<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yang Sedih &amp; Senang Adanya Jembatan Suramadu</title><description>Tak semua orang gembira dengan tuntasnya pembangunan Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Menjelang peresmian yang kemudian dilanjutkan dengan pengoperasian Jembatan Suramadu, pengusaha angkutan feri Surabaya  Ujung-Kamal Bangkalan Madura risau. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/08/1/227244/yang-sedih-senang-adanya-jembatan-suramadu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/06/08/1/227244/yang-sedih-senang-adanya-jembatan-suramadu"/><item><title>Yang Sedih &amp; Senang Adanya Jembatan Suramadu</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/06/08/1/227244/yang-sedih-senang-adanya-jembatan-suramadu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/06/08/1/227244/yang-sedih-senang-adanya-jembatan-suramadu</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2009 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/06/08/1/227244/I5rz50h3VN.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/06/08/1/227244/I5rz50h3VN.jpg</image><title></title></images><description>  SURABAYA - Tak semua orang gembira dengan tuntasnya pembangunan Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Menjelang peresmian yang kemudian dilanjutkan dengan pengoperasian Jembatan Suramadu, pengusaha angkutan feri Surabaya Â Ujung-Kamal Bangkalan Madura risau.   &amp;quot;Dari sekitar 12 ferry yang beroperasi di penyebegangan Ujung-Kamal ini, diperkirakan jika Jembatan Suramadu sudah dioperasikan hanya tinggal empat kapal saja yang akan melayani penyeberangan Selat Madura ini,&amp;quot; kata Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdab) Jawa Timur, Bambang Harjo, Senin (8/6/2009).  Konsekuensi dari pengurangan jumlah feri yang akan dioperasikan ini diperkirakan akan berimbas pada pengurangan jumlah pegawai. Dia menghitung, setidaknya ada sekira 8 ribu karyawannya yang akan dirumahkan.  &amp;quot;Kami tentu tidak bisa mempertahankan jumlah pegawai sebanyak itu dengan memberi mereka gaji buta,&amp;quot; kata Bambang.  Jumlah itu masih dari linkungan pegawai operator feri. Namun angka itu Â masih bisa bertambah lagi jika pedagang asongan yang jumlah ribuan yang Â mencari nafkah di sekitar penyeberangan Ujung-Kamal juga dimasukkan ke daftar orang-orang yang dirugikan.  Penyeberangan Surabaya Ujung-Kamal Bangkalan Madura adalah penyeberangan paling padat di Indonesia. Dalam seharinya setidaknya ada 20 ribu orang per hari yang menyeberang di penyeberangan ini. Sedangkan jumlah kendaraannya mencapai 10ribu kendaraan roda dua Â dan 4 ribu kendaraan roda empat yang melakukan penyeberangan dalam setiap harinya. Sehingga pantas jika banyak orang yang mengais rejeki dari kepadatan penumpang penyeberang Surabaya Ujung-Kamal Bangkalan  Madura.   Atas permasalahan ini, pemerintah memberikan beberapa solusi alternatif Â antara lain, kapal-kapal feri yang ada sekarang digunakan untuk kapal feri wisata, atau kapal-kapal feri tersebut akan dipindahoperasikan di daerah lain terutama daerah-daerah luar Jawa.  Ã&quot;tas tawaran tersebut, Gapasdab menyatakan belum berpikir ke arah sana. Menurut Bambang, yang mungkin paling masuk akal untuk mempertahankan nasib kapal-kapal feri dan krunya tersebut adalah dengan pemerintah membeikan subsidi.  &amp;quot;Kami akan mengevaluasi selama tiga bulan pasca pengoperasian Suramadu. Dari sana akan terlihat berapa rata-rata penurunan pendapatan nya. Nah dari rata-rata penurunan pendapatan ini yang kita usulkan untuk dimintakan disubsiidi oleh pemerintah,&amp;quot;kata Bambang.  Lain Bambang, lain dengan M Noer tokoh kharismatik masyarakat Madura. M Noer yang juga mantan Gubernur Jawa Timur ini merasa gembira dengan semakin dekatnya pengoperasian Jembatan Suramadu ini.  &amp;quot;Saya sudah sejak tahun 1938 memimpikan ada jembatan yang bisa menghubungkan Jawa dengan Madura,&amp;quot; kata Noer. Makanya pada saat pemerintah mempunyai rencana untuk membangun Jembatan yang menghubungkan Jawa Sumatera, Jawa-Bali dan Jawa Madura, saat menjadi Gubernur Jawa Timur M Noer melobi Soeharto yang kala itu masih menjadi presiden.  &amp;quot;Saya minta pembangunan jembatan Jawa-Madura didahulukan karena paling pendek jalurnya dan paling padat,&amp;quot; katanya.</description><content:encoded>  SURABAYA - Tak semua orang gembira dengan tuntasnya pembangunan Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Menjelang peresmian yang kemudian dilanjutkan dengan pengoperasian Jembatan Suramadu, pengusaha angkutan feri Surabaya Â Ujung-Kamal Bangkalan Madura risau.   &amp;quot;Dari sekitar 12 ferry yang beroperasi di penyebegangan Ujung-Kamal ini, diperkirakan jika Jembatan Suramadu sudah dioperasikan hanya tinggal empat kapal saja yang akan melayani penyeberangan Selat Madura ini,&amp;quot; kata Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdab) Jawa Timur, Bambang Harjo, Senin (8/6/2009).  Konsekuensi dari pengurangan jumlah feri yang akan dioperasikan ini diperkirakan akan berimbas pada pengurangan jumlah pegawai. Dia menghitung, setidaknya ada sekira 8 ribu karyawannya yang akan dirumahkan.  &amp;quot;Kami tentu tidak bisa mempertahankan jumlah pegawai sebanyak itu dengan memberi mereka gaji buta,&amp;quot; kata Bambang.  Jumlah itu masih dari linkungan pegawai operator feri. Namun angka itu Â masih bisa bertambah lagi jika pedagang asongan yang jumlah ribuan yang Â mencari nafkah di sekitar penyeberangan Ujung-Kamal juga dimasukkan ke daftar orang-orang yang dirugikan.  Penyeberangan Surabaya Ujung-Kamal Bangkalan Madura adalah penyeberangan paling padat di Indonesia. Dalam seharinya setidaknya ada 20 ribu orang per hari yang menyeberang di penyeberangan ini. Sedangkan jumlah kendaraannya mencapai 10ribu kendaraan roda dua Â dan 4 ribu kendaraan roda empat yang melakukan penyeberangan dalam setiap harinya. Sehingga pantas jika banyak orang yang mengais rejeki dari kepadatan penumpang penyeberang Surabaya Ujung-Kamal Bangkalan  Madura.   Atas permasalahan ini, pemerintah memberikan beberapa solusi alternatif Â antara lain, kapal-kapal feri yang ada sekarang digunakan untuk kapal feri wisata, atau kapal-kapal feri tersebut akan dipindahoperasikan di daerah lain terutama daerah-daerah luar Jawa.  Ã&quot;tas tawaran tersebut, Gapasdab menyatakan belum berpikir ke arah sana. Menurut Bambang, yang mungkin paling masuk akal untuk mempertahankan nasib kapal-kapal feri dan krunya tersebut adalah dengan pemerintah membeikan subsidi.  &amp;quot;Kami akan mengevaluasi selama tiga bulan pasca pengoperasian Suramadu. Dari sana akan terlihat berapa rata-rata penurunan pendapatan nya. Nah dari rata-rata penurunan pendapatan ini yang kita usulkan untuk dimintakan disubsiidi oleh pemerintah,&amp;quot;kata Bambang.  Lain Bambang, lain dengan M Noer tokoh kharismatik masyarakat Madura. M Noer yang juga mantan Gubernur Jawa Timur ini merasa gembira dengan semakin dekatnya pengoperasian Jembatan Suramadu ini.  &amp;quot;Saya sudah sejak tahun 1938 memimpikan ada jembatan yang bisa menghubungkan Jawa dengan Madura,&amp;quot; kata Noer. Makanya pada saat pemerintah mempunyai rencana untuk membangun Jembatan yang menghubungkan Jawa Sumatera, Jawa-Bali dan Jawa Madura, saat menjadi Gubernur Jawa Timur M Noer melobi Soeharto yang kala itu masih menjadi presiden.  &amp;quot;Saya minta pembangunan jembatan Jawa-Madura didahulukan karena paling pendek jalurnya dan paling padat,&amp;quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
