO - Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Bojonegoro, Jawa Timur, memakan korban. Karsidin (60), warga Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro, tewas setelah tersambar kereta di perlintasan tanpa palang pintu Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo.    Kejadian itu berawal saat korban, yang setiap harinya berjualan bunga keliling mengendarai motor Kawasaki nopol S 5919 BN, bermaksud melintasi rel. Ia berjalan dari utara menuju Desa Mejuet untuk menjual bunga dagangannya. Diduga, korban melintasi rel tanpa melihat ke kiri dan kanan, sehingga korban tak mengetahui jika dari arah Bojonegoro melaju KA Gumarang dengan kecepatan tinggi ke arah Surabaya.    Lantaran posisi motor korban sudah berada di atas rel, tak pelak hantaman lokomotif langsung mengenai motor korban. Akibatnya, tubuh dan motor korban terseret hingga ratusan meter ke arah timur.    Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu hanya bisa berteriak histeris, hingga KA itu berhenti. Petugas Polsek Sumberrejo dan warga setempat langsung mengevakuasi korban yang mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya.    &amp;quot;Dia langsung meninggal di lokasi,&amp;quot; ujar Khoiri, salah satu warga yang mengetahui kejadian itu. Selanjutnya, korban yang bersimbah darah dibawa ke RSU Sumberrejo.    Kapolsek Sumberrejo AKP Boel Hutasoid menuturkan, kecelakaan di perlintasan KA tanpa palang pintu sudah sering terjadi di wilayah hukum Polsek Sumberrejo. Sehingga, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan. &amp;quot;Rata-rata, kejadiannya di rel tanpa palang pintu,&amp;quot; terangnya.    Dari data yang ada, kecelakaan di rel KA tanpa palang pintu terjadi pada 27 Mei lalu. Suradi (50), asal Desa Karanggeneng, Kecamatan Tikung, Lamongan, tewas tertabrak KA di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen. Sebelumnya, pada 6 Maret pasangan suami istri Sarbini dan Lamisih, warga Desa Glagah Wangi, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, tewas ditabrak KA di perlintasan KA di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo.  </content:encoded></item></channel></rss>
